Perawan Tua Vs Sang Casanova

Perawan Tua Vs Sang Casanova
Akrab


__ADS_3

Rumah Maya mendadak Ramai karena kedatangan Mario dan juga kedua orang tuannya Bu Ratih dan Pak Rudi,beserta satu mobil bak yang berisi seserahan seperti buah-buahan,pakaian,sepatu,sampai tas branded mereka bawa,Sampai Maya,Mak Jamilah,Babeh Rojak dan juga Engkong Budi terkesima sampai bengong kaya ayam flu burung


Para tetangga mengelus-elus mobil mewah yang terparkir di depan halaman rumah Mak Jamilah,


"Buset ni mobil... Kayaknya hasil jual ginjal pun gak cukup buat beli mobil mewah ini hihihi..."celetuk mpok Atun salah satu ibu-ibu Kepo di komplek Anggrek


"Hooh lah... Asal jangan jual harga diri aja mpok.."balas Mpok Siti mereka berdua cekikikan sambil mengelus si merah mobil keluarga Pak Rudi Hartawan


"Heleh paling mobil rentalan ini..."celetuk Mpok Nori yang tiba-tiba datang dengan bibirnya yang di pencong-pencongkan,tangan nya yang penuh emas sibuk mengibaskan kipas kertas yang selalu ia bawa, sekalian ia membenarkan kerudung nya ke leher yang juga penuh dengan kalung


"Ah masa si mpok??"tanya Mpok Atun tak percaya


"Masa gak percaya sama Saya,banyak loh orang pura-pura elit padahal ekonomi sulit"Kata Mpok Nori dengan ekspresi wajah yang menyebalkan ,membuat Mpok Atun dan Mpok Siti saling pandang


"Iri bilang Boss.."pekik batin mereka berdua


###


###


"Ja_jadi tujuan anda datang kemari itu beneran mau ngelamar anak saya,Maya??"tanya Babeh Rojak belum percaya pada pendengaran dan juga penglihatannya sendiri


"Iya,Pak Saya bermaksud baik ingin melamarkan anak Bapak untuk jadi istri anak saya, Mario"jawab Pak Rudi Hartawan dengan sungguh-sungguh sambil mengulas senyum berwibawa nya


"Apa benar anak Ibu mau sama anak saya, Maya?"Mak Jamilah bertanya lagi,dia tampak ragu menatap Maya yang sedang duduk sambil garuk-garuk tangannya, lalu bergantian menatap Mario yang berdandan bak pangeran dan anak konglomerat persis seperti di sinetron kesukaan nya yaitu Mas Aldebaran


"Beda jauh amat,anak gue sama anak ini, kaya bubuk Rengginang di sandingkan sama bubuk berlian ehhh...astagfirullahaladzim,gitu-gitu dia anak Saya, ya Allah maafin hamba,Maya maafin emak lu yang insekyur ini "Batin Mak Jamilah,ia tampak melamun


"Iya Bu,Saya yakin dan anak Saya juga Yakin,karena Saya lihat Nak Maya itu anak yang cantik dan baik hati,Saya mau nya calon menantu seperti Nak Maya ini"ucap Bu Ratih mantap,ia mengelus tangan Maya dan mengulas senyum tulus,Maya sampai berkaca-kaca mendengar ucapan Bu Ratih yang belum pernah mak Jamilah ucapkan ke pada nya


"Tante.. Maya nggak sebaik itu kok.. "ucap Maya ragu-ragu membalas tatapan Bu Ratih


"Tante yakin Maya anak yang sangat baik,iya kan Pah.. "


"Iya.. Saya mohon nak Maya dan keluarga menerima pinangan anak saya,Mario"Pak Rudi ikut membantu


"Tapi tunggu dulu... Saya mau tanya... kapan tepatnya Nak Mario dan anak Saya bertemu,karena Maya belum cerita apa-apa,saya kira dia masih jomblo saja"tanya Mak jamilah penasaran kenapa Mario kepincut dengan anak nya

__ADS_1


Aduhh... Gimana jawabnya ini,Maya sedikit panik meremas tangannya sendiri,ia melirik Mario sambil menginjak kakinya,


"Saya bertemu Maya satu bulan yang lalu mak,waktu itu sore hari yang cerah sinar jingga menghiasi langit,saat itu Saya melihat bidadari tengah duduk di taman sendirian bersinarkan sinar jingga yang indah,ternyata itu adalah Maya yang sedang menangis sendirian di taman,lalu saat itu juga Saya jatuh cinta pada pandangan pertama"kata Mario mengarang cerita yang seindah mungkin,yang bisa membuat hati perempuan yang mendengarkan akan meleleh dan berbunga-bunga


Prettt... Udah ahli dia ngegombal kaya gitu celetuk batin Maya


Jurus nya mulai keluar,dasar anak nakal sebelas dua belas sama bapaknya,


celetuk batin Tante Ratih yang memang tau betul sikap anaknya yang memang Perayu wanita yang sangat handal


Sementara Mak jamilah terpesona dengan tutur kata lembut yang keluar dari mulut Mario yang ganteng nya luar biasa itu


"Jadi Maya,Babeh,Emak,sama Engkong,Mario kesini dengan tulus ingin melamar Maya untuk menjadi Istri Saya,apa lamaran saya di terima..??"tanya Mario sambil memasang tampang bersungguh-sungguh


"Sahhhh.... "Teriak ketiga orang itu keceplosan ,membuat mario,Maya, Bu Ratih dan Pak Rudi terlonjak kaget


"Ehh... Maaf maksud Saya kami menerima lamaran nak Mario.."kata babeh Rojak bersemangat di susul anggukan mak Jamilah dan Engkong Budi


"Alhamdulilah... Terimakasih mak,beh,engkong... "Kata Bu Ratih dan Pak Rudi,mereka tersenyum bahagia dan menghela nafas lega


"Mungkin waktu tiga bulan cukup untuk kami bersiap Pak,Bu,bagaimana Maya dan nak mario kalian sudah siap menikah"kata babeh Rojak,semua mata tertuju pada pasangan yang duduk berdampingan itu


"Ka_kami setuju"kata Maya dan Mario bersamaan setelah mereka saling lirik


"Alhamdulillah..."ucap semua yang menyaksikan lamaran dadakan tersebut


"Wah... Alhamdulillah neng Maya jadi dilamar mpok"teriak Mpok siti,dan mpok Atun berjingkrak heboh,


"Alah... Belum tentu jadi kawin,jangan senang dulu,ntar lepas lagi kaya yang udah udah.."wajah Mpok Nori sinis,seperti tak senang


"jangan gitu lah mpok,kita doain yang baik-baik ajah... Ntar doa nya balik lagi ke diri orang yang mendoakan jelek,baru nyaho"kata Mpok Atun di setujui oleh mpok Siti


"Huuhh... Bete banget dah.. gerah pulang aja dah.."kata mpok Nori berjingkat dari sana dengan kaki yang di hentak hentakan karena kesal


"Mau pulang mah pulang ajah,sapa yang nyuruh situ kemari"bisik Mpok Atun


"Ho'oh dasar mpok Nori gak seneng banget sama kebahagiaan orang yeh mpok"balas Mpok Siti di balas anggukan Mpok Atun

__ADS_1


###


###


Maya dan Mario masih duduk berdua di soffa ruang tengah sambil nonton tv


"Ishhh... kenapa loe nggak pulang-pulang sih dah sore nih"bisik Maya menyenggol bahu Mario yang asik nonton tv dan tak memperdulikan omelan Maya sedari tadi


"Gimana mau pulang,bokap sama nyokap gue kaya betah banget di sini,"balas Mario dengan malas


Memang benar,ucapan Mario karena di dapur Bu Ratih dan mak Jamilah sudah sangat dekat dan akrab mengobrol tentang resep kue -kue basah dan juga bajigur yang tadi di suguhkan,terdengar obrolan seru mereka di sesekali di iringi gelak tawa


Sementara di belakang rumah Maya, Pak Rudi Hartawan,Babeh Rojak dan juga Engkong sedang memancing sambil ngemil goreng pisang dan juga bajigur


"Waduh.. saya sudah dua kali Strike nih..."teriak Pak Rudi kegirangan,


"Wah Pak Rudi hebat juga mancing nya"puji Babeh Rojak yang antusias


"Sepertinya Saya bakal betah disini,Pak Rojak"Kata Pak Rudi tidak menutupi kegembiraannya, memancing merupakan hal yang bisa membuat hilang rasa stresnya,sejenak melupakan pusingnya dunia perusahaan yang bikin mumet setiap harinya


"Wah,bagus itu,Pak Rudi bisa main tiap hari kesini,Engkong Sama Ojak ada temen mancing"Engkong Budi menyahuti Dengan senang


"Iya Pak Rudi jangan sungkan,anggap saja rumah sendiri"kata Babeh Rojak


"Yah.. yah.. terimakasih... waduh saya strike lagi hahaha..."tawa Pak Rudi terdengar sampai ke ruang tengah


"See... kayaknya mereka udah akrab tuh... gimana, loe mau nikah beneran sama gue?"


"Ogah sih sebenernya...tapi kan loe udah ambil hal paling berharga di hidup gue,maka gue harus terpaksa nerima loe.."Jawab Maya sinis sambil memutar bola mata malas


"Loe emang bener-bener nggak inget apa yang terjadi malam itu?"kini Mario menatap Maya dengan serius


"gue nggak inget sama sekali,"kata Maya tidak yakin sambil mengingat ingat dengan benar


"Gue kasih tau yah... apa yang sebenernya terjadi malam itu..."


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2