
RS Indikasih Jaya
(Ruang Bangsal Anak)
"Qaira, kenapa kamu bengong saja sih. Ayo kita makan dulu udah waktunya jam istirahat ini, giliran kita makan siang." Kata Mita mengagetkan Qaira yang duduk termenung sendiri di meja kerja perawatnya.
"Mitaaa, astaga kau selalu hobby mengagetkan ku." Jawab kejut Qaira.
"Hm, salah siapa bengong sendiri kaya mikir negara aja, kayak beraaaat bener beban diotakmu." Ledek Mita.
"Mana ada, cuma aku kepikiran aja soal itu tadi pagi, anak kecil yang memeluk aku dari belakang. Aku merasa dekat sekali sama dia karena aku menatap kedua matanya begitu dalam, padahal aku baru melihatnya hari ini." Qaira mengutarakan unek-unek yang ada dihatinya kepada Mita.
Mita teman yang beberapa tahun lalu yang sudah dekat sekali pada Qaira, awal bertemunya juga karena mereka sama-sama berkerja diRS Indikasih Jaya.
"Ya mungkin kamu yang sangat menyukai anak kecil, akupun merasa begitu, nyatanya juga kita bisa diterima di Bangsal Anak."
"Udah ah, ayo makan dulu lapar nih." Sambung Mita mengajak Qaira bergegas untuk makan siang di pantry.
Qaira hanya bisa menurutin temannya itu, giliran mereka berdua yang makan siang. Dan teman yang lainnya kembali ke meja kerja untuk bergantian berjaga.
...******...
Sepulang kerja Qaira selalu memikirkan anak itu, entah perasan apa yang ada dihatinya itu.
Sangking Qaira tidak fokus berjalan, hampir saja Qaira akan tertabrak oleh mobil kearahnya. Qaira ditolong oleh patner cowoknya itu.
"Astaga Qaira, hampir saja." Sahut Sanz
__ADS_1
Lagi-lagi Qaira tidak fokus di dirinya sendiri.
"Makasih Sanz, maaf tadi itu aku lagi ehmmm..." Jawab terbata-bata Qaira
"Lain kali hati-hati Qaira coba aja aku tidak menolongmu tadi."
"Iyaa, maaf sekali lagi terimakasih. Aku cuma pusing aja entah tidak enak badan jadi tidak fokus jalan." Sambung Qaira.
Tiba-tiba mobil Qaira datang, dan sang supir membukakan pintu mobil yang dibelakang nya. Hari ini Qaira dijemput oleh supirnya biasa dia memakai mobil sendiri. Berhubung mobilnya dibengkel dia ingin supir menjemputnya.
"Kalau begitu Sanz, aku pulang duluan ya. Kamu juga segera pulang ya, hati hati." Qaira melambaikan tangan kearah Sanz dan masuk kedalam mobil.
Di perjalanan, lagi lagi dia menemukan anak yang tadi pagi memeluknya dari belakang.
"Pak Jo, berhentikan mobilnya." Kata Qaira melihat anak itu dan membuka kaca mobilnya. Qaira melihat anak kecil itu bermain di taman bersama babby sisternya. Bebby sisternya lebih tepatnya separuh baya yang terlihat tidak muda lagi.
"Pak tunggu disini sebentar ya, saya mau keluar dulu mau ke taman sebentar." Kata Qaira beranjak keluar dari mobil.
"Hay ganteng, namamu siapa?" Tanya Qaira mendekati anak kecil itu. Babby sister itu merasa was-was, tetapi hanya sesaat karena dia melihat penampilan Qaira memakai baju putih-putih seperti perawat.
"Aku Vino, tante." Jawab bocah kecil yang berusia 3 tahun itu, menatap kewajah Qaira yang mengimbangi menatap Vino.
"Maaf, nyonya siapa ya?" Sahut ibu-ibu paruh baya itu dan menarik bahu tubuh Vino kedalam pegangannya.
"Kenalin bu, saya Qaira." Jawab sopan Qaira dan mengulurkan tangan kanan kepada ibu ibu paruh baya itu.
Ibu paruh baya tersebut membalas uluran Qaira.
__ADS_1
"Nama saya Bi Yayuk, nyonya. Saya bebby ssiter tuan Vino." Jawab Bi Yayuk.
Akhirnya mereka mengobrol bersama, Qaira seperti tertarik sekali dengan anak tersebut, aktif, pintar dan menggemaskan.
》Bersambung......
.
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka.
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE 🎖️
LIKE 👍
KOMENTAR 💬
FAVORIT ❤
TIP⭐
__ADS_1
RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnya💝!!! Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. 🙏