Perawat Itu Mamaku

Perawat Itu Mamaku
BAB 5 (Kencan Buta)


__ADS_3

Tiba-tiba ponsel Baskara berdering dari dalam saku jasnya. Baskara merogoh ponsel nya ia lihat nama tertera di layar ponselnya adalah ibunya.


"Maaf kakek Subroto, saya dan sekretaris saya pamit terlebih dahulu karena ada urusan penting yang mendadak. Kabarin saya apabila Qaira terbangun dari pingsannya." Kata Baskara kepada kakek Subroto yang baru kenal, seperti sudah akrab lama dengannya.


Subroto hanya menaikan satu alisnya dengan heran. "Laki-laki ini baru melihatku begitu merasa akrab denganku."Ucapnya.


Baskara pamit undur diri diikuti oleh Bima yang ada di belakang nya.


"Untung kau pemilik rumah sakit ini Baskara, kalau tidak sudah ku ajak main golf kita bertarung siapa yang hebat dan kalah, lantas hak apa saya harus mengabari mu soal cucuku." Batinnya.


"Tunggu! Lagian cucuku bekerja dirumah sakit ini, terserah dia saja lah yang terpenting cucuku segera sadarkan diri dan baik baik saja." Geming Kakek Subroto pada dirinya sendiri dan Kakek Subroto menatap Qaira yang masih terbaring terpejam dibrankar pasiennya. Setelah Baskara dan Bima pergi, dokter yang menanganinya mendatangi ke brankar Qaira untuk membicarakan kondisi Qaira.


Rumah besar ibunda Shella


"Baskara!" Teriak mama Sella yang baru sampai ke dalam ruang tengah tersebut.


Baskara hanya diam tanpa menyahut panggilan mamanya.


Baskara langsung main duduk di kursi sofa nya sedangkan ibunya mungkin sudah naik darah menunggu Baskara begitu lama.


Ibunya mendekati Baskara dan dihujani banyak pertanyaan. Baskara hanya memijat pelipisnya itu yang memang sudah menahan pusing dari tadi.


Bima hanya diam berdiri tegak disamping Baskara yang duduk disofanya, tanpa menyahut apapun juga dari ucapan nyonya besarnya itu.


"Stop ma!" Ucap Baskara dengan tegas, tidak tinggi tapi cukup membuat ibunya terdiam sejenak.

__ADS_1


"Mama pernah tidak sekali saja tidak untuk marah-marah? Baskara bukan anak kecil lagi. Baskara sudah pernah menikah sudah punya anak bernama Vino."


"Baskara tahu sudah menikah, tapi apa salah Baskara untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Baskara tidak ingat apapun ma, dan mama selalu mendesak ku untuk menikah lagi?" Sambung Baskara dengan ekpresi yang serius.


Seketika ibunya terdiam sejenak dengan apa yang di lontarkan dari mulut Baskara.


Ibunya langsung duduk di sofa disebelah Baskara.


"Mama tahu, tapi mama tidak mau kamu seperti ini terus menerus Baskara. Sepantasnya kamu menikah lagi untuk cucu mama Vino. Dia butuh sosok seorang vigur ibu." Kata ibunya sambil menepuk lembut bahu Baskara.


"Mama ada patner teman yang baik, yang mau menolong mama untuk mencarikan kamu pasangan untuk menggantikan istrimu yang sudah tidak ada. Mama tidak akan menjodohkan kamu dengan siapa pun. Yang mama inginkan kamu datang malam ini di Cafe Casual. Karena mama sudah mendaftarkan kamu di web KENCAN BUTA, mama juga sudah isi semua form tentang biodata mu dengan bantuan Bima." Ucap panjang lebarnya ibunya.


Seketika Baskara melirik kearah Bima, jelas wajah Bima berubah menjadi masam sekali lebih asam dari jus jeruk tanpa gula.


Bima hanya terdiam dan rasanya ingin sekali menyembunyikan diri dari jangkauan pandangan Baskara.


"Maaf tuan muda, tadi saya ingin memberitahu tuan tetapi tuan Baskara sibuk mengurusi wanita tadi di Rumah Sakit. Dan apa lagi di dalam mobil saya melihat tuan Baskara seperti pusing makanya saya memilih untuk tidak mengatakan." Ucap Bima memberanikan diri, karena Bima tahu apa yang ada di dalam pikiran tuan muda nya itu.


"Wanita? Sibuk ngurusin wanita di rumah sakit? Ini, apa maksudnya?" Sanggah ibunya dengan wajah yang bingung menatap Bima dan beralih kepada Baskara, mama Shella dibuat bingung apa yang dimaksud dengan ucapan Bima barusan.


Lagi-lagi Baskara tambah kesal apa yang diucapkan Bima sekretarisnya itu.


"Kenapa mulutnya Bima begitu enteng berucap. Sedang terkena apa isi otaknya! Apa otaknya sedang bermasalah! Lancang sekali Bima!" Batin Baskara dan tetap menatap Bima. Kali ini nyali Bima makin menciut dan tidak berani menatap Baskara.


》Bersambung......

__ADS_1


.


.


.


.


.


Salam hangat dari author imah_nm untuk para pembaca semoga terhibur dan kalian semua suka.


JIKA TEMAN-TEMAN SUKA BERI AUTHOR DENGAN \=


VOTE 🎖️


LIKE 👍


KOMENTAR 💬


FAVORIT ❤


TIP⭐


RATE 5 BINTANG ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Bantu dengan LIKE dan KOMENTAR kalian disetiap BAB, itu semua bentuk dukungan teman-teman untuk author agar semangat UPnya💝!!! Terima kritik dan saran kalian agar lebih baik lagi dari sebelumnya. Terimakasih sebanyak-banyaknya. 🙏


__ADS_2