
Pening banget pala gue,Aduhh..."setengah sadar Maya mengusap keningnya,matanya masih setengah melek dan ia merasa pusing efek salah minum minuman keras,
Tumben rumah gue adem banget,sembriwing gitu,kayak pake AC kam biasanya AG Angin Gelebug,Guling gue jega rasanya Anget nyaman banget bisa meluk juga...
Tapi tunggu dulu!!! Kenapa guling gue bisa punya tangan,pake meluk segala!!!
Jangan -jangan...???
Maya Memaksakan dirinya bangun ia langsung membuka matanya,pandangannya mengarah kesekitar
Gue dimana...??? Dan kenapa gue telanjang!!! Teriak batin Maya hampir nangis kejer
Maya mulai sadar membelalakan matanya ketika melihat seorang Lelaki tidur di sebelahnya sambil memeluk erat badan Maya,
"AKKKHHHH.... SIAPA LOE...??"teriak Maya kesetanan ia mendorong keras pria yang memeluknya tadi sampai Pria itu terguling dari ranjang ke bawah
GDBBRUUKKK..
"Awww... Apaan sih sakit tau nggak..."terdengar rintihan lelaki itu di bawah sana
Ia bangun ia masih bertelanjang dada sambil mengucek matanya, mencoba mengumpulkan kesadaran
"Apa yang loe lakuin ke gue laki b***sat,fucek loe huhuhu..."teriak Maya sambil menangis kejer,ia memukul kan bantal ke pada Laki-laki yang ternyata adalah Mario
"Wait... Wait... Gue nggak tau apa yang terjadi semalam..."Mario juga merasa masih bingung dan mencoba mengingat ingat
"Jangan pura-pura lupa loe,lo pasti ngapa-ngapain gue kan "teriak Maya histeris ia memegangi Selimut yang menutupi tubuhnya yang telanjang
"Cowok gila kurang ajar lu,huhu... Emakk... Gue harus gimana,bisa-bisa Gue di gantung di pohon mangga sama Emak gue" teriak Maya sambil beringsrut memeluk lututnya di pojok ruangan
"Loe harus tanggung jawab!!!" Teriak Maya menatap tajam Mario
"Tanggung jawab Apa.. gue nggak ngerasa ngapa-ngapain loe kok..." Pekik Mario panik,ia segera memungut pakaiannya
"Alesan loe basi,mana ada maling ngaku,dasar buaya darat,pokonya loe harus tanggung jawab...??"
"Ogah..."pekik Mario mencoba keluar dari dalam kamar
"Mau kemana loe... Fucek !!!" Teriak Maya garang ia mencekal tangan Mario dan memukulinya sampai Mario terkapar di bawah nya
Brakkk....
"Ketemu... nih pasangan yang kumpul kebo lagi..."teriak satu warga,
"Apaan lagi sih ini...??"pekik Maya dan Mario bebarengan
"Kami sedang melakukan razia pasangan yang bermalam di sini tapi bukan suami istri,"kata seorang pria paruh baya
"Apaa...??"pekik Mario dan Maya
"Kalian boleh ikut saya,Saya ketua Rt dan kalian harus di nikahkan dengan segera"kata Bapak itu lagi
"Apa...??" Lagi lagi hanya apa yang bisa mereka ucapkan
"Tunggu... tunggu Pak... Sebentar Aja, kita bisa bicara dulu baik-baik kan..??
Saya mau telpon pengacara saya dulu"pekik Mario panik
"Silahkan.. Kami tunggu.. mbaknya juga telpon wali mbak supaya datang kemari"
"Waduh... Mampus... Bisa jadi di gantung gue"gumam Maya dengan keringat dingin mengucur dan badan yang gemetar karena takut Emaknya
****
****
tutttt...tuttt...
Suara dering ponsel yang entah beberapa kali tak diangkat
"Angkat Win... Angkat...!!"pekik Mario sambil bulak balik,di depannya masih ada tiga orang warga yang menunggu
"Hallo... Hoammm..."
"Win... Cepet loe harus kesini... Genting nih...!!"bisik Mario Panik
"Masalah cewek lagi...??"ucap lelaki di sambungan telpon dengan malas,
"Iya...!!"
"Share lock alamat hotelnya gue ke sana,bentar lagi,hoammm... repotin aja loe jam dua pagi gini"gerutu Erwin pengacara Mario di saluran telpon
"Iye bawel loe,sialan malah di rijek"pekik Mario karena Erwin mematikan telponnya
sementara itu Maya masih duduk di pojokan
Gue harus gimana, gue kan ngga punya kenalan pengacara,siapa yang harus gue hubungi sekarang... Di jam dua pagi gini haduhh...
Ohh gue tahu,si Hanifah tetangga gue kan kuliah jurusan hukum pasti dia tahu lah masalah ginian
Iye gue telpon aja dia,
__ADS_1
Tuuttt... Tuuuttt...
"Angkan Feh.."gumam Maya tak sabaran ia panik melihat tiga orang warga
"Assalamualaikum Kak May... Kenapa nelpon Ifeh,mau ngajak Tahajud bareng yah... Tapi Ifeh udah selesai Kak maafin yeh.."kata suara yang mendayu di saluran telpon,
"Akkhhh... Ifeh tolongin gue... Bisa nggak lu datang kemari cepet..."
"Lah emang Kak May kenape..??"
"Panjang ceritanya feh... Huhu.. cepet yeh kemari,sekalian bawa baju ganti buat gue yah!!"
"Kak Maya dimana apa IFeh kasih tau mpok Milah aje yeh..."
"Jangan Feh.. bisa mati gue di gantung... Pokonye lu datang ke hotel *** yah jangan lama-lama,gue butuh lo jadi pengacara gue,"
"Pengacara...??? Ifehh ga bisa lah Kak May..."
"Lu pasti bisa lu kan kuliah jurusan hukum kan...??"
"Lah iya... Tapikan Ifeh belum lulus Kak,sekarang aja masih jadi guru PAUD..."Ifah garuk-garuk kerudungnya
"Pokokya buruan Feh... Gue di grebek nihh...!!!"
"Astagfirullah... Iye kak May,Ifeh kesana sekarang juga "teriak Hanifah langsung menutup saluran telpon nya
****
****
"Untung ada lu Win... Gue selamet deh" ucap Mario mengusap pelan dadanya karena Erwin yang pintar bernegosiasi berhasil meyakinkan pak Rt dan warga,bahwa mereka akan mengurus masalah ini secara kekeluargaan saja
"Besok-besok gue ga sudi"gerutu Erwin yang membereskan berkas yang tadi sudah di tandatangani pak Rt dan kedua warganya, sekalian di beri 'penutup mulut' supaya masalah ini tidak sampai
di ketahui banyak orang
"Ayo pergi... Pusing kepala gue lama-lama disini"kata Mario sambil memijit keningnya yang sedikit benjol bekas pukulan Maya
"Enak ajah... Mau pergi kemana lu fucek.."teriak Maya garang
"Pulang lah... Kan permasalahan udah selesai..."
"Enak ajah... Lu pergi gitu aja... Terus gue gimana...??"
"Lah gue udah bilang gue nggak ngapa-ngapain lu.."
"Bohong lu... Mana ada buaya darat kaya lu jujur" teriak Maya
"Laporin sana... Repot banget dah Win urus dia lah..."
"Sebaiknya Nona Maya... Panggil pengacara Nona,biar kita rundingan terlebih dahulu kedua belah pihak okay... Slow" ucap Erwin tenang mengajak duduk maya di soffa sedangkan dia dan Mario duduk di sebrangnya
"Pengacara gue mau dateng.."kata Maya ragu
Brakkk....
Tiba-tiba pintu yang lupa di kunci terbuka dengan tendangan Seorang gadis berkerudung dan memakai jas almamater kampus
"Kak May... Kaka tidak apa-apakan...??" Teriak Hanifah memecah kesunyian
"Ifehh... Akhirnya lu dateng huhuhu..." Maya langsung memeluk Hanifah
"Udah gak Apa-apa Kak May..."
"Hehh kalian ngelakuin apa sama Kak May... Eh . Ehmmm maksudnya klien Saya" kata Hanifah garang menatap kedua lelaki yang ada di depannya
"Hmmpp... Ini pengacara lu"Mario cekikikan tak kuat menahan tawanya
"Ehhmmm... Kamu pengacara mbak Maya...??"tanya Erwin ragu-ragu
kayak bocah Njir.. masih pake jas almamater pula... Wkwkwkw
Dalam pikiran Erwin
"Iya Saya hanifah... Perkenalkan..." Sok Propesional mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Erwin
"Erwinnn..." Erwin Menahan tawa tak urung menerima jabatan tangan Hanifah
Sementara Mario tak kuat menahan tawanya sampai ngakak berguling-guling
Brakkk... Hanifah menggebrak meja
"Anda bisa diam tidak...!!!"pekik Hanifah dengan serius,raut muka nya berubah datar jika sedang serius,sampai kedua lelaki itu terdiam sejenak
Good Fehh... Gertak lelaki lelaki luknut itu
Pekik Maya dalam hati
"Silahkan sodara Maya beri pengakuan yang sebenarnya"kata Hanifah dengan suara tegas bak propesional
Gila gila... Seriusan nih
__ADS_1
Pikir Mario
"Jadi begini.... Blala blaal..."Maya mengatakan hal yang terjadi waktu semalam selain yang belum ia ingat saat pingsan
Kemudian Hanifah mengangguk-angguk sok propesional
Kemudian giliran Erwin yang membela Mario membantah tuduhan Maya tentu saja dengan pengakuan Mario
"Sodara Mario jawab dengan jujur pertanyaan saya,apa sering atau tidak Anda melakukan hal seperti ini kepada perempuan lain...??" Tanya Hanifah menatap dengan serius Mario yang terlihat serbasalah
Mario menggaruk kepalanya
"Sering sih... Tapi kan..."
"Nah anda mengaku sendiri kan pada akhirnya...?? Jadi sekarang anda tinggal bertanggung jawab atas perbuatan Anda!!"Hanifa dengan mantap menyimpulkan keterangan yang ia dengar sendiri dari mulut kedua belah pihak
"Lah h tapi kan gue. Maksudnya Aku nggak ngelakuin apa-apa sama dia ,Win bantu gue lah..."Mario kelimpungan dan meminta banuan Erwin
"Lah elu beneran nggak ngelakuin apa-apa?"bisik Erwin,Merasa ragu pada Mario yang memang selalu main cewek
"Lah iya... Serius gue nggak bohong..."bisik Mario
"Bantu gue lah Win..."Rintih Mario memohon
" Ahhh... Iya begini Saja, Klien Saya akan menawarkan ganti rugi, sebutkan berapa pun yang sodara Maya ingin kan,Kami akan sanggupi dan semua masalah akan selesai secara baik-baik... " Kata Erwin santai
Brakkkk.... Hanifah menggebrak meja dan berdiri dengan sorot mata merah menyalah membuat Erwin merinding
"Jadi Anda menghargai kehormatan seorang perempuan dengan hanya nominal uang...
Anda harus tahu marwah seorang perempuan tidak bisa di beli dengan uang berapa banyak pun,"teriak Hanifah garang ia mendekatkan wajahnya kepada Erwin yang entah kenapa nyalinya ciut dengan gertakan gadis remaja itu
",Allah SWT menegaskan betapa Mulya nya seorang perempuan,sampai di jabarkan dalam surat terpanjang di dalam Alquran yaitu surat Annisa,Jadi Anda Jangan Main-main..." kata Hanifah panjang lebar, Erwin melongo menatap Hanifah sambil mengelap percikan air ludah yang mengenai wajahnya ketika ludah Hanifah berterbaran pas ke muka nya
Amazing... Pekik Erwin
Good Feh sekali-kali para fucek boy lauknut itu kudu di ceramahin,makan tuh iler si iFeh wkwkwk...
Maya manggut-manggut
"Jadi kesimpulan saya adalah Klien kami yang sebagai korban tidak akan melaporkan ke polisi jika Anda menandatangani surat perjanjian hitam di atas putih ini "
"Sejak kapan Dia bawa surat perjanjian,bukan kaleng-kaleng... Top lu feh "gumam Maya
Gllekkk... Dia gak oon ternyata
pikir Erwin
"Oke biar klien saya baca terlebih dahulu"Erwin mencoba tegas lalu menyerahkan berkas itu kepada Mario
" 'Surat perjanjian, Kami yang bertanda tangan di bawah ini
Mario Hartawan sebagai pihak pertama dan
Maya Arfanaya sebagai pihak kedua
Pihak pertama berjanji Akan bertanggung jawab kepada pihak kedua bila mana pihak kedua mengandung,dan harus menikahinya'
Idihhh ngga mungkin hamil orang nggak ngelakuin apa-apa kok..."pekik Mario yang di timpali sorot mata tajam Hanifah
"Jangan komen lu baca ajah deh" bisik Erwin yang sudah mati kutu,kalah oleh gadis remaja belum lulus kuliah di cerca dengan hadist hadist sokhih nya
" 'Jika pihak pertama melanggar perjanjian yang tertulis ini,maka pihak pertama akan dihukum penjara sekurang-kurangnya seumur hidup
Demikian surat perjanjian ini pihak pertama dan kedua tanda tangani sesadar-sadarnya tanpa paksaan dari siapapun...' "
"Hahhhh..."Mario menandatangani surat itu dengan entengnya
"See... Udah kan,"Ucap Mario sambil menatap Maya sinis
"Tunggu... Kasih KTP lu buat jaminan kalo lu bohong gue pake KTP lu buat pinjem di pinjol biar lu malu"Pinta Maya tegas
"Aih alasan konyol macam apa ini... lagian gue nggak akan kabur.."teriak Mario
"Serahkan... atau Saya akan membawa hal ini ke jalur hukum"kali ini Hanifah yang mengancam dengan garang
"kasih aja Mar, biar cepet beres..."bisik Erwin
"Gada guna banget si lu hari ini"Mario ngedumel memutar bola mata malas
"Nih... puas kan lu,sebenernya gue lelaki sejati ngga akan pernah kabur"Mario beralasan
prettt... lelaki sejati
isi pikiran ketiga orang dihadapan Mario termasuk Erwin yang menatap sinis
Lu kan Sang casanova,pemburu cewek,cewek jenis apapun lu embat
begitu kira-kira arti tatapan Erwin pada Mario
Bersambung....
__ADS_1