
Universitas Martial, kamar asrama pribadi Lingfan.
Lingfan masuk kedalam universitas dengan gelar jenius terbaik angkatan ini dan menerima perlakuan khusus diantaranya adalah sebuah kamar asrama pribadi. Pada saat ini Lingfan sedang duduk bersila sambil memikirkan sesuatu.
“kurasa aku akan memilih angin, aku sudah memiliki petir dan api untuk menyerang dan tanah dan air untuk bertahan jadi kurasa aku akan mengambil angin sebagai elemen kelimaku untuk memudahkanku melarikan diri saat aku dalam bahaya. Selain itu aku yakin teknik yang aku dapatkan saat membuka elemen angin adalah teknik yang berhubungan dengan kecepatan.” Kata Lingfan
Perlu diketahui bahwa setiap kali Lingfan membuka bintang elemen baru , maka akan muncul sebuah teknik yang menggunakan elemen dari bintang yang terbuka tersebut sebagai dasarnya.
Lingfan saat ini sedang berusaha untuk membuka bintang keempatnya, tetapi setelah beberapa waktu mencoba dia masih belum mendapatkan hasil yang benar.
“senior mengapa lebih sulit bagiku untuk membuka elemen ke 5 dari pada 4 elemen awal?”.
“akhirnya kau bertanya tentang hal ini , aku sebelumnya sudah menyadari hal ini , tetapi tidak memberitahumu, apa kau tahu alasannya?”
“mengapa demikian senior?”Lingfan bertanya dengan sopan meminta bimbingan
“hal itu dikarenakan sifat keras kepalamu itu, apa yang aku beritahukan belum tentu akan kau dengarkan meski hal itu kebenaran, maka dari itu aku memutuskan untuk membiarkanmu merasakannya sendiri.”
“baiklah senior junior ini mengerti kesalahannya, tolong bimbingannya senior”. Lingfan berkata dengan hormat.
“Alasan sebenarnya adalah karena kau terlalu sombong dan memaksa, kau terlalu memakasakan diri untuk membuka semua bintang dengan lebih cepat, yang menyebabkan penurunan kekuatan pada bintang bintang tersebut, sudah sangat sulit untuk memiliki empat bintang pada saat kultivasimu masih rendah, bahkan orang biasa hanya memiliki tiga elemen saat sudah mencapai petarung roh tetapi anda memiliki 4 ketika anda bahkan belum mencapai alam petarung roh, selain itu meskipun kebangkitan elemenmu tidak terkekang dengan aturan kultivasi, tetap saja tubuhmu tidak mampu menahan itu.
Aku sarankan kau membangkitkan elemenmu saat sudah mencapai alam petarung roh begitu seharusnya, jika aku tidak salah , kau sulit membangkitkan elemen ke lima karena tubuhmu masih mengikuti aturan dimana hanya bisa membangkitkan elemen baru di ranah kultivasi tertentu.
"sebaiknya kau tunggu sampai kau menjadi petarung roh sebelum membangkitkan elemen kelimamu”
“bagaimana dengan elemen keenamku?”
“aku sarankan kau tidak membangkitkan elemen keenam dahulu bersamaan dengan yang kelima,biarkan tubuhmu terbiasa dahulu dengan elemenmu yang sudah ada"
kemudian perlahan kamu melatih tubuhmu menjadi lebih kuat, sehingga pada kebangkitan selanjutnya kau dapat membangkitkan 2 elemen"
“sekarang kau mengerti bukan alasan aku mengatakan kau terlalu memaksa?”
“iya senior, junior sudah tahu kesalahannya”
__ADS_1
aku hanya dapat memberimu saran bahwa sebaiknya anda berhenti memikirkan tentang elemen selanjutnya dan mulai fokus untuk memperkuat dan memurnikan energi tiap bintang.” Kata pria tua itu,sambil pergi meninggalan Lingfan sendiri.
Setelah lelaki tua itu pergi, Lingfan menghela nafas kemudian kembali duduk bersila dan memejamkan matanya. Apa yang dikatakan oleh lelaki itu sangatlah membuka matanya, sebelumnya dia hanya secara paksa membuka setiap lapisan bintang didalam tubuhnya tanpa mengetahui kekuatan sebenarnya dari teknik tersebut. Tetapi pada saat ini berkat bimbingan dari pria tua itu Lingfan berhasil menemukan jalannya. Mulai dari sekarang Lingfan hanya akan fokus adalam penggunaaan elemen yang dia miliki saat ini sambil memurnikan energi di dalamnya. Selain itu dia akan melatih fisiknya lebih lanjut agar kebih muda baginya untuk kebangkitan elemen keenam sampai kesembilan.
Sepuluh jam berlalu dalam sekejap mata, Lingfan pun keluar dari dalam kalung semesta karena waktu di hari ini sudah habis. Pada saat ini aura Lingfan menjadi lebih kuat dari sebelumnya,
jika sebelumnya aura Lingfan tenang seperti musim hujan tetapi masih banyak auranya yang bocor, tetapi pada saat ini aura Lingfan benar benar sangat tenang seperti pedang yang disarungkan,
tampak tidak berbahaya,tetapi tetap membuat orang takut. Hal ini dikarenakan saat ini Lingfan sudah dapat menentukan jalan yang tepat baginya untuk maju.
“kemajuanku saat ini sudah sangat baik, selain itu auraku jauh lebih stabil dari sebelumnya dan juga aku merasa bahwa bintang elemen di tubuhku lebih kuat dari sebelumnya. Hmm bagaimana jika kita uji saja”
Dan seperti itu Lingfan meninggalkan asramanya dan pergi ke suatu tempat.
Universitas Martial , gedung pelatihan
Saat ini disuatu ruangan tampak seorang anak muda sedang mengendalikan api dengantangannya pada saat ini. Jika dilihat lebih dekat tampak bahwa api tersebut memiliki lapisan petir yang menyelimutinya.
“sepertinya 3 kali adalah batasku saat ini”. Kata remaja tersebut terengah engah. Remaja itu adalah Lingfan yang sebelumnya memutuskan untuk mencoba hasil kultivasinya vbsetelah mendaoat bimbingan dari pria tua itu. Dapat dilihat bahwa daerah sekitarnya dengan radius 100 meter hangus terbakar.
Hal itu karena hanya pada tingkat kedua setiap bintang akan dapat bergabung dengan dantian ku dan berubah jadi dantian yang baru. Dengan kata lain adalah aku memiliki 9 dantian.
Tetapi seberapa lama hal itu, aku bahkan hanya memiliki 4.sepertinya hanya di alam dewa roh aku dapat mencapai tingkat kedua, hmm pasti sangat kuat”
“apakah kau pikir alam dewa roh itu sangat kuat nak, aku mampu menghancurkannya semudah membunuh semut jika aku berada pada puncak kekuatanku, dan juga sebenarnya kau tidak harus menunggu sampai semua bintangmu terbentuk untuk mencapai tahap kedua” pria tua itu tiba tiba muncul disisinya
Tetapi Lingfan tidak peduli sama sekali, hal yang dia pedulikan kali ini adalah perkataan pria itu. Pria itu mengatakan bahwa mungkin dia tidak harus menunggu sampai kesembilan bintangnnya terbentuk.
Seberapa bersemangat Lingfan mengdengar hal itu, dia bahkan merasa bahwa dia ingin terbang setelah mendengar dari pria tua itu.
“tetapi itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Hal ini karena kau harus meleburkan bintang ditubuhmu secara paksa kemudian dimasukan kedantianmu dan disusun kembali, dan terus terang proses itu adalah sesuatu yang bahkan aku sedikit takut. Kau juga akan mengalami penderitaan berupa rasa sakit selama 7 hari penuh pada saat bintang mencoba menyatu dengan dantianmu. Dan selain itu kau juga harus menyiapkan tanaman yang bernama bunga lidah naga, yang mana nantinya akan memudahkanmu untuk meleburkan bintang kedalam dantianmu.”
Dan juga jika kau melakukannya saat kau hanya memiliki 4 elemen ,maka kau hanya akan memiliki 4 dantian dan jika ingin menambah elemen lain maka kau harus melakukan ulang.”
“jadi tidak usah terburu buru, aku sarankan kau untuk melakukan peleburan paksa saat kau sudah memiliki setidaknya 7 elemen.”
__ADS_1
“bunga lidah naga” wajah Lingfan pahit, dia bahkan tidak pernah mendengar hal seperti itu. Dan jika memang ada bunga lidah naga pasti merupakan harta tingkat surga yang tidak pernah ditemukan disini, dan hanya dapat ditemukan di pusat benua.
“owh benar taman didalam batu semesta, aku penasaran apakah ada tanaman seperti itu disana, hmm kurasa aku akan mengunjungi tempat itu besok”. Kata Lingfan bersemangat.
Setelah satu jam Lingfan meninggalkan ruang pelatihan dan akan kembali ke asramanya ketika seseorang menepuk pundaknya.
tampan apa yang kau lakukan disini sendirian?” kata seorang gadis yang telihat dewasa.
Gadis itu adalah shen xue yang sebelumnya membuat taruhan dengan Lingfan, setelah hari dimana dia memenangkan taruhan, Lingfan tidak pernah melihatnya lagi, jadi agak mengejutkan baginya untuk shen xue tiba tiba muncul disini.
“Hei, ada apa dengan wajah itu, apakah kau terkejut melihatku?,haha aku baru saja kembali dari pertukaran pelajar di negara besar qin.
“owhh” kata Lingfan
“hei itu tidak sopan kau tahu, bagaimanapun aku ini gurumu, kau harusnya sedikit lebih hormat padaku”. Kata shen xue dengan imut
kau lupa taruhan kita?” tanya Lingfan
“baiklah jangan ungkit itu lagi dasar tukang pamer, owh ngomong ngomong apa yang kau lakukan disini, bukannya kau harusnya ikut pesta penyambutan mahasiswa baru?”
“ada pesta seperti itu?” Lingfan terkejut. Sebelum akhirnya menyadari bahwa dia terlalu sering berada di dalam kalung sehingga hampir melupakan tanggal.
“hmm jangan bilang anda sedang berusaha untuk bolos?, bagaimana jika aku membantumu dengan itu?” tanya shen xue
“tidak terima kasih , aku masih ingin hidup damai ditempat ini, jika aku” kata Lingfan datar.
.kemudian dia melanjutkan
“aku pergi dulu ya, guru xue, atau haruskah ku bilang kakak xue”
Kemudian Lingfan pergi dan meninggalkan shen xue yang tercengang.
“betapa berani, dia bahkan memanggil gurunya dengan sebutan kakak, pria yang menarik
Setelah itu shen xue pergi meninggalkan ruangan dan menuju ke arah tertentu
__ADS_1