
.. ' ah sial kenapa juga harus pas banget mereka dateng kemari ' gumam andi dan dengan perasaaan yang sama dengan rama saat ini. mereka sekarang tengah dalam keadaan penasaran dengan masadepan kehidupanya . ini adalah masa depan kehidupannya andi dan rama juga tak ingin gagal pada tahap ini. jika gagal mereka mungkin tidak akan di biayayai lagi oleh yayasan untuk mengulang kelas mereka. sungguh perasaan yang campur aduk yang mereka rasakan saat ini.
dan andi pun sekarang memilih untuk mengalah sementara waktu karena tak ada daya yang dapat dia lakukan untuk melawan geng anak sultan di kota medan ini.
~ plak ~
~ plak ~
~ bugh ~
sebuah pukulan tiba tiba mendarat di kepala Andi dan Rama yang baru saja terjatuh terlempar itu. ternyata beberapa orang wanita tengah berdiri di belakangnya yang juga akan melihat pengumuman kelulusan di papan pengumuman sekolah.
saat ini baru hanya 1 papan yang di tempeli pengumuman makanya mereka berbondong-bondong untuk melihat hasil ujian Akhir mereka. dan ingin segera mengetahui hasilnya. karena setiap nilai terbaik akan langsung di rekrut oleh sebuah universitas yang cukup populer di kota ini. yaitu universitas Medan Area. dan itu adalah salah satu universitas yang elit di kota Medan ini.
" burik desa. Minggir kalian " seru seorang gadis dengan penampilan Centil di sana dan beberapa teman yang berada di belakangya. keduabelas siswi dengan tampilan yang sedikit glamor dengan berbagai aksesoris menghiasi tangan dan kepala mereka tidak lupa sepatu mereka menggunakan merek yang terkenal dan High Prices. memberikan kesan bahwa mereka benar benar anak dari keluarga sultan kota medan.
" kalian berdua jangan menghalangi jalan kami atau bakal kami injak karena gak pindah . "
~ bugh ~ salah satu tendangan dari seorang gadis mengenai paha kaki kanan andi.
" Awh... " teriak andi bukan karena sakit. karena ia hendak bangun dan terkejut oleh perlakuan seorang gadis di sampingnya yang tidak sabar untuk maju ke papan pengumuman sekolah.
" minggir lu miskin . udah miskin nyusahin orang . lagian ini tempat pengumuman bukan hotel untuk kalian tiduran. eh bukan hotel ya. tapi gubuk yang cocok buat kalian.. ha ha ha. " hina seorang lagi pada andi dan Rama saat ini.
sekarang andi dan rama langsung saja di dorong oleh perkumpulan siswi siswi itu jauh dari papan pengumuman.
" sial kita keserobot mereka, Andi. " seru rama kepada andi.
" Yah mungkin gak rejeki aja. ayo kita pindah ke depan kantor dewan guru aja Ma. " ajak andi pindah. namun begitu ingin melangkah datanglah seorang gadis yang buru buru melangkah tiba tiba menabrak andi dan rama yang baru satu langkah untuk berbalik dan beranjak pergi.
siswi yang membawa minuman itupun menabrak Andi. ~ Brak ~
Andi mencium aroma wangi parfum wanita dan di tanganya merasakan sebuah benda sekenyal balon yang di isi air. andi merasakan jantungnya berdetak makin kencang . seperti sebuah genderang yang di tabuh saat peperangan akan terjadi.
" Ahhhh.... Kalian gak punya mata ya. . Dasar Miskin. Mesum pula " marah seorang gadis yang menabrak andi tiba tiba itu. dengan pakaian yang basah tertumpah minuman yang di bawanya membasahi bagian depan seragam siswi itu.
__ADS_1
~ plak ~ sebuah tas pinggang langsung mendarat di pipi Andi.
" Astaga . Maaf bel. gw gak tau elu lewat sini, beneran deh suer. dan gw gak sengaja bel taku elu jatuh aja. " elak andi yang memang tak sengaja mendpatkan rejeki Ndomplok
keributan antara Andi Rama Dan Bela mengundang seluruh mata menuju ke arah mereka bertiga.
Seorang Siswa segera menuju kearah mereka . " Apa maksudnya Andi .. jadi karena kamu gak bisa lihat pengumuman kamu marah ama Pacar aku. " ucap Shanto kepada Andi .
yah shanto emang tergila gila dengan kecantikan bela di sekolah ini. bela adalah salah satu Dewi di sekolah ini yang sangat di kerjar kejar oleh seluruh siswa di sekolah. namun Bela tidak pernah menerima permintaan Cinta dari mereka. dan entah apa alasan bela tidak pernah pacaran di sekolah ini membuat banyak siswa menjadikan bela sebagai objek taruhan oleh siswa laki laki. karakter bela yang tertutup di sekolah dan kurang berteman membuat semua manjadi sangat penasaran Dewi sekolah ini.
" Hah. " terkejut andi mendengar pernyataan shanto " Gw jujur gw yang di tabrak san " jujur andi pada semua orang di sana.
" Mana ada maling mau ngaku. kalau maling ngaku Penjara udah penuh maling sekarang " jawab seorang gadis yang berdiri di depan santo. Siswi ini bernama Rosa.
" Beneran Gw gak ada niat mencoba menyelakai bela " memberikan pernyataan andi
" iya bener yang di bilang andi . Gw pas mau balik langsung aja Si bela Nongol " Membela Rama karena Temanya saat ini sedang dalam masalah ..
" Gw Jujur gw gak nyelakai pacar lu Shan " sambung andi lagi
Bela yang mendengar peryataan Andi pun mengerutkan keningnya karena andi tau saat ini Bela tidak dalam keadaan yang baik untuk mendengar orang membicarakanya. pakainya yang basah dan dia sibuk untuk menutupi bajunya yang mulai terlihat transparan karena basah. membuatnya semakin malu. karena di lihat oleh banyak orang di area ini. dan menambah kekesalanya karena menabrak Andi.
" Jadi Bela . Terserah kamu Mau di apain Kedua Burik desa ini biar kami selesaikan. karena udah menyelakai Dewi sekolah kita ini. " tanya shanto kepada bella yang sekarang masih berdiri malu dengan kejadian saat ini.
bella hanya bisa diam saja saat ini.
" Bejo , seno, Abdul . Tarik andi ke halaman belakang parkiran " Perintah Shanto kepada teman temanya. andi pun segera di tarik ke halaman belakang. Siswa dan siswi yang takut kalau hal mengerikan terjadi tidak berani mengikuti rombongan mereka ke tempat di bawanya andi dan rama itu.
" Ini Pakai Aja dulu jaket aku untuk mu. Aku takut nanti kamu Masuk angin " mengambil kesempatan Shanto menjadi pahlawan Untuk Bella Gadis misterius di sekolah ini.
bella sedikit banyak merasa terbantu oleh Shanto Jika saja saat ini tidak ada shanto pasti Bella akan menerima tamparan yang memalukan karena tidak sengaja berurusan dengan bocah miskin dan udik itu. dan bella tidak mau terlibat jauh oleh orang-orang di sekelilingnya .
__ADS_1
--
di halaman belakang andi dan shanto bersimpuh dengan lututnya di baawh karena bagian belakang lututnya basu saja kena pukulan beda tumpu. sepertinya seseorang memukul dengan sebuah balok kayu yang membuat andi dan rama segera bersimpuh.
pukulanya tidak terlalu kuat namun dapat membuat kuda kuda kedua orang ini hilang seketika.
seseorang berjalan menuju tengah kerumunan . Ini Adalah Shanto dengan di ikuti oleh Bella.
' Ya Tuhan jauhkan hambamu dari fitnah dunia yang terlalu keja ya tuhan ' do'a andi kepada tuhan, karena di sana juga ada seorang satpam yang ikut menonton kejadian itu dan tidak melakukan apapun hanya tersenyum puas di wajahnya.
yah satpam sekolah itu telah menerima selembar uang merah sebagai bayaran kebebasan perlakuan anak anak sekolah itu.
" Shan Pak De mau ngabisin Kopi dulu ya. Ntar keburu dingin " ucap satpam itu kepada Shanto
" aman pak de. sebelum kopi pakde habis udah selesai urusanya." ucap shanto dengan tenang karena shanto adalah anak kepala Komite sekolah ini jadi tidak banyak yang berani melawan ataupun memarahi Shanto jika Dia melakukan sesuatu yang melanggar di sekolah.
Shanto mengeluarkan sebatang rokok . membakarnya dan menghembuskan asapnya ke muka Andi . sambil setengah jongkok shanto berbicara kepa Rama dan Andi.
" Kalian berdua ya. Sekarang udah gak bisa ngelak dari malaikat maut " Ucap santo dengan nada emosinya.
namun andi tidak menjawab apapun karena keadaanya saat ini. dia membuka matanya dan melihat sebuah bayangan yang spertinya di kenalinya melintas di beberapa kerumunan orang orang ini. tapi dia tidak dapat bangkit dan pergi saat ini untuk mengejar seseorang yang sepertinya familiar dan dia sangat mengenali wajah itu. itu mirip dengan dirinya. . apa karena dia takut saat ini sehingga dia berhalusinasi. namun spertinya bayangan itu nyata.
' ah sudahlah mungkin cuma fatamorgana. sekaran masalah besar sedang di depanku ' gumam andi dalam hati.
" Heh " emosi shanto main memuncak saat mengetahui andi tidak peduli dengan omonganya " Ini akhir riwayat lu Andi Dan rama . gua janji kalian gak akan pulang dalam keadaan bisa di kenali sekarang " ucap shanto dengan arogan. sambil menekan wajah Andi.
" ini bakalan jadi pelajaran berharga kalau kalian berani nyentuh barang berharga milik gue " lanjut shanto sambil meludah ke muka andi.
" Bejo, Seno. habisin ni anak " titah Shanto
" Nanti gimana Shan kalau dua anak ini mati " ucap Seno takut membunuh seseorang saat ini apalagi komplek sekolah.
__ADS_1
ya langsung saja bejo memukul bagian leher Andi yang tadi pagi di gigit oleh Green Viper itu.
pukulan pertamya langsung Membuat Andi jatuh tersungkur dan.....