
Di sebuah taman
Taman ini terletak tidak jauh dari apartemen tempat lingfan menginap, saat ini di bangku taman terlihat seorang pria dan wanita muda duduk bersama, jika dilihat dari jauh mereka terlihat seperti pasangan, tetapi jika seorang melihat dari dekat orang akan dapat merasakan permusuhan yang jelas antar kedua belah pihak.
“baiklah nona mo bukankah sudah ku jelaskan sebelumnya, linger adalah seorang pelayan yang aku temui secara tidak sengaja,aku merasa kasian padanya, sehingga pada akhirnya aku memutuskan untuk menerimanya ke sisiku, dan juga aku tidak ada bermaksud apapun padanya, mengapa kau begitu keras kepala” lingfan menjelaskan dengan kesal
“hmph, teruslah berbohong dan aku akan adukan ke xiaofei, lagipula pelayan mana yang tinggal satu kamar dengan majikannya?, cih semua laki laki pada akhirnya sama saja” mo qingcheng mendengus.
“sudah ku bilang sebelumnya bahwa itu keinginan linger, kau bisa bertanya pada resepsionis jika tidak percaya padaku.”
“pembohong akut, lalu bagaimana dengan panggilan kakak itu,jangan sok suci dengan mengatakan kau tidak terbiasa dengan itu, akui saja kau punya keinginan terpendam”
“sudah ku bilang itu hanya karena aku tidak biasa, tidak ada alasan khusu oke”
“blehh, pokoknya aku tidak percaya, akan kuadukan ke xiaofei”
“hei gadis, kau pikir aku takut untuk memukulmu” lingfan yang saat ini kesal pada akhirnya berdiri dan mendekati mo qingcheng.
“hei, kau apa yang kau lakukan, dilarang memukul seorang gadis kau tahu, dan juga aku teman pacarmu” mo qingcheng yang panik mulai berjalan mundur perlahan
Pada akhirnya hari itu sial bagi mo qingcheng, dia yang sedang memakai sepatu hak tinggi secara tidak sengaja, menginjak sebua batu yang mengakibatkan tubuh nya kehilangan keseimbangan dan dia pun terjatuh. Lingfan yang melihat hal inipun terkejut, tetapi tetap reflek untuk mencoba menangkapnya.
Kemudian pada akhirnya, adegan romantis antar pria dan wanita muda terjadi dimana pria tersebut tidak sengaja ikut terjatuh karena momentum yang tidak stabil dari wanita itu, dan pada akhirnya wajah mereka berhadapan satu sama lain di tanah sementara bibir mereka saling bersentuhan satu dengan yang lainnya.
Owhh tidak, kakak cheng, apa kau tidak apa apa?” tiba tiba mo lan muncul entah dari mana sambil memegang sebuah kamera di tangannya.
Lingfan yang melihat hal inipun tercengang kemudian dia bertanya,
“apa kau merencanakan semua ini?”
“tidak..., tentu saja tidak, ini tidak sengaja oke, dan juga itu ciuman pertamaku dasar kau bajingan tidak tahu malu, akan ku laporkan kau pada xiaofei....” wajah mo qingcheng saat ini merah seperti apel, harus di akui bahwa penampilannya saat ini sangat menawan, bahkan lingfan saat ini linglung melihatnya saat ini.
“apa yang kau lihat ,tidak pernahkah kau melihat gadis cantik sebelumnya?” mo qingcheng berseru dengan marah, tetapi pada saat ini entah mengapa dia juga merasa sedikit bahagia
__ADS_1
“baiklah-baiklah aku minta maaf karena tidak sengaja menyentuhmu nona mo, lain kali akan ku traktir kau makan lagi” lingfan akhirnya menyerah menghadapinya dan memutuskan mengalah.
“bagaimana aku tahu jika kau tidak berbohong, jika kau tulus setidaknya berikan nomormu atau apapun supaya aku bisa menghubungimu dan menagihmu nanti.”
Lingfan pada akhirnya memberi nomor telfonnya kepada mo qingcheng, sambil berkata kepadanya.
“nona mo, tentang linger, aku harap kau merahasiakannya dari xiaofei oke, aku masih bingung bagaimana menjelaskan kepadanya” lingfan berkata dengan tatapan memohon
“hhuh, karena kau telah memberikan nomormu kepadaku ,aku anggap kau cukup tulus, aku tidak akan memberitahukannya.” Jawab mo qingcheng
“baiklah itu bagus, jika demikian aku pamit dulu nona mo, aku ingin berlatih sampai jumpa dua hari lagi” lingfan berkata sambil berlari meninggalkan mo qingcheng
Setelah lingfan meninggalkan taman mo lan mendekati mo qingcheng
“kak cheng ini adalah rekaman dari adegan sebelumnya”
“bagus sekali mo lan, kerja yang sangat baik, nanti aku akan mengajakmu saat makan di tempatnya lagi, ngomong-ngomong makanan sebelumnya sangat enak benar tidak?”
Mo qingcheng tersenyum saat mo lan mulai berbicara tentang kelebihan lingfan, tetapi saat kalimat kedua diucapkan, dia mengamuk dan merasa ingin mencekik mo lan sampai mati
“aku tidak tergila-gila padanya oke, hanya sekedar rasa suka, tidak perlu berlebihan.” Dengus mo qingcheng dengan marah
Mo lan hanya tersenyum misterius, saat ini bahkan reaksi qingcheng sudah sangat berlebihan, bagaimmana mungkin bisa menyangkal hal itu nanti.
“benar kak cheng, adegan ciuman tadi, itu mirip seperti drama yang baru saja ku tonton kemarin, rasanya seperti menonton adegan yang sama dua kali haha, ngomong ngomong kak cheng bagaimana rasa....nya”
“Mo lan tidak menyelesaikan ucapannya karena saat ini dia merasakan aura membunuh yang mengerikan keluar dari tubuh mo qingcheng. Saat ini tubuhnya seolah memperingatkan dirinya untuk mulai berlari agar dapat menyelamatkan hidupnya.
Ternyata peringatan dari tubuhnya benar adanya, pada akhirnya mo qingcheng menangkap mo lan dan membawanya kembali ke rumah sebelum pada akhirnya memukul pantatnya hingga bengkak dan sangat menyulitkan mo lan untuk duduk selama satu hari, bahkan sangat sulit baginya untuk tidur.
“kak cheng ampun, tolong maafkan aku oke, aku tidak akan membahasnya lagi.”
‘huh asal kau sadar, ngomong ngomong, kau harus mengirimkan video itu ke xiaofei, biarkan dia melihatnya,haha aku penasaran bagaimana reaksinya nanti.”
__ADS_1
“baik kak cheng,bagaimana dengan linger tadi?”
“huh,tentu saja, kita juga harus mengirimkan fotonya ke xiaofei juga, kau pikir aku takut dengan bocah laki laki itu, kebetulan aku juga sudah mengambil foto linger secara diam diam saat sedang makan, jujur saja aku sedikit cemburu dengan kecantiknanya yang sangat indah meski masih sangat muda.
“kak cheng ,jika demikian bukankah kalian bertiga akan berbagi suami yang sama di masa depan?”
“mo lan... apa pemukulan pantatnya kurang?”
“su....sudah cukup kak ampun.”
Saat ini di kamar apartemen lingfan
“kak ling kau sudah pulang... ini aku buatkan teh untukmu...”
Saat lingfan membuka pintunya, dia melihat linger berdiri di depan pintu sambil menyapanya.
Linger saat ini tidak terlihat seperti pelayan sama sekali, malah dia lebih terlihat seperti isri yang baik, yang menunggu suaminya pulang kerja. dia saat ini sedang mengenakan celana pendek dan kaos ketat serta memakai celemek.
Lingfan pada akhirnya masuk kedalam apartemen dan duduk di sofa sambil meminum teh yang sudah dibuat oleh linger.
“ohh ya kak ling, selama kau pergi handphonemu berbunyi beberapa kali, tetapi karena aku tidak mengerti cara menggunakannya pada akhirnya aku hanya membiarkannya berbunyi hingga akhir.
Lingfan kemudian melihat handphone miliknya dan memang ada beberapa panggilan masuk dari nomor tidak dikenal.
‘aish, sungguh merepotkan, ini pasti nona mo, ckck wanita ini sungguh merepotkan.’ Pikir lingfan dalam hati
Tak lama kemudian handphone ditangannya mulai berbunyi dan yang menelponnya saat ini adalah nomor yang sama yang menelponnya beberapa kali.”
“maaf aku sedang sibuk sekarang, bisa hubungi aku lain kali terima kasih.”
“owhh sedang sibuk ya, apa kau yakin tidak ingin berbicara denganku?”
Saat lingfan mendengar suara dari telpon dia tercengang dan tidak sengaja melompat dari sofa.
__ADS_1