
Meski sangat penasaran, pada akhirnya lingfan tidak bertanya,
Pada saat ini akhirnya tiba gilirannya untuk masuk kearena,lingfan langsung melompat masuk kearena, dan tanpa berbicara dia menunjuk ke arah jenius keluaga qin, qin yan. Qin yan yang melihat lingfan merasa kesal dan langsung melompat turun ke arena.
“yo.. bukankah ini udik yang ingin membunuh orang,kau tahu aku sudah muak dengan wajahmu itu,karena kau mencari kematian dengan menantangku, maka akan ku kabulkan itu padamu. Ucap qin yan dengan arogan.
Banyak penonton yang juga dibuat terkejut oleh tindakan lingfan, mereka berpikir bahwa lingfan setidaknya akan menantang qin qing atau mo qiu lebih dulu,karena mereka yang terlemah diantara yang lainnya.
Saat ini lingfan hanya diam,ditempat dan tidak berbicara, dimatanya semua ini seolah hanyalah permainan anak anak yang membosanka.
“yoo, udik,apa kau bisu, atau kau terlalu takut, heh aku berikan kau waktu untuk menyerah sekarang sebelum terlambat,jika tidak aku akan pastikan bahwa kau tidak bisa meninggalkan arena hari ini. Ucap qin yan.
Lingfan yang mendengar hal itu hanya terdiam,dan tidak merespon. Tetapi didalam dia sudah merasa sangat amat marah, tidak membiarkan dia meninggalkan arena?,
‘karena kau yang meminta maka aku akan mengabulkannya.” Sebuah aura tidak terlihat mulai muncul disekitar lingfan yang tidak disadari oleh siapapun.
Pada saat ini mo qingcheng yang sedang berkultivasi terbangun dari kultivasinya begitu dia merasakan aura ini.
“aura membunuh yang sangat kuat,bahkan kekuatanku ditekan. Aura milik siapa ini?” mo qingcheng berpikir dalam hati. Tak lama kemudian dia pun mulai menyadari
“jangan-jangan itu tuan lin” mo qingcheng bergegas keluar dari ruangannya dan menuju ke arena. Sesampainya dia diarena dia melihat dua orang saat ini sedang berdiri di arena.
“sesuai dugaanku itu tuan lin, tapi mengapa itu keluar darinya?, apa qin yan memprovokasinya?” mo qingcheng bingung
“hei udik aku memberimu kesempatan tetapi kau tidak menghargainya, jika begitu jangan salahkan aku jika nyawamu hilang.”
__ADS_1
Saat mendengar kata kata qin yan wajah mo qingcheng berubah pucat. Hal ini bukan karena ia takut lingfan akan terbunuh melainkan sebaliknya.
“tuan lin , aku minta maaf tapi,bisa kah kau mengampuni nyawa qin yan” mo qingcheng berbicara dengan lingfan melalui batin
“nona mo, aku sarankan kau tidak ikut campur dalam urusanku kali ini, dia harus mati.” Lingfan berkata dengan dingin
“aku mohon tuan lin,demi aku tolong ampuni nyawanya, aku akan melakukan apapun yang kau mau?”
Mendengar hal ini lingfan tiba tiba berkedut
“ada apa , apa kau menyukai dia? Dia calon pasanganmu?”
“tidak tentu tidak, aku bahkan tidak menyukainya sama sekali, hanya saja keluargaku berhutang pada ibu dari qin yan karena pernah menyelamatkan ibuku pada saat mereka masih muda,jika ibunya tahu anaknya sudah mati,aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri dalam hidup ini” mo qingcheng mengeluarkan air mata pada saat ini.
“aku mohon tuan lin ,ampuni nyawanya, meski harus menjadi budakmu aku akan bersedia, asal kau bisa mengampuni nyawanya.”
“aku tidak akan membunuhnya, tetapi dia harus lumpuh”
Mo qingcheng pada awalnya bahagia mendengar kalimat pertama, tetapi setelah mendengar kalimat kedua, dia pada akhirnya hanya bisa tersenyum pahit. Setidaknya nyawa qin yan masih selamat meski dia lumpuh pada akhirnya.
Baiklah mari kita mulai pertandingannya.... siapp.... mulai....”
Hei bocah udik,kau akan menerima hadiah karena telah mengabaikan kata kata dariku.
Tarian angin berputar.” Qin yan mengeluarkan teknik mendalam tingkat tinggi
__ADS_1
Saat wasit meneriakkan tanda dimulainya pertandingan,mata lingfan yang awalnya tertutup tiba tiba terbuka, tanpa tanda apapun sebuah pedang api muncul ditangan lingfan,dan diikuti lingfan yang bergerak dengan cepat kearah qin yan, dan dalam sepersekian detik lingfan berlari melewati pusaran angiin yang buat oleh qin yan.
Pusaran yang terbentuk oleh qin yan tiba tiba menghilang dan disertai dengan teriakan yang memekakkan telinga.
Setelah pusaran angin tersebut sepenuhnya hilang, para penonton saat ini dapat melihat bahwa tangan dan kaki qin yan telah di potong dan terputus.sehingga saat ini persendiannya penuh dengan darah dan qin yan terbaring dengan tak berdaya di lantai arena.
“kauu.... apa yang kau lakukan dasar bajingan, kau curang, kembalikan anggota tubuhku dasar kau bajingan udik sialan.” Qin yan berteriak dengan histeris sementara lingfan mengabaikannya dan mulai berjalan keluar arena.
“kauu... aku akan membunuhmu, aku akan membunuh semua keluargamu dasar udik tidak berguna”
Saat mendengar apa yang dikatakannya,lingfan yang pada awalnya sudah akan keluar arena tiba tiba berhenti. Aura membunuh yang tidak terlihat sebelumnya sepenuhnya dilepaskan kali ini dan diarahkan kearah qin yan.
melihat hal ini bahkan para wasit dan juri tercengang oleh aura pembunuh yang sangat kuat. Sangat tidak mungkin aura yang begitu pekat muncul dari anak yang hanya berusia 20 tahunan, untuk memiliki aura membunuh aura pembunuh seperti itu, orang tersebut paling tidak harus membunuh setidaknya 100 orang.
“pada saat ini qin yan yang menerima tekanan dari aura pembunuh milik lingfan sudah sepenuhnya pucat dan tidak berwarna, bahkan pada saat ini bagian bawah miliknya sudah sangat basah oleh air seni miliknya.
“kau tahu, aku sebelumnya sudah sangat ingin membunuhmu saat pertandingan belum dimulai, tetapi karena berjanji pada seseorang pada akhirnya aku tidak membunuhmu dan hanya akan melumpuhkanmu” saat ini dia mengaliihkan perhatiannya kepada mo qingcheng yang ada di area penonton.
“nona mo, kau sudah mendengar apa yang dia katakan sebelumnya, bukan hanya dia tidak mengakui kekalahan, dia bahkan mengancam saya dengan menggunakan keluarga saya. Nona Mo kau seharusnya sudah tahu jika keluargaku adalah skala terbalik ku, karena itu aku mohon maaf karena tidak bisa menerima permintaanmu”
Mo qingcheng saat ini hanya bisa tersenyum pahit, dia sebelumnya sudah membuat jalan keluar bagi qin yan dan memperingatkannya, tetapi bukan saja dia tidak melakukannya ,dia bahkan mengatakan bahwa mo qingcheng terlalu menganggap serius lingfan.
:”tidak...tidak jangan bunuh aku....keluargaku tidak akan pernah memaafkanmu....aku adalah pewaris dari keluarga qin, kau tidak bisa membunuhku.”
“katakan itu saat kau sudah bertemu dengan yama.” Sebuah pedang dari elemen api muncul ditangan lingfan dan menebas kepada qin yan.
__ADS_1
Pada saat ini,seluruh arena menjadi sunyi,bahkan suara jarum yang jatuh akan sangat terdengar hal ini karena tidak ada yang pernah menyangka bahwa lingfan akan benar benar membunuh lingfan tepat didepan mata semua orang.