
Ini adalah sebuah cerita dari seorang penjaga sebuah pabrik gula yang menyimpan banyak misteri di dalamnya, sebut saja Namanya Akbar (bukan nama sebenarnya) usia 52 tahun pekerjaan sebagai seorang penjaga pabrik.
Selama ia bekerja disana, memang banyak pekerja pabrik yang mengalami gangguan – gangguan mistis, terutama mereka yang bekerja di malam hari.
Gangguan – gangguan yang diberikan pun bervariasi, dari yang ringan, sedang hingga berat. Mulai dari penampakan, kesurupan bahkan ada yang menelan korban jiwa juga di dalam sana.
Menurutnya, mungkin salah sati factor penyebab gangguan – gangguan yang muncul adalah karena tradisi adat disana yang memang cukup aneh. Mulai dari setiap panen raya tebu mereka melakukan tradisi memotong kepala kerbau dan bahkan setiap malam jumat keliwon pasti para mereka para petinggi pabrik akan membakar dan menarih dupa serta sesajen di area pabrik.
Maka dengan begitu mahluk – mahluk halus akan berdatangan karena secara tidak langsung mereka seperti “diundang” untuk datang ke tempat itu karena mereka di beri ruang dan santapan disana.
Tetapi sekarang kita tidak membahas mengenai tradisi, tetapi kita akan membahas mengenai kejadian yang pernah terjadi di pabrik tersebut yang berat karena kejadian ini menelan korban jiwa yaitu sang pekerja pabrik itu sendiri.
Pada awalnya memang pabrik tersebut jika sudah waktunya panen raya tebu mereka akan membuat tradisi yaitu dengan membuat patung manusia yang diisi dengan saus merah, dan Ketika tebu ingin digiling maka patung manusia yang berisikan saus itu pun ikut digiling dengan tebu tersebut.
Setelah itu maka patung tersebut masuk ke dalam gilingan tebu dan tidak lama ikut tergiling Bersama tebu di dalam mesin penggiling dan saus tersebut memberikan kesan darah yang menetes – netes keluar dari mesin penggiling tersebut.
Dengan kegiatan tersebut memberikan kesan bahwa sudah banyak darah yang muncul, mengingat pabrik tersebut dibangun di masa colonial belanda dan memang sebelumnya banyak memakan korban jiwa.
Setelah tradisi tersebut di lakukan, maka seperti biasanya pada malam hari akan diadakan pemotongan kepala kerbau untuk di taruh di dekat dengan mesin penggiling tebu tersebut. Dan keesokan harinya pekerjaan penggilingan tebu akan dimulai seperti biasanya.
__ADS_1
Pada keesokan harinya Ketika pekerja sudah datang untuk melakukan pekerjaan penggilingan tebu, ramai orang datang untuk memulai pekerjaan seperti biasa.
Pada awalnya memang semua berjalan dengan lancer dan baik – baik saja, tetapi kejadian menyeramkan dan tragis pun dimulai Ketika malam hari telah tiba.
Memang biasanya pekerja di pabrik itu akan selesai bekerja bila sore hari telah tiba, karena di perusahaan itu tidak ada istilah kata lembur yaitu bekerja sampai malam hari melewati batas waktu bekerjanya.
Tetapi karena alasan ini adalah panen raya dan tebu yang ingin di giling sudah menumpuk dan mengantri maka dibuat keputusan selama panen raya tiba maka semua pekerja yang bekerja di bagian penggilingan tebu harus bekerja secara lembur untuk memenuhi target perusahaan.
Semua pekerja tampak kecewa, karena mereka sudah kelelahan dan berharap untuk segera pulang. Maklum memang di perusahaan ini semua masih dikerjakan secara tradisional maka dengan begitu tenaga manusia lah yang digunakan lebih banyak.
Dengan kecewa mereka terus melanjutkan pekerjaannya menggiling tebu sampai waktu malam hari tiba dan disinilah kejadian yang tragis terjadi.
Karena jika mereka tidak begitu maka mereka tidak bisa mendengar percakapan mereka satu sama lain karena terhalang oleh bisingnya mesin – mesin uap pada pabrik tersebut.
Kejadiannya Ketika ingin menjelang tengah malam, mungkin pekerja tersebut kelelahan, secara tiba – tiba entah kehilangan keseimbangan atau bagaimana seorang pekerja jatuh ke dalam conveyor yang membawa tebu – tebu untuk masuk ke dalam mesin penggiling.
Seorang pekerja yang terjatuh ke dalam conveyor tersebut berteriak – teriak meminta bantuan kepada orang – orang yang mungkin ada di sekitarnya untuk membantu memberhentikan mesin conveyor yang terus berjalan menuju ke mesin penggiling.
Tetapi dari sekian banyaknya orang yang berada di sekitar mesin conveyor maupun mesin penggiling tidak ada satupun orang yang mendengar ataupun melihat teriakan orang yang jatuh ke mesin conveyor itu.
__ADS_1
Seakan – akan mereka semua tidak mendengar atau istilahnya adalah budeg dengan teriakan – teriakan orang yang meminta tolong itu. Namun naas, karena tidak ada satu orangpun yang mendengar teriakannya maka dengan begitu sampai di mesin penggiling orang tersebut tergiling disana.
Salah seorang pekerja lainnya baru menyadari Ketika darah yang menetes dari mesin penggiling itu, pekerja tersebut langsung memberi tahu untuk menghentikan segera mesin penggiling yang masih berjalan.
Setelah mesin penggiling di berhentikan beberapa pekerja langsung berlari mendekati mesin penggiling tebu tersebut untuk membantu mengevakuasi korban.
Setelah di cek kondisi korban memang sudah mengenaskan, separuh badannya sudah hancur tergiling mulai dari bagian kepala sampai perut tetapi bagian perut sampai kaki masih utuh berada di atas mesin menggiling.
Jika melihat kebawah mesin penggiling maka masih banyak darah yang menetes keluar, membasahi tebu – tebu yang sudah hancur tergiling dan diantara tebu – tebu yang sudah hancur ada beberapa potongan tubuh yang ikut hancur juga tergiling.
Dengan begitu, semua orang yang bekerja di pabrik tersebut terheran – heran karena tadi tidak ada mendengar teriakan orang satupun jika memang ia terjatuh terlebih dahulu di conveyor. Kalau jatuh di conveyor pasti punya waktu beberapa saat untuk teriak bahkan untuk bangun dan loncat keluar.
Setelah itu tidak beberapa lama, korban yang separuh badannya masih utuh langsung diangkat untuk dievakuasi keluar dari mesin penggiling itu.
Setelah korban diangkat dari mesin penggiling terlihat badannya memang hancur, darah nya juga masih terus mengalir keluar dari tubuhnya. Dan ceceran badan tubuh korban yang sudah hancur tergiling pun di pungut satu persatu dan mesinnya yang terkena darah pun langsung segera dibersihkan.
Semenjak kejadian itu, orang – orang yang bekerja di pabrik tersebut percaya bahwa pabrik tersebut memiliki penunggu yaitu setan budeg yang mengganggu jika pekerja mengalami musibah dan meminta tolong maka orang – orang yang disekitaran pekerja tidak mendengar apapun.
Tetapi setan budeg ini jika tidak sekali dia melancarkan aksinya untuk mengganggu para pekerja pabrik, karena ada satu korban lagi yang diganggu oleh setan budeg ini sehingga ia juga kehilangan nyawanya Ketika bekerja di pabrik ini.
__ADS_1
Untuk serial yang ke 2 bisa di baca di bab berikutnya ini ya.