
Datanglah seorang laki-laki tua yang masuk ke dalam UGD dan mencari cucunya yang bernama Qaira.
"Sus, dimana cucu putri saya?" Tanya laki-laki tua tersebut.
"Qaira ada diruang sebelah sana." Jawab salah satu perawat yang sedang duduk di ruang jaga nya, tirai terbuka setengah hingga laki-laki tua itu menghampiri Qaira yang masih memejamkan kedua matanya.
"Qaira!" Panggilnya.
Laki-laki tua itu seketika kaget melihat ada dua laki-laki berdiri di samping Qaira.
"Maaf, kalian siapa?" Tanya laki-laki tua itu.
"Perkenalkan saya Bima seketaris Tuan Muda yang bernama Tuan Muda Baskara yang ada di sebelah saya, sekaligus dia pemilik Rumah Sakit Indikasih Jaya ini."
"Perkenalkan saya Baskara." Sanggah langsung Baskara mengulurkan tangan kanannya kepada laki-laki tua itu.
"Saya Subroto, kakeknya Qaira. Kamu bisa memanggilku kakek." Kakek Subroto membalas uluran Baskara.
"Maaf kami tadi terjebak di dalam lift untungnya saja saya juga ada didalam lift bisa membantu menenangkan histeris nya, tetapi wanita ini seperti ketakutan sekali. Dokter juga mengatakan sebelumnya wanita ini mengalami gagar otak. Apa yang terjadi kepadanya?" Ucap Baskara.
"Maaf cucu saya punya nama, namanya adalah Qaira. Untuk masalah itu Qaira mengalami nya. Biar saya berbicara langsung oleh dokter nanti."
"Sebelumnya maaf saya lancang, apakah benar wanita ini mengalami amnesia?" Tanya Baskara memastikan kembali yang ia dapat beberapa jam yang lalu untuk mencari tahu soal Qaira melalui anak buahnya di balik telepon nya.
__ADS_1
Kakek tersebut terdiam sesaat, dan menghela nafas panjang. Dia baru mengenali laki-laki muda yang berada dihadapannya, apakah laki-laki muda dihadapannya bisa dipercaya soal Qaira.
"Kalau anda tidak memberitahuku baiklah, tidak masalah. Saya akan mencari informasi sendiri soal Qaira." Sahut Baskara kembali dengan tegas.
Bima yang mendengarnya mengerutkan keningnya itu, "Apa yang terjadi barusan? Sehingga tuan mudanya sebegitunya ingin tahu soal wanita yang terbaring tak berdaya dibrankar pasien tersebut." Ucap batin Bima.
"Baik, apa tujuanmu ingin tahu soal cucu putri kesayangan saya?" Balas kakek Subroto.
"Mungkin aku menginginkannya, mungkin saja saya telah jatuh cinta padanya." Jawab asal Baskara. Tetapi jawabannya itu bisa membuat kakek Subroto dan Bima tercengah mendengarnya.
"Hhhhh." Kakek Subroto tersenyum seringai.
"Baiklah, sebelum kamu menginginkannya, kamu ingat satu hal. Dia sudah tidak muda dan dia sudah menikah tetapi suaminya sudah meninggal ketika mereka mengalami kecelakaan, sehingga Qaira mengalami amnesia." Jelas kakek Subroto.
"Tidak masalah bagi saya, saya juga seorang duda dan memiliki anak. Entah saya juga tidak ingat soal istriku. Kata mama saya, istriku pergi begitu saja atau memang sudah meninggal saat kecelakaan waktu itu juga karena saya mencari kesana kemari, saya tidak menemukan informasi soal istriku. Dan untungnya saja anak laki-laki saya berada dirumah diurus oleh babby sister."
Subroto berpikir sejenak laki-laki yang di hadapannya sama-sama lupa ingatan seperti cucunya.
》Bersambung......
.
.
__ADS_1
.
.
.
Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka.
JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=
VOTE 🎖️
LIKE 👍
KOMENTAR 💬
FAVORIT ❤
TIP⭐
RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐
Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnya💝!!! Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. 🙏
__ADS_1