
suara alarm yang dari tadi berbunyi guna membangunkan si pemilik, namun yang dibangunkan tidak segera bangun..
aku masih di dalam mimpiku menghiraukan suara berisik yang dari tadi berguming di telingaku, aku sama sekali tidak peduli ini hari libur dan aku sudah memutuskan untuk tidak melakukan apapun.
dddrrrrttttt ddddrrrrrtttt
suara alarm yang masih berteriak seolah sedang memarahiku untuk bangun dan ponselku yang berbunyi tanda panggilan masuk, aku mengambil ponselku yang berada di sebelahku aku menempelkannya pada telingaku dan tentu saja mataku masih tertutup.
"TYA KAU DIMANA KENAPA KAU TELAT?" suara teriakan dari sebrang telpon sana membuatku menjauhkannya dari telingaku
"ish nima kenapa kau berteriak, lagian kita mau kemana?.."
"yakkkk hari ini kita mau menonton acara tanding basket tim kak chandra kan, kau lupa ya? kau ini masih muda Tya kenapa kau sudah lupaan begini............" aku malas mendengar ocehan Naima aku membiarkan dia mengoceh dan aku segera pergi mandi tak lupa aku sudah mematikan alarm yang daritadi mengganggu telingaku.
memang nanti jam 9 pagi kita akan menonton pertandingan basket tim kak chandra dan sekarang masih jam 8 pagi, lalu kenapa Naima bilang aku telat?.
aku menunggu bis di halte biasa aku menunggu, tiba tiba ada mobil mewah dihadapanku aku melirik ke arah kanan dan kiri guna memastikan si pemilik mobil itu pasti akan menjemput seseorang tapi hanya ada aku saja disana apa mungkin dia sedang mengantarkan seseorang?.
kenapa?why? aku harus bertemu dengannya lagi?? ya tuhan aku ingin dia menghilang dari kehidupanku. dia keluar dari mobilnya dan duduk di sampingku akus sedikit menjauh.
"kau sedang menunggu siapa?.." aku hanya diam, malas saja meladeni orang seperti dia.
"heyy aku bertanya.."
__ADS_1
"sedang menunggu bis.."
"pasti lama, kau mau menonton pertandinganku kan? yasudah ikut denganku saja.." apa aku terima saja ajakan dia?
"tidak aku akan menunggu bis saja.." sebenarnya aku mau tapi gengsi saja
"tidak ada penolakan pokonya harus denganku ayo ayo ayo.." dia memaksaku berdiri dan masuk kedalam mobilnya uhh menyebalkan
setelah kita sampai di tempat pertandingan jelas aku langsung berjalan sendiri menghampiri teman temanku malas saja rasanya jika harus bareng dengannya.
melihatnya yang terus mempermainkan bola basket serta keringat yang sudah memenuhi wajahnya dan sesekali dia melirikku lalu tersenyum, entah kenapa aku malah membalas senyumannya itu tapi ketika sadar aku langsung biasa aku harap teman temanku tidak melihatnya.
.....
malam ini ada pesta dirumah temanku Jessica, entah acara apa tapi aku harus datang lagian dirumah juga masih sepi.
"Kemarin aku melihatmu seperti menyemangati Kak Jimmy, kau suka ya?.." aduh kenapa Jessica melihatnya.
"k k kau mungkin salah lihat mana mungkin aku menyemangatinya.." asal saja padahal waktu itu ada rasa yang berbeda.
"kau berbohong, aku tau itu kemarin kan kau cerita tentang kak Jimmy.."
"darimana kau mengetahuinya? aku tidak cerita apa apa kan denganmu?.."
__ADS_1
"Naima yang memberitahuku, kau mencari cari tentangnya bukan?.."
"bagaiman mungkin, aku tidak seperti itu aku hanya hanya hanya ya penasaran saja hehe.."
Jessica hanya tertawa aku benar benar malu, memang akhir akhir ini aku mencari tau tentangnya ya entahlah perasaanku berubah sejak dia mengajakku untuk berangkat bersama saat akan menyaksikan pertandingan basketnya.
Tiba tiba saja orang bantet itu menghampiri kami dan dia bilang hanya ingin berbicara denganku seorang, Tuhan tolong jangan sampai dia melihat wajahku memerah nantinya aku harus tenang.
Mengerti dengan keadaan saat ini Jessica segera pergi meninggalkan kami berdua, Jimmy mengajakku ke taman belakang rumah milik keluarga Jessica.
"Nastya, boleh aku memanggilmu Tya?.."
"memang itu panggilanku, suka sukamu saja mau panggil apa.."
"mmmm bagaimana dengan panggilan Sayang??.." Tuhan Tuhan Tuhan tolong jangan biarkan wajahku memerah dan ini jantungku mohon kerja samanya.
"kau ini bicara apa sih, ya jangan yang itu, itu panggilan dari kekasihku saja."
"memangnya kau sudah punya kekasih?.." haduhh pertanyaan apa ini
"ish kau ini sebenarnya mau bicara apa? langsung saja pada intinya bantet!.." benar, aku mulai canggung jika dia berkata seperti tadi
"Tya kamu mau jadi pacarku?.." APA INI APA?!!
__ADS_1
KITA ULANG
"P A C A R".. haduh apa ini baru juga kenal beberapa hari.