
Bahkan pelayan yang membantu linger yang saat ini sedang melihat kekaca linglung dengan penampilannya. Tidak disangka gadis muda yang sebelumnya sangat kumuh bisa menjadi sangat cantik.
“tuan muda bagaimana penampilan linger saat ini?.” Linger bertanya kepada lingfan saat ini.
Lingfan pun akhirnya tersadar dari lamunannya setelah mendengar suara manis linger
“ling’er kau sangat cantik”
“terima kasih atas pujiannya tuan muda” linger menjawab dengan malu malu saat ini wajahnya merah.
“benar jika sudah selesai, bagaimana dengan pergi makan siang?” saat ini sudah siang hari dan meski para kultivator tidak perlu terlalu sering makan, lingfan menganggap itu sebagai hobi yang paling disukainya. Di tambah saat ini ada kecantikan yang menemaninya, dia tidak dapat menahan perasaan bangga.
“baik tuan muda” linger menjawab dengan patuh.
Setelah mereka selesai dengan makanan lingfan membawa linger kehotel tempat dia menginap dan memesan kamar disamping kamarnya yang kebetulan sedang kosong sebagai tempat tinggal linger. Tetapi saat ingin memesan lingfan terkejut hingga tidak bisa berkata kata oleh perkataan linger
“linger ingin sekamar dengan tuan muda, linger takut tuan akan meninggalkan linger.”
Setelah beberapa saat berdebat lingfan akhirnya menyerah berdebat dengan linger dan pada akhirnya memilih kamar yang lebih besar untuk dua orang dengan tempat tidur terpisah.
Setelah sampai di kamarnya, linger mulai menjalani perannya sebagai seorang pelayan dengan membantu lingfan melepas sepatu dan kaos kakinya serta merapikan tempat tidur dan memasak untuk lingfan.
‘alangkah indah jika xiaofei juga ada disini” lingfan menghela nafas.
Meski nampak diluar lingfan adalah pria yang polos tetapi jauh didalam hatinya dia adalah seorang yang absurd. Dari kecil lingfan memiliki impian untuk membangun harem miliknya sendiri. Tetapi keinginan tersebut padam saat dia mulai menyadari bahwa xiaofei adalah orang yang cemburuan, dan tidak menerima wanita lain disisinya. Tetapi harapan tersebut timbul lagi saat membaca surat dari xiaofei yang dia terima dari mo qingcheng, meski surat tersebut kemungkinan besar sudah diubah, tetapi lingfan masih menyimpan harapan dihatinya saat ini. Selain itu dia juga diberkati dengan pelayan yang sangat cantik disisinya saat ini, bagaimana mungkin dia tidak bahagia.
“tuan muda, makanannya sudah siap”. Teriak linger dari ruang makan
“linger kau tidak harus memanggil ku dengan tuan muda lagi kau tahu, aku tidak terbiasa dengan itu.”
“lalu aku harus memanggilmu apa tuan muda?.” Linger bertanya dengan bingung.
__ADS_1
“kau bisa memanggilku kak ling ataupun kak fan, jangan memanggilku tuan muda lagi oke”
“baiklah kakak fan” linger menjawab dengan malu wajahnya saat ini memerah. Panggilan seperti kak ling atau kak fan biasanya akan dilakukan oleh seorang yang sudah sangat dekat dengannya ini membuat linger malu sekaligus senang karena dia diperhatikan dan disayangi oleh tuan mudanya. Tetapi linger tidak tahu bahwa ini adalah salah satu skema lingfan dalam awal pembentukan dari haremnya.
Tak lama kemudian bel pintu kamarnya berbunyi
“biar aku saja linger, kau duduk dan makanlah” lingfan menghentikan linger yang ingin membuka pintu kamar.
Lingfa kemudian membuka pintu dan terkejut menemukan bahwa ada dua gadis muda cantik satu berpakaian merah dan satu putih sedang berdiri di depan pintu kamarnya, bagaimana mungkin vixen ini bisa sampai ke kamar hotelnya.
Kedua orang itu adalah mo qingcheng dan mo lan, saat ini mereka sedang menatap lingfan sambil tersenyum manis.
“yo, kak lin lama tidak berjummpa,aku yakin kau baik baik saja yaa” mo qingcheng berbicara, dia tersenyum manis.
“lama tidak bertemu huh, apa yang kau lakukan disini” lingfan menjawab dengan ketus
“hei, jangan begitu oke, kita ini berteman oke, dapat dikatakan aku adalah kakak iparmu karena xiaofei adalah adikku”
“ceritanya panjang oke, pokoknya aku adalah kakaknya xiaofei,hmm baunya enak apa kau sedang memasak, aku sedang lapar saat ini jadi aku tidak akan sopan oke.”
Tanpa peringatan mo qingcheng sudah menyelip masuk kedalam kamar lingfan dan masuk ke ruang tamu. Mo Lan yang melihat hal ini hanya bisa tersenyum malu melihat lingfan dan mengikuti mo qingcheng masuk.
“hmm bau yang enak, apa yang kau masak ini ling....”
Suara mo qingcheng tiba tiba berhenti, dia saat ini melihat seorang gadis muda yang sangat cantik sedang makan dimeja dengan mata terbelalak melihat ke arah mo qingcheng.
Suasana saat ini sedang sangat canggung dan lingfan saat ini sedang sangat bingung untuk dapat menjelaskannya.
“umm... halo, aku pelayan kakak lingfan namaku ling’er.” Linger akhirnya berbicara memecahkan kesunyian
Mo qingcheng akhirnya sadar dan mulai menyapa linger
__ADS_1
“halo, aku mo qingcheng, teman dari tuan muda lin dan ini adik sepupuku mo lan,sedang bertemu denganmu linger” mo qingcheng tersenyum manis kepada linliger dan sekaligus tersenyum misterius kepada lingfan, seperti orang yang akhirnya mengetahui rahasia seseorang.
Lingfan saat ini merasa sangat canggung dalam hatinya, dia saat ini bersikap seperti orang yang ketahuan berselingkuh oleh teman dari pacarnya.
“baiklah mari kita duduk dulu, biarkan aku memasak lebih sekarang, kalian silahkan mengobrol.” Pada akhirnya lingfan memilih untuk menghindar kedapur dan memasak makanan lebih.
“kak qing kau sangat cantik, apa kau pacarnya kak ling?” linger bertanya dengan polos.
“kau juga sangat cantik linger apakah kau tidak menyadarinya dan juga aku bukan pacar kak lingmu, mungkin tidak untuk saat ini. Mo qingcheng tersenyum misterius.
“apakah kau pelayan yang lingfan bawa dari rumah?”
“tidak kak, aku baru bersama kak lingfan hari ini, sebelumnya aku hidup dengan ibu asuhku”
Kemudian linger menceritakan bagaimana dia bertemu dengan lingfan dan guo san dan bagaimana akhirnya dia memanggil lingfan sebagai kakak.
“jadi seperti itu yaa.... hei linger, aku takut kau sudah masuk ke perangkapnnya lingfan.”
Lingfan yang mendengarnya dari dapur pun berkedut, dasar wanita vixen.
“masuk perangkap?” linger bertanya dengan bingung.
“yahh jadi seperti ini... lingfan memintamu memanggilnya kakak agar....
“makanan sudah siap, berhenti bercerita dan mari makan....” sebelum mo qingcheng dapat melanjutkan kalimatnya dia dipotong oleh lingfan.
Mo qingcheng hanya bisa berkedut dan mulai makan juga, karena kebetulan dia sedang lapar.
Setelah mereka selesai makan, mo qingcheng tersenyum misterius kepada lingfan dan berkata kepadanya.
“tuan lin sepertinya ada banyak hal yang perlu kau ceritakan kepadaku sebelum aku dan sahabatku nanti akan salah paham...” mo qingcheng berbicara sambil tersenyum manis
__ADS_1
Wajah lingfan saat ini menghitam, dia bingung untuk menjawab dan pada saat yang sama dia merasa kesal, mengapa dia harus bertemu dengannya dan mengapa xiaofei bisa berteman dengan vixen ini.