
Cerita ini adalah cerita yang berasal dari narasumber yang sama dengan cerita yang sebelumnya. Kakek yang berusia 65 tahun yang bekerja di kebun pohon jati di daerah Jawa tengah.
Pada mulanya cerita ini adalah sebuah kisah yang ia ceritakan sebagai saksi mata atas temannya yang menjadi korban dari ganasnya hantu di kebun tersebut.
Pada mulanya suatu ketika adalah panen pohon jati yang sudah siap untuk ditebang.
Dengan begitu ia dan temannya yang sesama pekerja di kebun tersebut di beri perintah untuk menebang pohon jati yang sudah siap untuk diolah.
Sebelumnya sudah ada orang - orang kantor atau surveyor yang menandai pohon mana saja yang harus mereka tebang.
Akhirnya dari pagi buta mereka telah memulai kegiatan menebang pohon jati tersebut.
Pada awalnya semua berjalan dengan lancar dan baik - baik saja. Karena hari sudah semakin siang akhirnya mereka beristirahat di kebun tersebut.
Mereka memakan - makanan yang mereka bawa dengan lahap nya di bawah rimbunnya pohon jati.
Sampai pada suatu ketika saat mereka istirahat, orang surveyor tersebut kembali menghampiri mereka.
Surveyor tersebut berkata bahwa mereka harus bekerja secara lembur, karena mereka harus mengejar target pohon yang harus selesai di tebang pada hari itu juga.
Karena mereka sama - sama tidak merasa keberatan akhirnya mereka menyetujui bahwa mereka akan lembur malam ini untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Akhirnya mereka kembali melanjutkan pekerjaannya untuk menebang pohon jati sampai waktu sore pun telah tiba.
Pada waktu sore yang dimana harusnya mereka sudah pulang, mereka tetap melanjutkan pekerjaannya untuk menebang pohon jati yang sudah di tandai sebelumnya.
Mereka pada awalnya tidak merasakan kejanggalan apapun ketika sore hari maka dengan begitu mereka tetap melanjutkan pekerjaannya sampai waktu Maghrib hampir tiba.
Pada saat ingin adzan Maghrib mereka memilih untuk berhenti sejenak dan beristirahat kembali di bawah rerimbunan pohon jati itu.
Sembari istirahat mereka makan - makanan sisaan yang mereka bawa sembari merokok di bawah pohon jati tersebut.
Tidak lama berselang waktu adzan Maghrib terdengar secara samar - samar, maklum posisi mereka jauh dengan perkampungan warga sehingga suara adzan pun jauh terdengar.
Mereka berfikir bahwa setelah adzan Maghrib telah selesai maka mereka akan melanjutkan pekerjaannya untuk menebang pohon jati tersebut.
__ADS_1
Namun, pada awalnya kakek ini kurang setuju dengan temannya yang ingin langsung melanjutkan pekerjaannya.
Kakak narasumber ini berkata bahwa mereka harus sholat dahulu walau posisi mereka di tengah hutan seperti ini.
Tapi temannya bersikukuh bahwa sholat bisa dilakukan nanti, yang ia fokus kan sekarang adalah agar pekerjaan mereka cepat selesai dan mereka bisa pulang.
Akhirnya di setujui bahwa kakek narasumber akan sholat terlebih dahulu dan temannya ini lanjut menebang pohon dengan gergaji mesinnya.
Kakek ini pun berwudhu dengan cara tayamum karena di daerah tersebut sulit untuk mendapatkan air.
Sedangkan temannya sedang mengisi bahan bakar untuk gergaji mesinnya yang akan di pakai untuk menebang pohon.
Setelah wudhunya selesai, ia pun langsung menjalankan sholatnya. Sedangkan temannya langsung berjalan ke arah pohon yang sudah ditandai yang berjarak 20 meter dari tempat sholat nya.
Awalnya terdengar suara gergaji mesin yang lumayan berisik tetapi tiba - tiba suara gergaji mesinnya hilang.
Awalnya ia berfikir bahwa mungkin temannya sedang menemukan kendala ringan sehingga pekerjaan nya dihentikan sementara.
Tetapi tidak lama saat suara gergaji mesinnya berhenti secara tiba - tiba ada suara teriakan yang seperti teriakan orang yang ketakutan.
Setelah sholatnya selesai, ia pun langsung menghampirinya yang sedang ketakutan.
Ia pun sangat terkejut dan langsung menghampiri temannya yang terkapar di kebun tak berdaya.
Ia pun berusaha menyadarkan temannya yang sedang tidak sadar tersebut.
Secara sayup - sayup terdengar seperti suara raksasa yang tertawa seperti senang melihat kejadian itu.
Ia pun menduga bahwa kejadian ini adalah karena ulah Gondoruwo yang dendam karena pohon yang selama ini menjadi tempat tinggalnya di tebang.
Karena kondisi jauh dengan perkampungan, sehingga ia memberanikan untuk meninggalkan temannya sendiri dan meminta bantuan di perkampungan yang paling dekat dengan mereka.
Setelah beberapa warga datang membantu, temannya itu langsung di bawa ke rumah sakit terdekat untuk di tolong.
Sesampainya di rumah sakit temannya langsung mendapat perawatan medis.
__ADS_1
Tetapi tak berselang lama dokter datang dan berkata bahwa temannya itu ada dengan kondisi baik - baik saja.
Tetapi mulai dari sekarang dia tidak bisa berjalan dan tidak bisa bangun, tubuhnya kaku semua tanpa bisa digerakkan.
Dokter tidak dapat mengetahui sakit apa yang di derita, seperti stroke tapi itu rasanya tidak mungkin. Ucap dokter itu..
Sampai sekarang temannya seperti lumpuh, tidak bisa melakukan kegiatan apapun.
Dan mulai dari kejadian itu sekarang tidak ada yang namanya lembur lagi untuk menebang pohon.
Jadi ketika waktu sore telah tiba maka semua pekerja kebun tersebut berhenti untuk bekerja.
Terutama untuk bagian yang menebang pohon, dan mulai dari kejadian itu juga setiap ingin menebang pohon maka akan dilakukan selametan dan doa - doa untuk menolak bala.
Tetapi sampai sekarang masih menjadi misteri, mengapa temannya itu terhempas lumayan jauh dari lokasi kejadian ke arah yang jauh sekali.
Apakah hantu tersebut bisa menembus dimensi manusia sehingga ia bisa membalaskan dendamnya akibat rumah nya di tebang oleh manusia.
Kemudian setelah itu temannya langsung dibawa pulang ke rumah untuk melakukan perawatan dirumah.
Sampai beberapa kali kontrol ke rumah sakit untuk memastikan penyakit apa yang di derita.
Dokter masih belom mengetahui penyakit apa yang di derita.
Selain badannya yang tidak bisa digerakkan, mulutnya pun tidak bisa berbicara, rahang dan bibirnya kaku.
Warga sekitar dan pekerja kebun percaya bahwa orang ini menjadi korban yang di tampar oleh Gondoruwo penunggu disitu.
Sampai saat ini, kakek yang menjadi narasumber kami memang masih meyimpan beberapa cerita mistis yang pernah ia alami selama bekerja di kebun pohon jati.
Maka dari itu kami akan menyiapkan beberapa part yang memang berisi khusus cerita dari kakek ini.
Tetapi yang bisa menjadi informasi tambahan bahwa, memang banyak sekali yang menjadi korban dari gondoruwo ini, ada salah satu seorang penduduk dari desa yang tidak jauh dari tempat kakek ini bekerja.
Ia adalah seorang ibu rumah tangga yang kala itu sore hari sedang menyapu halaman belakang rumahnya, dan pada saat ia menyapu secara tiba - tiba ia pun menjadi tak sadarkan diri dan ditemukan beberapa waktu kemudian oleh suaminya.
__ADS_1
Dan sekarang kondisi ibu tersebut hanya mengalami bengkak di pipi nya sedangkan
semua tubuhnya masih normal.