pengelana pusaka dunia

pengelana pusaka dunia
ch 09 : perjalanan menuju sekte menara suci III


__ADS_3

setelah pelayan meninggalkan kamar tersebut barulah xing jin angkat bicara"tetua bukankah itu terlalu banyak!!ucap nya, sambil meletakan pedang nya di atas ranjang, tapi mu sen hanya diam dan mengangkat alis nya saja sebelum mengajak mereka berdua untuk mencari sebuah restoran.


"tuan, apa ada yang anda perlukan hingga membuat anda keluar !!ucap pelayan yang tadi mengantar mereka,sembari mendekati mereka bertiga, tapi kini ia sudah bersama pelayan lain yang tadi tak terlihat,"ahh, tak usah kami hanya ingin berkeliling di desa sebentar!!balas mu sen dan melangkah keluar dan di ikuti oleh xing jin dan shu feng.


"tetua mu, itu ada sebuah restoran, sepertinya restoran itu ramai,apa karna masakan di situ enak!!ucap xing jin, menunjuk sebuah restoran yang terlihat, banyak warga yang memasuki restoran itu. "saya juga tak tahu, apa kalian berdua mau melihat nya!!balas mu sen dan mengajak kedua nya untuk menuju restoran yang di maksud. "permisi, pak !! tanya mu sen pada seorang lelaki tua, yang hendak masuk ke dalam restoran itu. "aahh, ia ada apa anak muda!! balas kakek itu, sambil menoleh sumber suara, dan menghentikan langkah nya.


"apa sebab restoran ini menjadi ramai ? tanya mu sen sambil melihat ke dalam restoran dan terlihat banyak warga yang mengantri di dalam."ohh, seperti nya kalian ini pendatang ya, sebab nya, karna makanan di sini enak dan harga nya terjangkau bagi kami yang tak mampu!! balas lelaki tua itu, tersenyum dan pergi yang menandakan ia tak mau berlama lagi.


"mari kita cari yang lain saja!! ucap mu sen dan mereka bertiga meninggalkan tempat itu dan mencari restoran yang lain...


"mari kita ke restoran itu saja!! tawar nya, pada xing jin dan shu feng. sejak tadi shu feng dan xing jin hanya mengikuti mu sen dan hanya bicara yang perlu di ucapkan saja.

__ADS_1


"restoran yang lumayan ramai"batin mu sen dan mereka bertiga pun masuk kedalam restoran dan ternyata sebagian dari seisi restoran itu adalah pendekar yang ada di desa itu.


sa'at ketiga nya masuk, mereka bertiga nya langsung menjadi sorotan pandang para pelanggan , tak banyak yang berbisik bisik melirik mereka bertiga , dan ada pula yang meninggal kan restoran , mu sen hanya diam saja sedangkan xing jin dan shu feng kebingungan dengan situasi itu , sampai ketika seorang pelayan wanita datang dan menyambut mereka .


"aa, tuan apa yang bisa saya bantu !! ucap pelayan itu, sambil menyambut dengan sapa'an nya.


"apa ada kursi yang kosong, dan dekat dengan jendela!! balas mu sen, dan menunjukan sekeping emas , melihat itu pelayan langsung mengajak mereka bertiga untuk naik ke lantai atas,


"tak ku sangka ada lantai atas nya ! bagus lah!! batin mu sen, ketiga nya hanya mengikuti pelayan wanita itu ,


"tiga bebek bakar, dan arak terbaik di sini !! ucap mu sen dan menyerahkan kembali daftar baca'an itu ."baik tuan, arak akan segera saya bawakan, dan tiga bebek bakar nya akan segera di hidangkan!! ucap nya dan meninggal kan mereka di ruangan itu.

__ADS_1


**


"tetua mu, apa kita harus berteduh !! ucap xing jin, karna hujan makin deras sa'at ketiga ny tengah di hutan sambil melesat dengan cepat."ikuti aku !! balas mu sen karna melihat sebuah gua, dan langsung menuju ke arah gua itu .


"arghh!! tiba tiba shu feng mengerang dengan keras, mendengar shu feng yang mengerang mu sen dan xing jin menoleh ke arah shu feng, dan shu feng telah tergantung dengan kaki terikat !!


"tetua mu tolong!! erang shu feng, mu sen langsung melesat dan menebas tali itu.


"groargggh!!! suara auman se'ekor siluman terdengar keras di sekitar mereka , mendengar suara auman itu, mu sen langsung menyuruh xing jin dan shu feng mendekat dan berhati hati .


muncul se'ekor siluman beruang dengan kepala singa , berwarna merah kehitaman .

__ADS_1


"jin'er kalian berdua , pergi masuk segera ke dalam gua dan hati hati , biar ku urus ini " ucap mu sen memerintahkan keduanya agar segera ke dalam gua , "tapi tetua , !! balas shu feng, "ada apa lagi, dari pada kalian berdua merepotkan ku, lebib baik diam di gua !!! balas mu sen dan lengsung menghadap pada beruang gila , yang se'akan akan siap menerkam .


tak menunggu lama mu sen langsung melesat maju ke arah siluman itu , dan menebas kan pedang nya tepat di mata siluman itu , tapi tak membekas kan goresan sedikit pun ."apa apa'an siluman ini kenapa ia tak tergores sedikit pun !! batin mu sen sembari terkejut dan mulai lebih waspada.


__ADS_2