
Malam ini aku benar benar bingung aku baru mengenal dia beberapa hari saja dan kenapa dia tiba tiba bilang seperti itu? aku benar benar bingung bagaimanapun aku belum mengenalnya terlalu dalam begitupun dengannya, dia belum mengenalku.
"Kak maaf tapi kita belum saling kenal."
ucapanku membuatnya mengubah ekpresi wajahnya, aku menjadi merasa bersalah tapi bagaimanapun kita ini baru kenal aku tidak ingin menyesal nantinya.
"baiklah tidak apa apa" dia tersenyum manis kepadaku.
"tapi aku akan membuatmu menjdi kekasihku suatu saat nanti." lagi lagi dia tersenyum manis lalu pergi meninggalkanku.
bagaimanapun juga kita masih belum kenal apalagi sebelumnya dia laki laki menyebalkan yang selalu menggangguku.
Suasana menjadi canggung dia tidak melihatku, dia asik bercanda dengan teman temannya dan entah kenapa aku tidak suka dengan itu tapi memang aku siapanya baru saja aku menolaknya.
selesai acara aku menunggu bis di halte namun sudah 30menit bis tak kunjung datang mungkin karna ini sudah larut, sepertinya aku harus memesan taxi online. belum sempat aku menyentuh ponselku sudah ada cahaya silau di depanku dan suara klakson mobil sang pemilik terlihat menuruni mobilnya dan berjalan ke arahku. yap dia adalah kak Jimmy.
"kau sedang menunggu apa?."
"aku aku aku sedang menunggu bis."
"apa kau gila? ini sudah larut tidak baik jika kau pulang dengan bis sendirian apalagi kau perempuan, ayo aku antar."
"apa menumpang denganmu juga bahaya?."
__ADS_1
"ck kau ini bicara apa." dia melepaskan jaketnya dan memakaikannya kepadaku aku melihat dia hanya memakai kaos tipis.
"disini dingin ayo ikut denganku, aku akan mengantarkanmu sampai rumah." dia menggandeng tanganku lembut aku hanya bisa menurutinya saja lagian benar juga ini sudah larut dan sebenarnya aku juga takut naik bis sendirian.
selama diperjalanan kami hanya saling diam sesekali aku melihatnya menggigil kedinginan, aku langsung membuka jaketnya yang aku pakai dan memakaikannya di pundaknya.
"terimakasih dan ini untukmu, pakailah dengan benar aku sudah memakai sweeter kan."
dia melirikku sekilas dan tersenyum lalu membenarkan jaketnya dengan hati hati karena sedang menyetir.
sampai akhirnya kita sampai dirumahku aku menawarkan untuk masuk dulu tapi dia menolaknya karena ini sudah terlalu larut dan apa kata tetangga jika seorang pri dan wanita yang belum menikah berdua dirumah malam malam.
"oh iya boleh aku pinta No Handphone mu?." aku menjawabnya dengan gugup lalu memberikan No Handphone ku padanya lalu dia pulang, aku masih melihatnya sampai mobilnya menjauh dan menghilang.
Pagi ini aku ada kuliah siang jadi aku akan bangun siang saja aku juga memasang alarm sesuai dengan jadwal 1jam sebelum jam kuliah tapi aku malah diganggu dengan suara telpon uh sangat menyebalkan. mataku masih terpejam aku meraba kasurku untuk menemukan ponselku aku mengangangkatnya tanpa melihat siapa yang menelponku aku yakin ini pasti Naima.
"Naima? siapa dia? hey apa kau masih tidur?." lah kenapa suara laki laki? bukankan ini naima? aku melihat layar ponselku ternyata ini no baru
"kau siapa?." aku langsung membulatkan mataku dan tentu saja malu karena telah mengangkat telpon dengan kondisi seperti ini
"haha kau lucu juga ya, ini aku Jimmy. kenapa kau belum ada dikampus? apa kau terlambat? atau bolos?."
"aku tidak bolos, aku ada jadwal siang, ada apa? kenapa kau menggangguku?." ucapku kesal
__ADS_1
"owh apa aku mengganggumu? baiklah baiklah aku minta maaf aku hanya bertanya saja, teman temanmu sudah ada dikampus."
"itu Jessica, Graccia dan Dewi aku tidak sekelas dengannya"
dia sepertinya mengangguk mengerti lalu dia malah mengobrol dengan temannya dan aku lanjut tidur aku yakin dia mendengar dengkuranku lalu aku menyadarinya dan mendengar dia "haha yasudah kau tidur saja nanti saja bicaranya".
***
hari sudah sore aku baru keluar dari kelasku setelah lamanya gonta ganti kelas dan aku melihat jimmy sedang menunggu seseorang di mobilnya, aku hanya melewatinya saja dia tidak melihatku karena sedang melihat ke arah lain dan mulai mengejarku setelah menyadari aku melewatinya, dia menawarkan untuk pulang bareng jelas aku menolaknya untuk apa pulang dengannya.
"aku mohon, aku sudah menunggumu sejak tadi siang loh aku sama sekali belum pulang."
Naima yang mendengar itu menyuruhku untuk pulang bareng saja kebetulan dia juga dijemput, akhirnya aku menyetujuinya dan pulang bersama dia.
selama diperjalanan seperti biasa kita saling diam, hingga akhirnya aku yang mulai buka suara karena aku kaget ketika melihat cermin depan yang mengarah ke jok belakang menampilkan dua orang yang sedang tidur dengan mulut terbukanya.
"mereka siapa?"
"mereka?." dia melihat kaca juga
"yang baju merah Villdan yang baju putih Junnry." jelasnya
"apaansih namanya Junnry aneh."
__ADS_1
"haha kau tidak boleh seperti itu, nanti aku bilangin loh"
akhirnya kita buka suara dan mulai bercanda.