Pengalaman Dengan Hantu

Pengalaman Dengan Hantu
Hantu Penunggu Sumur Di Tengah Hutan


__ADS_3

Suatu ketika, seorang narasumber bercerita mengenai pengalamannya sebagai seorang pengurus kebun pohon jati yang berada di lereng gunung di daerah Jawa tengah.


Ia adalah seorang kakek - kakek yang telah berumur sekitar 65 tahun yang bercerita tentang beberapa pengalaman horor nya selama bekerja di kebun pohon jati tersebut..


Pengalaman horor yang paling berkesan adalah ketika ia bertemu dengan hantu Penunggu Sumur tua yang berada di tengah kebun hutan jati.


Sumur tua tersebut sudah sangat berlumut bahkan sebagian sudah tertutup dengan rerumputan dan lumut yang menambah kesan seram.


Sumur tersebut digunakan untuk melakukan penyiraman kepada pohon - pohon jati yang berada di kebun tersebut.


Suatu ketika pada saat sore hari menjelang Maghrib tiba.


Ia sedang ingin pulang dari tengah kebun yang rindang dengan pohon - pohon jati melewati jalan setapak.


Kondisi ditengah kebun sudah sepi, hanya dia sendiri yang sedang berjalan dengan suara - suara hewan hutan.


Pada suatu ketika sumur tersebut berada tidak jauh dengan jalan setapak yang ia lalui.


Hari sudah semakin gelap, ia terus berjalan sendirian. Hanya terdengar sayup - sayup suara adzan Maghrib dari kejauhan.


Sampai pada suatu ketika ia sampai di dekat sumur itu. Terdengar seperti suara tangisan seorang wanita.


Karena matanya yang sudah tidak bisa melihat dengan jelas, ia hanya melihat seperti bayangan - bayangan putih.


Pada awalnya ia pikir itu adalah seseorang anak yang bermain di tengah hutan lalu tersesat.


Maklum biasanya banyak anak - anak yang ikut orang tuanya bekerja di kebun ini. Tuturnya pada kala itu.


Karena ia semakin penasaran dengan wanita itu, ia pun berusaha untuk mendekatinya.


Pada saat ia sampai di dekat sumur itu, tetapi posisinya masih di pinggir jalan setapak ia pun melihat seorang wanita duduk di pinggir sumur itu.


Tetapi wanita itu tidak ingin menampakkan wajahnya, hanya sebuah jubah kain putih yang ia kenakan tapi ada beberapa yang merah - merah seperti darah.


Tapi karena dirinya semakin penasaran. Akhirnya dia memberanikan dirinya untuk terus mendekati sumur itu.


Tapi sampai saat ia mendekati sumur itu secara tiba - tiba wanita tersebut menjeburkan dirinya ke dalam sumur itu.

__ADS_1


Ia pun semakin kaget karena ia kira wanita tersebut bunuh diri ke dalam sumur tersebut.


Sampai pada saat itu ia langsung berlari mendekati lubang sumur tersebut untuk memastikan apakah benar itu wanita yang bunuh diri atau bukan.


Tapi setelah ia melihat ke dalam lubang sumur tersebut tidak ada seorang pun dan tidak ada apapun di dalam sana.


Ia pun mulai ketakutan dan perlahan ia berjalan mundur untuk pergi dari tempat itu.


Selanjutnya ia kembali ke jalan setapak dan ingin meninggalkan tempat itu dan segera pergi pulang.


Karena hari sudah gelap, ia pun berusaha mencari senter yang ada di dalam tas ransel yang ia bawa.


Setelah mencari ia pun berusaha untuk menyalakan senter itu, tetapi saat ia berusaha menyalakan senter ia dalam posisi menunduk, dan pada saat senter sudah menyala ia menyorotnya ke depan untuk menerangi jalan.


Pada saat ia baru menyorot senter ke depan, secara tiba tiba wanita itu berada di jalan setapak itu dan seperti sedang menghadang kakek itu untuk tidak pergi dari hutan tersebut.


Ia pun ketakutan, tapi takutnya itu dapat di kalahkan setelah ia membaca doa untuk mengusir hantu tersebut.


Setelah itu hantu wanita tersebut hilang, ia pun mulai merasa lega.


Tapi tidak dengan mudah begitu, secara tiba - tiba hantu wanita tersebut berpindah ke sebelah dirinya.


Setelah berlari keluar dari hutan. Ia pun sudah berada di jalan besar yang cukup ramai.


Ia pun mulai merasa sedikit tenang dan sedikit lega karena mungkin disini ia sudah tidak di ganggu ganggu lagi oleh mahluk tersebut.


Ia pun langsung naik angkutan umum untuk pulang ke rumah.


Pada saat itu gangguan sudah mulai tidak ada, dan dia pun sudah mulai tenang dan lega.


Ia pun hampir tiba di dekat rumah, ia langsung turun dari angkot.


Tetapi jarak rumahnya dengan jalan besar cukup jauh sehingga ia ketika turun dari angkot masih harus berjalan kaki masuk ke dalam gang menuju ke rumahnya.


Mungkin jarak dari jalan besar ke dalam rumahnya sekitar 500 meter ke dalam.


Berbeda dengan jalan gang seperti di perkotaan, jalan gang yang menuju ke rumahnya hanya tersedia pohon - pohon jati yang rimbun dan gelap.

__ADS_1


Ia pun berjalan sendirian dari jalan raya ke rumahnya menyusuri jalan sempit yang berjarak 500 meter.


Sepanjang perjalanan menuju ke rumahnya, ia seperti merasa kembali diganggu oleh hantu wanita tadi.


Hantu wanita itu seperti terus mengikuti kakek ini membelah hutan jati untuk menuju ke rumahnya.


Kakek ini pun kembali ketakutan, tapi rasa ketakutannya sirna saat ia sampai dirumah.


Sesampainya dirumah ia pun menceritakan pengalaman horornya ini kepada sang istri yang sedang menyiapkan makan malam.


Tetapi sang istri berkata bahwa mungkin ia merasa berkhayal dan hanya itu hanya perasaan biasa semata.


Tetapi kembali ia pun terus berusaha untuk meyakinkan bahwa apa yang ia alami barusan adalah hal nyata.


Waktu malam telah tiba, ia dan istrinya pun mulai beranjak ke kasur untuk tidur bersama.


Tetapi hal janggal kembali terjadi, tiba - tiba diluar rumah angin berhembus kencang.


Tetapi angin yang berhembus itu hanya di jendela kamar yang ia tempati aja, sedangkan tempat lain tidak.


Ia pun tidak menghiraukannya sama sekali, ia tetap cuek dan terus melanjutkan tidurnya.


Pagi hari pun telah tiba, ia kembali bersiap untuk menuju ke kebun itu lagi sembari mencari tau apa yang sebenarnya terjadi kemarin itu.


Dengan semangat ia pun segera untuk kembali menuju ke kebun jati tersebut.


Sesampainya disana ia pun langsung menuju ke sumur tua itu sembari menyusuri siapa tau ada hal - hal yang bisa ia temukan sebelumnya.


Sesampainya ia di dekat sumur tua itu, ia melihat sebuah asap yang sedikit mengepul dari balik beton sumur tersebut.


Ia pun semakin penasaran dan kemudian mengecek dari balik beton asal dari asap itu mengepul.


Setelah dilihat ia menemukan sebuah sesajen lengkap dengan kepala kerbau yang masih utuh dan ada bekas darah dari si kepala kerbau tersebut.


Ia pun terkejut sembari beristigfar ia terus melihat sesajen tersebut dengan dupa yang masih terbakar menghasilkan asap yang sebelumnya ia lihat.


Karena ia takut hal - hal yang aneh dan janggal akan terulang lagi baik dirinya ataupun orang lain.

__ADS_1


Ia pun langsung membersihkan dan membakar sesajen beserta kepala kerbaunya dengan harapan setelah itu tidak ada gangguan lain yang ada..


Dan mulai saat itu sudah tidak ada gangguan lagi yang keluar dari sumur itu dan orang yang memasang sesajen pun sampai sekarang tidak diketahui siapa.


__ADS_2