
🦋 author POV 🦋
Purwati segera mencari majikannya nyonya jessica. rupanya majikannya berada di halaman belakang dan sedang bersantai. Purwati pun memberanikan diri ke dekat majikannya.
"Maaf tuan, nyonya saya tidak bermaksud mengganggu. apakah saya bisa minta tolong? " ucap Purwati dengan wajah muram
"kenapa bi, ngomong aja pasti saya bantu" ucap Jessica dan menghampiri Purwati.
"gini nyonya, saya mau minta gaji saya di awal. soalnya saya butuh buat bayar uang kuliah Calista." ucap Purwati dengan menundukkan kepalanya.
Jessica hanya tersenyum melihat purwati.
"jangan khawatir, aku akan memberimu gaji dua kali lipat. karena kerjamu juga bagus disini bi, " ucap jessica dan menepuk bahu Purwati.
"jangan nyonya, itu tidak perlu. saya sudah bersyukur mendapat gaji segitu nyonya" ucap purwati mengelak.
__ADS_1
" tidak apa apa anggap saja aku yang membayarkan uang kuliah calista, " ucap jessica tersenyum.
"terima kasih nyonya" jawab Purwati dia merasa lega karena uang kuliah Calista akan dibayar.
"ngomong ngomong dimana calista" ucap jessica.
"dia sedang duduk nyonya di meja makan" jawab purwati
"baiklah aku akan mengambil amplop untuk gajimu, dan menemui Calista" ucap jessica meninggalkan purwati.
tak berapa lama, jessica turun dengan membawa amplop untuk purwati. jessica segera menghampiri purwati dan calista yang sedang duduk di meja makan.
"bi, ini gaji kamu." ucap Jessica seraya menyodorkan tangannya yang memegang amplop ke purwati.
"terima kasih nyonya, nda sangat baik pada ibu saya" ucap Calista, saat ibunya menerima amplop itu dengan tersenyum.
__ADS_1
"Calista omong omong kamu makin besar makin cantik aja" ucap jessica tersenyum.
"ah nyonya bisa aja, saya gini gini aja kok nyonya dari dulu" ucap Calista malu.
"jangan panggil saya nyonya, panggil aja tante atau Mama," ucap jessica pada Calista.
Calista hanya terkejut dan tersenyum canggung membalas perkataan majikan ibunya itu.
"i..iya tante" ucap Calista, dan mendapat senyuman dari jessica.
"omong omong kamu udah punya pacar belum" jessica bertanya pada Calista
"belum tante, saya mau fokus belajar buat bahagia in ibu" ucap calista dan menatap ibunya. Purwati hanya tersenyum membalas tatapan anaknya itu.
Mereka bertiga pun berbincang Sangat lama, hingga akhirnya Calista pamit untuk pulang.
__ADS_1