
Keheningan terbentang di antara tante Ratih dan juga Maya,Maya telah menenangkan hatinya serta tangisannya sudah mereda
"Maaf yah Tante,Maya sudah kurang sopan nangis di sini"Kata Maya dengan suara tertahan,ia tak enak karena membuat repot orang asing yang baru saja ia temui
"Nggak apa-apa Nak,menangis saja,jangan di pendam,supaya perasaan kamu lebih baik"Tante Ratih berucap halus mengelus pundak Maya dengan lembut
"Makasih tante,untung ada Tante kalo nggak, bisa-bisa Aku pingsan di sana,"Ucap Maya lirih sambil menatap Tante Maya dengan penuh terimakasih
"Ahh... iya tante mau tanya memangnya lelaki itu siapa..??"tanya Tante Ratih
Maya menghela nafas panjang terlebih dahulu sebelum berbicara
"Dia... mantan calon suami saya,Sebenarnya dia sudah mau melamar Saya tapi... mungkin Kami belum jodoh,Dia ngehianatin Saya dan menghamili teman Saya Tante,"ucap Maya lirih tapi dia tidak menangis seperti tadi
"Ya ampun... gadis malang kasian sekali... kasian..."Gumam Tante Ratih perlahan
"Kamu yang sabar yah... semua yang terjadi mungkin memang jalan takdir Tuhan,kamu harus sabar menerima semua nya,kamu beruntung perbuatan mereka ketahuan sebelum kamu menjalin hubungan lebih lanjut dengan lelaki itu,itu berarti Lelaki itu bukan yang terbaik untuk kamu,dan kamu pasti dapat yang berkali-kali lipat lebih baik dari pada dia"Hibur Tante Ratih,yang memang ucapannya tidak salah
Maya hanya mengangguk ringan
"Tapi... sepertinya sekarang tak akan ada yang mau sama saya,karena Saya juga telah kehilangan masa depan saya,itu yang lebih saya pikirkan saat ini,sekarang Saya tidak berharap banyak, hanya ingin mendapatkan kedamaian dalam hidup Saya saat ini,"Maya tertunduk lesu,ia memang sudah hilang harapan untuk berumah tangga apa lagi dengan keadaannya yang sekarang
Tante Ratih terlihat geram dan menatap sendu pada Maya
"Kamu akan mendapatkan keadilan dengan segera Nak"ucap nya penuh tekad, sambil memeluk Maya
Maya tak mengerti apa yang Tante Ratih bicarakan,tapi tak urung ia membalas pelukan hangat tante Ratih
****
****
Mobil mewah berwarna merah itu masuk kedalam perumahan elit yang biasa di huni oleh orang-orang kaya,pejabat dan juga pengusaha
Mobil itu berhenti di sebuah rumah mewah besar yang bergerbang tinggi,seorang sekuriti penjaga dengan sigap membuka gerbang tersebut,dan memberi penghormatan pada Tante Ratih yang duduk di dalam mobil itu
Tante Ratih tergesa-gesa masuk kedalam rumah besar itu dan berjalan menaiki tangga untuk ke lantai dua
Brakkk...
Tante Ratih membuka sebuah kamar dengan kencang hingga terdengar bunyi yang keras,ia celingak-celinguk seperti mencari sesuatu
"Dimana anak nakal itu???"geram Tante Ratih,ia terlihat marah karena tak menemukan orang yang dia cari
Tante Ratih melangkah ke ruangan yang ada di sebelahnya
__ADS_1
Terdengar suara orang berseru senang didalam sana,sambil bermain PS
"Disini rupanya kamu anak nakal...!!!"pekik Tante Ratih serta merta menarik Kuping lelaki yang tengah asyik bermain PS itu,
"Aduhhh... sakit mah ampun..." pekik Lelaki yang ternyata adalah Mario,Mario meronta-ronta mencoba melepaskan jeweran kuping Tante Ratih
"Ampun-ampun, tiada ampun bagi mu,setelah apa yang kamu lakukan sama gadis manis tak berdosa itu, Kamu malah masih bisa nyantai seperti ini.."teriak Tante Ratih ia semakin membabi buta,sekarang tangan nya sudah memegang tongkat dan di gebukan ke paha Mario
"Sabar mah,sabar... Mario akan jelasin..." pekik Mario Menghindar dari gebukan tongkat Tante Ratih
Kegaduhan itu terdengar sampai kelantai bawah,mengusik lelaki paruh baya yang tengah berselonjoran di soffa sambil nonton bola di televisi,
"Ada apa lagi ini,anak sama Mamak,tiap kali ketemu sukanya ribut terus..."Lelaki yang rambutnya setengah botak di depan itu menggelengkan kepalanya heran,lalu ia bergegas untuk melihat apa yang terjadi di lantai atas
***
***
"Ada apa ini sebenarnya...??"tanya Pak Rudi Hartawan yang berhasil melerai perkelahian,lebih jelasnya penganiayaan yang di lakukan oleh tante Ratih kepada Mario,dia pun bahkan mendapat pukulan sengit dari istrinya yang ganas itu
"Tanya anak mu itu loh,mamah udah geram melihat kelakuan nya selama ini pah,papah tau nggak dia itu sudah mengambil kesucian seorang gadis malang,yang saat ini tengah depresi"pekik Tante Ratih panjang lebar sambil menatap tajam kedua anak dan bapak yang tidak ada miripnya sama sekali itu,
"Apa benar itu Mario??"tanya Pak Rudi dengan tegas sambil menatap anaknya
"Yah bener lah, kayak nggak tau kelakuan anak mu itu,udah 285 orang perempuan yang datang kesini minta di nikahin sama anak nakal ini..."pekik Tante Ratih
"Lagian Mario nggak ngapa-ngapain mereka,mereka aja yang baperan,pengen dinikahin"kata Mario tanpa merasa bersalah sama sekali
"Kamu yah... memang benar laki-laki luknut..."pekik Tante Ratih seraya mengacungkan tongkatnya kembali
"sabar Mah... sabar dulu,biar kita dengarkan alasan Mario"Ucapan pak Rudi Hartawan kini menjadi tegas seperti seorang pemimpin
"Nggak ada alasan Pah... anak itu harus segera menikahi gadis manis itu sekarang juga...!!!"pekik Tante Ratih tanpa bisa dibantah
"Tunggu dulu Mah... jangan terburu-buru... kita harus tahu dari mana asal gadis itu serta bibit,bebet,bobotnya juga harus jelas..."Kata Pak Rudi
"Sudah jelas pah,mamah sudah menyelidiki latar belakang gadis itu,dia gadis yang baik hati,yang gagal nikah tiga kali,lalu terbuai rayuan maut si Mario karena dia patah hati,dan akhirnya Mario si anak nakal ini mengambil kesempatan dalam kesempitan membawa gadis ini ke hotel **** dan..."Tante Ratih tak sanggup melanjutkan,namun Pak Rudu mengerti apa yang terjadi
"Astagfirullah Mar... apa yang kamu lakukan itu berdosa sekali...!!"pekik Pak Rudi sambil menggeleng-gelengkan kepala dan merasa kecewa dengan Mario
"Ma.. mamah tahu dari mana,mamah sewa mata-mata apa gimana...?"Mario melongo heran karena mamahnya sangat rinci menjelaskan apa yang terjadi malam mjnggu lalu
"Tentu mamah tau... mamah tahu dari si Erwin pengacara kamu,sekaligus mata-mata bayaran mamah..."ucap Tante Ratih
"Sialan si Erwin... dia ngehianatin gue,belum cukup duit bayaran dari gue,dia merangkap jadi mata-mata mamah,bener-bener mata duitan.."geram hati Mario ia mengepal kan tinjunya ingin segera menghajar Erwin sahabat luknutnya itu
__ADS_1
"Tapi Mah... Pah... kejadian nya nggak gitu,Mario nggak ngelakuin apa-apa ke Cewek itu "Mario mencoba membela diri
"Bohong...!!!,siapa yang mau percaya dengan buaya darat seperti kamu!!"pekik Tante Ratih garang,ucapannya mirip sekali dengan Maya waktu itu
"Pokoknya cepat atau lambat kita harus datangi rumah Maya dan melamar dia secepatnya,kondisinya sudah menghawatirkan,Mario kamu harus tanggung jawab segera!!!"Tante Ratih semakin kukuh dengan keinginannya
"Tapi Mah Mario belum siap buat nikah,
Pah tolongin Mario dong..."Mario mengiba kepada Ayahnya Pak Rudi Hartawan,supaya mendapatkan pembelaan
"Papah kecewa sama kamu Mar,Mamah kamu benar cepat nikahi gadis malang itu,"
"Mario nggak mau pah...??"pekik Mario menolak mentah-mentah keinginan orang tuanya
"Ya sudah kalo kamu nggak mau, jabatan Papah sebagai direktur, tidak akan Papah serahkan pada kamu"Ucap Pak Rudi tegas tanpa bisa di bantah
"Whattt.... nggak bisa gitu dong Pah,Papah udah janji kan kalo Papah pensiun Papah akan serahkan jabatan direktur ke tangan Mario,Mario sudah capek-capek sekolah bisnis di luar negri loh,"pekik Mario tak terima
"Nggak bisa... jika gosip ini menyebar dan sampai ketelinga Eyang mamih, kemungkinan besar kamu tidak akan mendapatkan posisi apa-apa, paling mentok jadi wakil direkturnya ,"Kata Pak Rudi enteng
"Ngabisa lah pah..."Pekik Mario tak terima
"Kalo gitu kamu harus segera menikahi Maya sebelum hal buruk terjadi kamu tahu sodara-sodara kamu akan melakukan segala cara supaya kamu tidak bisa menjabat jadi direktur, kamu mau Jabatan direktur di berikan pada Morgan cucu eyang Mu yang sedang kuliah perbisnisan di jerman ,sebentar lagi dia juga lulus seperti kamu"Kata Pak Rudi mengancam
"Ya udah... yaudah... Mario nurut apa kata Papah dan mamah ajah..."akhirnya Mario menyetujui maski dengan terpaksa
"Yes bagus... secepatnya mama akan atur kedatangan kita ke rumah nya Maya.." pekik Tante Ratih kesenangan
Waduh... gimana ini?? gue nggak mau nikah sama cewek galak itu
Mario mengusap kening bekas hantaman tangan Maya saat malam itu,kengerian terlihat pada raut wajah Mario
Pak Rudi dan Tante Ratih sedang mengobrol setelah Mario pergi dari rumah, entah mau pergi kemana mereka tak peduli,
"Emang bener Pah,jabatan direktur akan di berikan pada Morgan bila Eyang tahu apa yang di lakukan Mario??"tanya Tante Ratih khawatir
"Yah enggak lah Mah,Eyang kan sudah membagi sepuluh perusahaan besarnya ke masing-masing anak dengan sama rata,dan Morgan sudah punya bagiannya sendiri"kata Pak Rudi enteng sambil selonjoran
"Jadi Papah cuma mengancam Mario yah... hihihi..."Tante Ratih terkikik senang,
"Iya... anak itu perlu belajar menjadi dewasa dan mengambil tanggung jawab,mungkin dengan menikah,Mario bisa berkelakuan lebih baik lagi karena sangat berat untuk mengambil tanggung jawab sebagai seorang direktur seperti Papah,Mario harus belajar dulu menjadi kepala keluarga yang baik, tapi... pernikahan Mario tidak akan mudah, karena Eyang mami akan menentukan dan mengeliminasi calon nya Mario terlebih dahulu,mama ingatkan waktu papah bawa mamah menghadap Eyang Mamih?"Kata Pak Rudi serius menatap Tante Ratih
"iya Pah... perjuangan Maya calon mantu mama,masih panjang,tapi mamah sudah berpengalaman dan akan bantu Maya sekuat tenaga mamah untuk mengahadapi Eyang mamih..."kata Tante Ratih dengan api perjuangan berkobar dimatanya
"semangat mah..."kata Pak Rudi menyemangati
__ADS_1
"Semangat pah... untuk segera mendapatkan menantu dan cucu" pekik Tante Ratih kesenangan
Bersambung...