
Putri Olivia yang seharus nya pergi ke istana ternyata mengurung kan niat nya dan pergi ke makam ibu nya, sedangkan Putri Amelie tanpa rasa malu nya pergi ke istana untuk menemui Raja Alexander.
"Pagi ibu..." sapa Putri Olivia kepada makam sang ibu dan menyatukan ke dua tangan nya berdo'a dengan tenang dan sepuh hati kepada tuhan untuk ketenangan sang ibu.
Selesai berdo'a Putri Olivia berbicara sendiri dan bercerita di makam ibu nya, Putri Olivia mengatakan bahwa diri nya kini perlahan mulai berubah bukan lagi seorang Putri yang bisa di tindas dan di permainkan oleh orang lain dengan sesuka hati.
Tiba tiba ada seorang pria yang juga berdo'a di samping Putri Olivia. Pria itu terlihat seperti seseorang yang ramah dan lembut serta berwibawa, dia memiliki rambut berwarna coklat yang selaras dengan warna bola mata nya.
Putri Olivia terdiam sejenak dan berdiri berniat pergi dari makam sang ibu, tapi tiba tiba ternyata dia di hentikan oleh pria tersebut.
"Nona" Panggil nya dengan ramah dan berdiri di belakang Putri Olivia
Putri Olivia membalikkan seluruh badan nya menghadap ke arah pria tersebut dan menatap pria tersebut.
__ADS_1
"Ada apa tuan ?" Tanya Putri Olivia dengan tenang
"Saya ingin bertanya ! Apakah nona tau jalan menuju istana Raja Alexander ?" Tanya pria tersebut terlihat seperti orang yang kebingungan
"Siapa anda ?" Tanya kembali Putri Olivia
"Saya adalah sahabat seperguruan Raja Alexander. Perkenalkan nama saya adalah Dusten Fin, saya seorang Raja dari bagian Selatan" Ucap pria tersebut sambil memperkenalkan diri nya dengan ramah
"Bagian selatan ? Bukankah itu bagian yang di penuhi oleh salju ?" Ucap Putri Olivia dengan perasaan yang bertanya tanya di dalam diri nya.
"Kalau begitu maafkan hamba karna sudah lancang dari tadi memberikan begitu banyak pertanyaan kepada Yang Mulai Raja Dusten" Ucap Putri Olivia sambil membungkuk kan badan nya sebagai tanda hormat.
"Tidak apa apa, jadi bagaimana ! apakah nona bersedia mengantar kan saya ?" tanya Raja Dusten kembali dengan sopan
__ADS_1
"Dengan senang hati saya akan mengantarkan anda Yang Mulai Raja, mari ikuti saya" Putri Olivia menuntun Raja Dusten menuju Raja Alexander.
Di perjalanan Raja Dusten tidak bisa mengalihkan pandangan nya dari Putri Olivia, dia terus menatap punggung Putri Olivia dan kadang tersenyum tipis saat melihat Putri Olivia.
Sedangkan di sisi lain Putri Amelie yang menerobos masuk menggunakan pakaian yang di berikan oleh Raja Alexander di tatap sinis di ruang tamu oleh Putri Lily.
"Hey Ladies... lihatlah ada perempuan yang memakai hadiah orang lain Ups hahaha" Cetus Putri Lily dengan keras dan membuat semua Putri yang ada di dalam ruangan menatap dengan tajam ke arah Putri Amelie.
Karna sejati nya yang memilih kan hadiah untuk Putri Olivia adalah Putri Lily jadi dia mengetahui untuk siapa sebenarnya hadiah itu.
Raja Alexander bahkan seperti kehilangan selera untuk turun ke bawah menghadiri pesta kecil yang di adakan oleh adik nya tersebut, Raja Alexander hanya memperhatikan dari atas dan bertanya tanya di dalam pikiran nya kenapa bukan Putri Olivia yang memakai hadiah nya.
Putri Amelie tertampar malu, karena setiap putri yang sudah di ejek oleh Putri Lily pasti akan malu seumur hidup untuk berkunjung ke istana lagi.
__ADS_1
Putri lily termasuk orang yang pendendam dan akan selalu menyinggung orang yang telah membuat nya kesal.