Penguasa Pedang Darah

Penguasa Pedang Darah
Jin Xian terlalu pesimis dengan kekuatannya


__ADS_3

*


*


Dini hari telah tiba, Jin Xian dan Jian Jing Tian saat ini tengah berada di sebuah tempat, tempat itu dipenuhi oleh pepohonan.


Tempat tersebut berada sangat jauh dari tempat penginapan, dan berada di luar kota.


Jian Jing Tian menepuk pelan bahu Jin Xian, seraya berkata, "Jin'er, coba tunjukan pada guru, keahlian pedang yang kamu kuasai!"


Jin Xian menganggukkan kepalanya, "Baik!"


Jin Xian kemudian melangkah maju sembari memengang pedang berkarat miliknya, dan Jin Xian langsung melakukan kuda-kuda dengan kedua kekinya.


Jin Xian kemudian melakukan gerakan kecil menggunakan pedangnya.


Setelah menyelesaikan gerakan kecilnya, Jin Xian kemudian mulai melakukan gerakan besar. Dia melangkah kekanan dan kekiri sembari mengibaskan pedangnya dengan acak.


Setelah beberapa saat, Jin Xian kemudian berlari ke arah sebuah pohon besar yang berada di dekatnya, dia kemudian menebas pohon tersebut. Tebasan itu hanya bisa menggores pohon besar itu, dan goresan yang tercipta sangat tipis dan kecil

__ADS_1


Setelah melihat goresan tipis tersebut, Jin Xian berbalik, lalu berkata kepada gurunya dengan nada lemas dan sedikit emosi, "Guru, aku bahkan masih tidak bisa menumbangkan sebuah pohon, dengan pedangku!"


Jian Jing Tian menatap pohon besar tersebut, seraya berkata, "Bocah, lagi-lagi kamu masih sangat pesimis dengan kemampuanmu. Coba kamu berbalik dan melihat pohon yang baru saja kamu tebas!"


"Hah... Ada apa guru," Jin Xian berkata sambil memutar tubuhnya dengan lambat.


Jin Xian sangat terkejut dengan hal yang baru saja dia lihat, ketika sudah berbalik. Tebasan pedang di pohon, yang tadinya membekas tipis dan kecil, saat ini tebasan itu menjadi sangat lebar, lebarnya mencapai 1,78 m, dan tebasan itu juga meninggalkan bekas yang sangat dalam di pohon tersebut.


Jin Xian menunjuk pohon besar tersebut, sambil berkata dengan bingung, "Gu-guru, apa ini benar-benar nyata. Apakah aku yang melakukan ini."


Jian Jing Tian menganggukkan kepalanya, sembari berkata, "Tentu saja benar, memangnya siapa lagi disini yang baru saja menyerang pohon itu."


Jian Jing Tian bergumam, "Ada yang aneh dengan Jin'er. Walaupun dia memiliki energi pedang yang sangat murni, sangat tidak mungkin baginya untuk bisa membuat goresan yang sangat besar tanpa teknik pedang."


Jian Jing Tian kemudian menatap tajam pedang berkarat yang dipegang Jin Xian, "Sepertinya ada yang aneh dengan pedang yang dipegang Jin'er. walaupun dari luar, pedang terlihat seperti pedang berkarat biasa, tetapi di dalam pedang itu, ada energi samar yang terasa oleh energi qi ku, seperti ada aura pembunuh yang terkandung di dalam pedang berkarat milik Jin'er."


Jian Jing Tian berpikir dengan keras.


"Tapi aku tidak mungkin mengatakan hal seperti itu. Pedang berkarat itu pastilah sangat berharga baginya, akan sangat sulit untuk memisahkan keduannya. Jika aku memaksanya untuk tidak memegang pedang bekarat itu kembali, mungkin dia akan sangat marah dengan keputusan yang aku ambil!" Jian Jing Tian menggelengkan kepalanya dengan bingung.

__ADS_1


Jian Jing Tian menggumam kembali, "Sudahlah, jika pedang itu benar-benar pedang terkutuk, aku akan mencari cara untuk menyegel kutukan yang ada di dalam pedang itu."


Jian Jing Tian sendiri, masih tidak jelas dengan energi yang terkandung di dalam pedang berkarat milik Jin Xian.


Jin Xian melambaikan tangannya di depan wajah Jian Jing Tian, saat Jin Xian melihat Jian Jing Tian yang sedang melamun.


"Guru... Guru... Guru...!!!" Jin Xian berteriak dengan keras.


Jian Jing Tian akhirnya sadar kembali. Dia terkejut dengan teriakan yang di keluarkan dari mulut Jin Xian.


Jian Jing Tian menyentil hidung Jin Xian, "Hei... Bocah, mengapa kamu berteriak-teriak seperti itu!"


Jin Xian mengusap-usap hidungnya, "Guru, mengapa Anda melamun?" Jin Xian bertanya.


"Tidak ada apa-apa." Jian Jing Tian menjawab."


"Jin'er, ikut aku masuk ke kedalaman hutan. Aku ingin kamu berlatih melawan binatang buas tingkat rendah." Jian Jing Tian mengajak Jin Xian.


"Baiklah."

__ADS_1


Mereka berdua kemudian berjalan masuk lebih dalam ke kedalaman hutan.


__ADS_2