Pengorbanan Calista

Pengorbanan Calista
ibu sakit


__ADS_3

keesokan harinya


Calista dengan senang hati menuju kembali ke kampusnya, dia segera menemui dosennya dan membayar uang kuliahnya.


setelah itu Calista diperbolehkan kembali untuk mengikuti kuliah pada hari ini.


hari ini jam mata kuliah Calista jam 9, Calista sedang fokus mendengarkan dosen menjelaskan, tiba-tiba saja ya ada nomor yang tidak dikenal menelpon nya.


''nomor siapa ini menelponku" batin Calista saat mendengar telfonnya berdering.


Calista segera meminta izin dosennya dan keluar ruangan, setelah itu Calista mengangkat teleponnya yang sudah berbunyi itu.


"halo, dengan siapa ya?," tanya Calista pada seseorang yang telah menelponnya.


"ini Tante Jessica, Calista. " ucap Jessica di seberang sana.


"oh iya tante, ada perlu apa ya ?" ucap Calista bingung karena tiba-tiba Jessica menelponnya.


"ibumu sekarang berada di rumah sakit Calista bisakah kau menemuinya sekarang?" ucap Jessica panik.

__ADS_1


"apa tante serius?" tanya Calista dan ikutan panik.


"tante nggak mungkin bohong Calista kalau kamu mau kamu bisa datang ke rumah sakit X nomor X" ucap Jessica serius.


"baik tante Calista akan segera ke sana" ucap Calista dan segera memasuki ruangannya kembali.


sesampainya di ruangannya, Calista minta izin pada dosennya, setelah beberapa menit Calista menjelaskan akhirnya dosennya pun mengizinkan Calista meninggalkan pelajaran.


Calista segera mencari angkutan umum, setelah beberapa menit menunggu akhirnya Calista mendapat angkutan umum, dan menyuruh tukang angkot untuk pergi ke rumah sakit X.


setelah sampai di rumah sakit Calista segera membayar angkutan umum yang tadi ditumpanginya, lalu dia segera berlari menuju ruangan ibunya.


Calista segera mencari ruang ibunya dan menemukannya. lalu Calista masuk ke ruangannya dan menemukan ada Jessica yang menunggu di sofa dan ibunya yang terbaring di atas kasur pasien.


"tante juga nggak tahu Calista, tadi pagi tante menemukannya tergeletak di dapur" jawab Jessica dengan nada serius.


"terima kasih tante, telah membawah ibuku ke sini" ucap Calista, masih dengan wajah sendu.


setelah beberapa menit Dokter pun kembali memeriksa ibunya Calista. setelah dokter memeriksa Purwati, Calista pun bertanya pada dokter.

__ADS_1


"ada apa dengan ibu saya dok" tanya Calista khawatir.


"begini, ginjal ibu Purwati semakin parah. Ginjalnya sudah sangat rusak, cuci darah pun sudah tidak mampu lagi. Sebaiknya kita mencarikan bu Purwati pendonor yang cocok dengan ginjalnya dan mengoperasinya" ucap dokter.


"apakah tidak ada cara lain dok?", ucap Calista bimbang.


"sudah tidak ada, jika dibiarkan seperti ini nyawa ibu Purwati kami tidak bisa tentukan" ucap dokter dan permisi untuk meninggalkan ruangan.


setelah itu calista dan jessica menuju meja administrasi dan menanyakan berapa biaya yang harus dikeluarkan jika ibunya dioperasi dan membayar si pendonor.


Saat mendengar jumlahnya saja kaki Calista langsung bergetar.


perasaan calista sekarang campur aduk, dia ingin menyembuhkan ibunya dan mencarikan pendonor ginjal untuk ibunya, Tapi disisi lain dia tidak memiliki uang.


Calista tidak ingin kehilangan ibunya, karena ibunya lah satu satunya keluarga yang dia miliki, Calista sudah tidak memiliki siapa siapa selain ibunya.


**Selamat hari raya idul Fitri bagi yang merayakan.


Taqaballahu minna waminkum.

__ADS_1


Jangan lupa juga dukung author ya readers, kalau author belum up juga sabar ya, mungkin karena lambat review atau ngga author sibuk. tapi pasti disempatin kok buat up terus.


makasih**


__ADS_2