
... pingsan setelah menerima pukulan pertama dari Bejo.
" eh jok elu pake perasaan dong kalau mukul. Kita bukan pembunuh lo , ijazah gw aja belum keluar anjir. " seru seno yang saat ini tengah ketakutan melihat kejadian jatuhnya Andi Pingsan.
" Gak kok . Gua pake 50% dari tenaga gw biasa doang biar si Andi Buka mulut aja " Jawab bejo sambil ketakutan atas perbuatanya barusan.
Shanto juga tidak kalah khawatir jika andi menimbulkan masalah terhadapnya.
" Bawa mobil gw kemari. Kita Bawa Mereka berdua kerumah sakit " seru shanto kepada ketiga temanya itu.
salah satu teman shanto membawa mobil tepat ke tengah kerumuman yang sedang berkata tentang shanto yang berani berbuat dan bertanggung jawab untuk membawa Andi kerumah Sakit. namun ada juga yang menyayangkan perbuatan shanto terlalu kejam untuk seorang Siswa Sekolah. " udah seperti gangster aja mereka " seru salah seorang di sana.
Bella yang saat ini bersama shanto pun terkejut akan perpindahan peristiwa yang begitu tiba tiba ini. membuatnya terucap.
" Shan Aku ikut anterin mereka ke Rumah sakit ya " mohon Bella yang sedang dalam suasana hati terbolak balik akan perpindahan peristiwa ini.
yah bagaimana tidak semua berawal dari kecerobohan Bella sehingga peristiwa besar ini terjadi saat ini.
Rama mengangkat tubuh Andi yang lemas sambil berbicara " Kalian sudah bukan manusia lagi. apakah kalian tidak punya hati lagi " celetuk Rama Yang takut dan dan terbawa emosi bahwa sahabatnya sekarang tidak sadarkan diri.
rama Andi Shanto Bejo dan Masuk ke dalam mobil shanto .
sedangkan bella membawa mobilya sendiri dan membawa seno sebagai temanya di mobilnya.
bella tidak suka membawa banyak orang kedalam mobilnya. apa lagi teman wanitanya . dia membawa seno juga karena takut dirinya dalam masalah dalam perjalanan sampai kerumah sakit.
" Lho udah beres " berkata satpam yang berjalan ke arah halaman belakang dan melihat semua sudah bubar. meninggalkan lokasi kejadian.
dalam perjalan yang agak sepi tiba tiba mobil Shanto berbelok Ke Sebuah lorong yang sepi Seperti mengarah ke sebuah perkebunan kelapa sawit.
Bella yang tidak tahu pun mengikuti saja di belakang mobil milik Temanya itu.
kedua mobil itu akhirnya berhenti di sebuah Villa kebun yang biasa di pakai oeleh mandor untuk rumah tinggal selagi mengurus pekerjaan perkebunan sawit itu.
__ADS_1
Rama Langsung saja di pukul dengan sebuah balok oleh Bejo , sehingga membuatnya pingsan juga.
dan di seretlah mereka berdua kedalam sebuah gudang di villa kebun milik keluarga Shanto ini. andi dan rama di ikat di sebuah kursi.
Bella yang ikut pun terkejut dengan kegiatan mereka saat ini. yah bagaimana tidak. Rencana mereka hanya ingin memberikan andi dan rama pelajaran bukan untuk menculik mereka.
Jantung Bella berdegup naik turun,. melihat pemandangan megerikan yang di lakukan oleh shanto.
Memang sebenarnya ini adalah kali ketiganya Andi dan rama Di culik oleh Shanto Hanya karena Masalah sepele. Andi dan Rama merupakan Sebuah mainan yang tidak bisa mereka buang begitu saja karena menyiksa dan mempermaikan kedua anak ini membuat Geng 4 orang itu merasa bahagia.
Seno yang saat ini masih berada di luar segera masuk kedalam kolong mobil milik Bella Merusak bagian mekanisnya agar mobilnya tidak dapat pergi.
yah sebenarnya Shanto sudah berencana untuk membawa Bella Ke Vilanya ini untuk mengajaknya bersenang senang. atau bahkan berencana melakukan sesuatu yang buruk kepada bella karena sudah hampir puluhan kali cinta Seno di tolak oleh bella.
Niat jahat terpendam di fikiran shanto pun mulai berjalan karena dengan tidak di rencakan Bella saat ini memberikan celah dan kesempatan untuk Shanto berbuat sesuatu yang jahat kepadanya. Wajah Bella yang cantik dan misterius sebagai seorang Siswi selama pendidikanya menjadikan semua orang berfikiran mesum saat melihatnya. Rambut panjang lurus sepinggang. karakter yang anggun. senyuman yang menawan pasti membuat seluruh lelaki jatuh hati kepadanya.
Berjalan ke arah ruang tamu sebuah Villa Shanto mengajak Sheila untuk istirahat sejenak dan ingin menjelaskan kenapa Rama dan Andi di bawa Kemari.
" Jangan Takut Bell Mereka sudah aku panggilin Dokter keluarga kami. mereka sudah sering main ke villa ini. " Sebut shanto dengan santai.
" Andi Emang sering datang kesini untuk bantu bersihin villa ini dan tekadang dia ketiduran karena lelah . Tadi aja Si Bejo cuma Ngelus lehernya dia langsung tidur." jelas Shanto memberikan Alasan sedikit. " Jadi Bella kamu gak usah khawatir amat deh sama sampah kaya mereka berdua. baiknya kamu juga duduk di sini aja. ayah udah aku mintain tolong untuk nyuruh anak buahnya nganter Pengumumanya kemari . biar kita bisa cek di sini aja. emang gara gara si miskin itu kita gak ada kesempatan untuk cek pengumuman langsung di sekolah. "
" terus sekarang apa yang kita lakuin " Tanya bela lagi kepada Shanto yang tengah duduk sambil membakar ujung rokok yang di apit oleh kedua bibirya dan sambil sekali sekali memandangi tubuh ramping dan cantik milik bella.
" Kita ngobrol duduk santai dulu sambil nunggu makanan untuk makan siang karena habis siang ini kita bakalan ada pesta kelulusan di pantai Toba. kamu ikut kan dalam pesta ini . " ajak shanto kepada bella.
" Sepertinya aku gak bisa ikut karena aku kurang enak badan " alasan Bella menghindari pertemuan selanjutnya dengan shanto.
Namun saat di dalam vila tengah terjadi tawar menawar ajakan pesta kelulusan . si Seno yang sudah di berikan instruksi oleh Shanto melalui Pesan KP ( kirim Pesan 'aplikasi Pesan buatan Indonesia' atau sejenis WHatsApp yang kita gunakan sekarang ) langsung menuju ke kolong mobil milik Bella Untuk Mencabut beberapa komponen utama mesin Tidak merusak namun mobil tidak akan bisa menyala Saat di starter. dan juga seno mengambil ponsel milik Bella dan mematikan daya ponsel bela menyembunyikan ponsel bella di Kantong Celana Rama . ini merupakan salah satu rencana Shanto.
Seno yang tidak tau maksud dari rencana Shanto mau saja di suruh karena memang sudah biasa Shanto memberikan perintah layaknya seorang Kepala Bos Di antara mereka. dan biasanya Shanto memberikan beberapa Lembar untuk setiap tugas yang di berikan kepada teman temanya itu.
--
__ADS_1
seno masuk kedalam ruang tengah vila sambil mengedipkan mata kepada shanto yang mengartikan semua sudah beres.
" Jadi gimana bella kalau kamu males nyetir sendiri biar aku atau kamu pilih di antara temen temen aku yang jadi sopir kamu " Rayu paksa Shanto kepada Bella
" Gak Usah Shan . Papa Aku udah nungguin aku. "
~ tok tok tok ~
sebuah pintu di ketuk dengan irama ketukan.
dan seorang berbaju putih dengan kaca mata berdiri di depan pintu .
" Tuan Shanto Saya datang kemari. Apakah ada yang membutuhkan bantuan saya " tanya dokter itu kepada shanto
" eh iya hampir kelupaan . temen aku yang kemarin tadi kecapean dan sekarang lagi istirahat di gudang . aku takut mereka pingsan atau kenapa padahal gak kerja berat " memberikan keterangan palsu kepada dokter keluarganya.
" oh iya tuan saya akan langsung ke gudang memeriksa keadaan teman tuan shanto "
dokter itupun tanpa melangkah masuk kerumah shanto segera memeriksa keadaan Rama dan Andi. ' ini bukan karena kelelahan ' gumam dokter yang memeriksa rama dan andi yang berbaring di atas meja di gudang. yang di jaga oleh Bejo dan tino sambil bermain game moba di ponselnya,.
" jadi gimana keadaan mereka dokter Aldi. ? " tanya tino kepada dokter Aldi
" Rama sepertinya baik baik saja dan tekanan darahnya norma. yah berbeda dengan Andi ini. Tekanan darahnya sangat lemah dan dia sepertinya keracunan sesuatu . dari warna kulit dan kelopak matanya sepertinya dia butuh perawatan medis ." jelas dokter kepada 2 orang yang fokus kepada layar ponselnya itu.
Bella pun yang sudah berada di dalam gudang penyimpanan peralatan pertanian itu pun terkejut dengan penjelasan dokter itu.
" Jadi gimana dok bisakah Andi Di selamatkan " tanya bella semakin khawatir oleh keadaan sekarang
" yah mungkin aku akan sedikit lebih lama di sini . saya permisi sebentar untuk mengambil peralatan di mobil saya. " dan dokter yang dapat menebak masalah sebenarnya terjadi pun tidak mau mengambil keputusan yang dapat membuat Tuan muda rumah ini murka kepadanya dan bisa saja dia di pecat dari jabatan Dokter Keluarga mereka. ya bagaimana tidak Gaji sebagai dokter keluarga lebih besar daripada bekerja di sebuah rumah sakit ternama sebagai dokter spesialis.
sebenarnya dokter ini paham betul dengan tingkah laku tuan muda yang sering membawa temanya ke gudang. terahir kali dokter ini memberikan sebuah amnesia kepada teman perempuan yang di bawanya ke gudang itu. jadi dokter dapat menduga bahwa saat ini tuan muda Shanto juga melakukan sesuatu yang tidak kalah extrem kepada dua orang temanya itu.
jadi doket Aldi memilih Jalur Aman dari pada tambang uangnya lepas dari genggamanya itu.
__ADS_1
Sambil memandangi tubuh temanya bela duduk di kursi yang telah tersedia . bela berfikir keras dalam kepalanya bahwa jika datang polisi ke tempat mereka , bahkan dia bisa di jadikan salah satu tersangka penganiayaan teman sekelasnya.
Galau dan gundah mengubah expresi Siswi yang saat ini masih menggunakan seragam sekolah yang basah di tutupi oleh jaket milik shanto itu pun mulai menitikkan air mata .....