
Mereka berdua kemudian berjalan bersama, dan masuk lebih jauh ke dalam kota.
Setelah berjalan beberapa menit, Jin Xian melihat sekitar dan sangat kebingungan, karena dia tidak mengetahui di mana halaman luar berada.
"Guru, di mana halaman luar berada? Mengapa kita sudah berjalan begitu lama, tetapi tetap belum sampai ke halaman luar?" Jin Xian bertanya dengan bingung.
Jian Jing Tian menggelengkan kepalanya, "Jin'er, kita berada di kota ini, hanya untuk menginap saja dan mencari beberapa bahan obat untuk membuka titik meridian mu. Dan dalam beberapa hari lagi di kota ini akan diadakan lelang, mungkin saja di sana, kita akan mendapatkan bahan obat yang diperlukan."
Jian Jing Tian melanjutkan perkataannya, "Lagi pula wilayah halaman luar tidak berada di dalam kota, melainkan berada di tengah-tengah hutan yang lokasinya tidak jauh dari kota ini."
"Ternyata kita di sini untuk mencari bahan obat. Lalu kapan kita akan ke halaman luar" Jin Xian berkata dengan rasa kagum yang samar terpancar di wajahnya.
Jian Jing Tian menjawab, "setelah selesai lelang, kita akan langsung berangkat ke halaman luar."
Jin Xian berkata dengan sungguh-sungguh, "Guru, aku Jin Xian, bersumpah demi langit dan bumi untuk terus mematuhi dan menghormati Anda seumur hidupku, apa pun yang terjadi. Jika aku melanggar janjiku sendiri, maka aku akan terbunuh oleh sambaran petir yang sangat dahsyat yang bisa membunuhku dengan satu sambarannya!"
Setelah ucapan Jin Xian keluar dari mulutnya, secuil energi yang samar keluar dari dalam tubuhnya dan melesat ke langit.
Saat energi itu menghilang di langit.
Tiba-tiba langit yang yang gelap bergejolak dengan hebat, muncul awan yang sangat tebal dari dalam kehampaan, awan tebal itu di penuhi oleh petir dan berputar-putar di langit kota, dan di tengah pusat putaran itu terdapat banyak kilatan, serta gemuruh yang terdengar di seluruh penjuru kota.
"Dhuar....!!!"
Terdengar suara guntur yang menggelegar di udara disertai dengan sebuah sambaran petir yang berwarna hitam menghantam ke arah Jin Xian.
Saat Jian Jing Tian melihat sambaran petir itu, dia dengan sigap menahan sambaran petir itu dengan terbang menaiki pedang miliknya tepat di atas lokasi Jin Xian berada, agar Jin Xian tidak terkena sambaran petir yang sangat dahsyat itu.
Jian Jing Tian menahan sambaran petir itu menggunakan tubuh fisiknya dengan waktu yang cukup lama dan mentransfer energi petir yang diserapnya ke tubuh Jin Xian.
__ADS_1
"Argh... Ah... Argh...!!! "
Jin Xian berteriak dengan keras, saat tubuhnya mendapatkan energi petir yang sangat banyak dari Gurunya.
Jian Jing Tian tidak berteriak, karena dia sudah sering mendapatkan siksaan yang lebih kuat dari sambaran guntur itu.
Jin Xian kemudian duduk bersila dan bermeditasi seraya menahan rasa sakit yang hebat, dari masuknya energi petir ke dalam tubuhnya.
Para penduduk yang berada di dalam kota berhuru-hara saat mendengar suara gemuruh dan dentuman keras.
Dan mereka terkejut ketika melihat langit malam yang biasanya gelap, kini langit gelap itu dipenuhi oleh awan yang dipenuhi oleh sambaran-sambaran petir.
Saat ini sambaran petir itu telah berhenti, tetapi langit belum berubah seperti semula.
Jin Xian kini telah memurnikan energi petir itu kedalam lautan kesadarannya.
Energi yang sangat besar melonjak dari dalam tubuh Jin Xian ke langit dan menembus hingga keluar angkasa.
Di suatu menara di dalam kota, yang lumayan jauh dari lokasi Jin Xian dan Jian Jing Tian berada. Terdapat dua sosok manusia yang tengah memperhatikan lonjakan energi yang terlihat oleh keduanya dari atas menara.
Salah satu sosok itu berkata, "Siapa orang yang bisa membangkitkan kekuatan kesengsaraan yang sangat mengerikan seperti itu?"
Satu orang yang lainnya menjawab, "Seorang jenius baru telah lahir, langit dan bumi tidak terima dengan kecemerlangan yang akan dicapainya di masa depan nanti! Dia pasti akan berada di puncak kultivasi di benua ini, jika dia bisa melawan sebab akibat yang akan diterimanya di masa mendatang."
Salah satu sosok itu kemudian berbicara dengan serius, "Sepertinya, dia adalah orang yang ditakdirkan, yang selama ini kita cari-cari!"
"Kita harus mencari jenius itu!" keduanya berkata dengan serempak.
Dan kemudian, kedua sosok itu menghilang.
__ADS_1
Di lokasi Jin Xian berada, di waktu bersamaan dengan pembicaraan kedua orang yang berada di atas menara.
Jian Jing Tian bergumam dengan kagum dan kagum, "Memang benar, kekuatan kesengsaraan yang lahir dari sumpah yang diucapkan oleh seorang jenius bisa membuat gempar seluruh benua. Bahkan kesengsaraan itu hampir membuat tubuhku meledak dan hancur. Walaupun kekuatan kesengsaraan ini sedikit lebih lemah dari salah satu siksaan yang sangat mengerikan yang pernah aku hadapi."
"Ada seseorang yang sedang menuju ke sini!" gumam Jian Jing Tian. Setelah ada nafas seorang kultivator yang tidak sengaja dia rasakan oleh energi qi miliknya.
Kemudian Jian Jing Tian menggunakan indra penglihatannya untuk mengidentifikasi seseorang yang sedang menuju ke arahnya. Tetapi yang terlihat di indra penglihatannya, bukan hanya ada satu orang kultivator saja, tapi ada dua orang kultivator.
Kemudian Jian Jing Tian bergumam kembali, "Tidak, itu bukan hanya satu orang kultivator saja, tetapi terdapat dua orang kultivator, dengan basis kultivasi yang sangat tinggi, yang sedang menuju ke sini!"
"Jin'er, cepat!" ajak Jian Jing Tian.
"Ada apa Guru?" tanya Jin Xian.
"Tidak ada waktu, ayo kita pergi terlebih dahulu!" Jian Jing Tian bergegas mengajak Jin Xian pergi dari lokasinya saat ini.
Kedua sosok yang terlihat di indra penglihatan Jian Jing Tian, kini sudah sampai di lokasi Jin Xian dan Jian Jing Tian berada sebelumnya. Di lokasi itu sudah kosong, tidak ada satu pun orang yang berada di lokasi itu.
"Sialan! Kita sudah terlambat!" ucap salah satu orang itu dengan marah.
Kemudian melanjutkan perkataannya, "Kita harus kembali dulu, dan mengerahkan segala cara untuk mendapatkan jenius itu!"
Kedua sosok itu kemudian menghilang dari lokasi tersebut.
Kedua sosok itu adalah sosok yang sama dengan yang berada di atas menara, saat sebelumnya.
Jian Jing Tian dan Jin Xian bersembunyi tidak jauh dari lokasi mereka sebelumnya, mereka tidak bisa terdeteksi oleh kedua sosok sebelumnya, karena Jian Jing Tian sudah membuat pelindung dari energi qi nya untuk menyembunyikan dia dan Jin Xian dari kedua sosok sebelumnya, dan menghilangkan nafas kultivator yang ada di dalam tubuhnya.
Seorang kultivator bisa mencari keberadaan musuhnya ataupun kultivator lain dengan cara mengidentifikasi nafas dari kultivator yang mereka cari.
__ADS_1
Nafas juga bisa disebut dengan aura, dan nafas atau aura kultivator, hanya bisa digunakan untuk mencari lokasi sesama kultivator, nafas hanya bisa diidentifikasi jika orang yang dicarinya berada tidak jauh dari tempatnya.