
setelah melakukan olahraga mulut dengan sang anak yang membuatnya semakin naik darah ia memutuskan untuk pergi berbelanja dan bertemu teman teman sosialita nya,mereka makan berkumpul di kafe kebetulan kafe yang mereka tempati adalah kafe tempat Febby bekerja.
sebelum ke kafe lebih baik aku belanja dulu habiskan uang anak durhaka itu,Sampai habis ya walaupun tidak bisa habis sih tuh uang, entah berapa banyak uang yang anak durhaka punya itu,dia terlalu sibuk Samapi lupa untuk menikah emangnya dia mau menjadi perjaka tua umur sudah kepala tiga,kata mama El.
di tempat Febby
Febby terlalu fokus bekerja Sampai Samapi dia mendengarkan bosnya memanggilnya untuk membersihkan meja, karena tidak lama lagi yang pesan tempat itu akan datang,siapa lagi kalau bukan para ibu sosialita salah satunya adalah mama El.
"Febby panggil bosnya dengan suara keras"
dan seketika itu juga Febby kaget,ternyata bosnya yang memanggilnya.
kamu itu tuli atau bagaimana dari tadi saya liat kamu tuh gelap mejanya lama bangat dan dari tadi itu saya manggil manggil kamu,kamu ngelamun yah atau ngantuk.
"maaf bos saya tadi tidak dengar sekali maaf bos"
iya Ngah apa apa,kamu bersihin itu meja Sampai bersih,karena tempat itu sudah di pesan oleh ibu ibu sosialita tidak lama lagi mereka akan datang.
"baik bos"
setelah itu Febby pun membersihkan meja meja tersebut dan menyusun bangku bangku dengan rapi,karena yang datang ibu ibu sosialita.setelah membersikan by kembali ke belakang untuk istirahat sebentar kebetulan kafe agak sepi karena sebagian tempat sudah di pesan.
by kamu kenapa tadi kamu masih kepikiran tentang ibu di kampung kata ana.
Ngah gue hanya mikir di mana gue nyari kerja yang hasilkan uang banyak supaya ibu tidak kerja di kampung,kata by.
sabar by,semoga kamu dapat kerja yang kamu inginkan,tapi kita juga harus semangat untuk kerja di disini,tidak usah pikirkan yang tidak tidak oke kata ana.
iya makasih ya semoga kita menjadi orang yang sukses nantinya amin,kata by.
"iya Amin".
setelah mengistirahatkan sebentar pikirannya,by kembali menjalankan tugasnya.
jam sudah menunjukkan pukul 11.00.
para ibu-ibu sosialita sudah mulai datang mereka mengadakan reuni,di tempat itu tidak lama kemudian munculah mama El,setalah berkumpul mereka memesan makan dan mengobrol tentang banyak hal mulai dari anak hingga perhiasan.
by tolong antar pesanan yang di meja ibu ibu itu.
by segera mengantarkan pesanan tersebut di bantu dengan pelayan yang lain juga,Kirana juga ikut membantu kerena banyak pesanan,yang mereka pesan.
permisi ini pesanannya silakan menikmati sambil menata hidangan di atas meja.
"makasih kamu cantik sekali deh" kata salah satu ibu sosialita.
"makasih buk".
biar pun cantik tapi dia itu seorang pelayan,dia jauh cuman seorang pelayan,Ngah level dengan kita kata ibu yang sombong itu.
mama El dari tadi menatap gadis itu,cantik kata mama El.
biarpun seorang pelayan kalau dia memiliki hati yang tulus kata mama El lagi.
setelah mengantarkan makan tersebut by kembali ke belakang,ia sakit hati mendengar kata kata ibu sombong itu.
by Ngah usah di dengerin tuh ibu sombong itu,mentang mentang kaya seenak jidatnya ngatain orang kata ana.
"iya makasih" kata by.
di kantor Michael
setelah menyelesaikan beberapa dokumen, dan rapat Michael langsung menuju keluar untuk mencari makan siang,karena waktu nya untuk mengisi kembali tenaga.
setelah makan siang selesai El kembali ke kantor,masih ada yang perlu ia tanda tangani setelah sampai di kantor El langsung masuk ke ruangannya.
apa Rian udah dapat yang aku minta kemarin kata El.
ke ruangan gue sekarang pinta El melalu telepon.
setelah menerima telfon Rian langsung menuju ruangan bosnya itu,pasti ini tentang tugas kemarin kata Rian.
sambil membawa beberapa foto yang akan di kasih ke bosnya,foto wanita yang akan di ajak kerja sama untuk menikah kontrak dengan imbalan uang yang banyak.
"tok tok tok"
"masuk".
apa yang gue suruh loh kemarin udah ada kata El.
__ADS_1
udah bos,sambil memberikan amplop yang berisikan beberapa foto wanita.
El pun menerima dan membuka amplop itu,dan mulai mengamati tiap foto yang ia ambil.
setelah mengamati foto mau dari awal sampai akhir,semua wanita di foto itu tidak yang buat El tertarik apa lagi gayanya,entah apa yang membuat El tidak tertarik pada hal wanita di foto itu cantik dan model.
kamu dapat di mana sih nih foto,foto nya tidak ya bagus kenapa model nya kaya gini kesal El.
bos ini maunya bagaimana sih,masa semua di bilang Ngah ada yang bagus,apa mata bos minus ya kata Rian dalam hati.
"apa kamu umpat saya yah".
"Ngah ko bos mana berani saya" kata Rian.
"alasan kamu" kata El.
saya Ngah mau tau kamu cari yang lain,dan gue Ngah mau model kaya gini.
tapi bos emang bos Ngah tertarik gitu,kan semua pada cantik cantik semua dan modelnya kaya gitar Spanyol,kata Rian.
pokonya gue Ngah mau tau besok hari ada kalau tidak gaji loh gue potong kata El.
"baik bos".
sekarang waktunya sudah menunjukkan pukul 5:00 sore,waktunya para pekerja untuk pulang dan beristirahat, tapi lain halnya dengan Febby dan Kirana ia akan pulang jam 9 sembilan karena bosnya memberikan mereka lembur,karena pegawainya yang akan mengantikan sip k
aduh bos ini Ngah tau ya kita capek bangat mulai dari pagi, di tambah lagi kita di suruh lembur kata ana.
semangat kan kita nanti dapat bonus dari bos tenaganya aja kata by.
"semoga bonusnya banyak ya by" kata ana.
"iya amin".
mereka pun mulai jam lemburnya karena kafe hari sangat ramai.
setelah ke luar dari kantor El bersama dengan asistennya mencari kafe untuk makan malam dan membahas tentang wanita yang akan di cari El,
kafe yang mereka singgahi adalah kafe tempat by kerja.
El dan Rian pun masuk dan mencari kursi karena tempat ini sangat ramai.
silakan tuan meja yang,meja di sana pojok itu yang masih kosong kata ana.
oke makasih sambil berjalan ke meja tersebut kata Rian.
"pelayan panggil Rian"
by pun yang mendengar dia di panggil segera menuju ke sana, by belum menyadari bahwa orang di depannya itu,orang pernah ribut dengannya tapi Rian sudah mengenal pelayan itu karena ia sempat memperhatikan by yang sedang mengantar makan di meja lain.
silakan mau pesan apa tuan kata by.
saya pesan yang ini dan minumannya yang sambil menunjuk buku menu tersebut,by pun mencatat apa yang tuan itu pesan sebelum membawa daftar pesanan ke belakang,tapi sebelum by pergi tuan yang ada di sampingnya itu tiba tiba berkata.
"saya mau kopi satu tidak terlalu manis dan tidak terlalu pahit" kata El.
by pernah mendengar suara itu pun melihat ke samping,astaga orang ini kan yang ribut sama gue kata by dalam hati.
El pun mengangkat kepalanya karena tidak mendengar suara pelayan itu,dia pun juga kaget.
kamu lagi,kamu ngapain di sini kata El.
tuan tidak liat saya pakai baju pelayan,berarti saya ini pelayan di sini kata by kesal.
gue kira loh di pecat kenapa bos kamu Ngah mecat kamu yang kerja Ngah becus.
maaf tuan apa sudah tidak ada yang mau di pesan lagi kalau Ngah ada saya permisi kata by dengan cueknya.
pelayan gue belum selesai bicara yang Ngah sopan bangat teriak El.
"bodoh amat" kata by.
"sialan tuk cewek bisa bisanya dia buang muka gue awas loh ya" kata El.
bos udah bos Ngah liat orang orang pada liat kemari kata Rian.
sambil melihat keliling semua ini gara gara cewek itu sambil merapikan penampilannya.
by kamu Ngah apa apa kan kamu Ngah di apa apakan sama tuan kaya itu kata ana.
__ADS_1
Ngah kok cuman kesal aja masa dia bilang gue udah di pecat,emang itu orang kaya sombong nyebelin tau kata by kesal.
hahaha jangan terlalu benci entar cinta baru tau rasa loh tawa ana.
"ogah amit amit jauhkan yang seperti itu Tuhan".
"semoga jodoh amin hahaha" tawa ana.
"i kamu ya bikin orang kesal aja" kata by.
ya sudah kamu bawah ka tuh pesan nya tuan sombong dan belagu itu kata by.
enak aja itu kan tugas kamu,tugas aku tuk di sana sambil nunjuk kasih gue ke sana ya tuh ada orang mau bayar.
setelah sudah siap semua pesanannya by pun mengantarkan pesan tersebut,dengan terpaksa.
silakan menikmati tuan makannya,dan ini kopinya tuan silakan sambil meletakan makan di atas meja.
"terimakasih" kata Rian.
El hanya memang wajah angkuhnya.
setelah itu by kali bekerja membersihkan meja yang sudah kosong.
Rian yang memperhatikan by kerja pun mendapat ide bagaimana kalau dia aja yang gue ajak kerja sama pasti dia butuh uang kan, apalagi kerjanya di sini gajinya sedikit kata Rian dalam hati.
ngapain loh perhatikan tuk pelayan,jangan jangan loh suka yang kaya begitu,mending loh cari yang lain deh Rian masa loh suka sama dia sih,banyak kali cewek yang cantik di luar sana kata El.
dasar bos giliran di kasih liat foto foto cewek cantik ,dan model nya kaya gitar Spanyol Mala di tolak,make nasihati lagi tentang cewek kata Rian.
apa, kamu umpat kamu kata El.
Ngah bos,ya ngapa sih kalau cuman pelayan gue suka kok yang penting dia baik dan perhatian dan saya keluarga,dia juga cantik kok cuman perawatan aja sih kata Rian.
setelah mendengar perkata Rian El menjadi tidak suka Rian bilang kalau dia Suka sama tuh pelayan,apa apa sih El emang kenapa kalau Rian suka tuh sama pelayan kenapa kamu yang Ngah suka sih,banyak cewek yang di luar sana yang lebih cantik dari dia kata el.
gue yakin pasti nih cewek bisa melelehkan kulkas ini,gue harus bisa ketemu sama tuh cewek siapa tau dia mau gue ajak kerja sama atau bahkan bosnya itu bisa benar jatuh cinta kata Rian dalam hati.
setelah mereka makan Rian pun menuju kasir untuk membayar tagihan mereka.tapi sebelum itu ia akan minta nomor nya pelayan itu semoga ia dapat.
permisi saya mau bayar kata Rian.
totalnya 250.000 tuan kata ana.
Rian mengeluarkan dompetnya,tapi sebelum membayar Rian pun bertanya kepada ana.
apa kamu kenal sama pelayan yang di sana sambil menunjuk by sedang membersihkan meja.
iya saya kenal tuan dia teman saya dari desa kami sahabatan kata ana.
owh, jadi gini boleh saya minta nomor hp teman kamu yang di sana kata Rian.
apa minta nomor hp teman gue,Ngah gue Ngah mau sembarang kasih nomor teman gue ke sembarang orang sekali maaf saya tidak mau kata ana sedikit berteriak.
kamu Ngah usah teriak teriak gitu dong,gue cuman mau minta nomornya doang ko kata Rian.
"dan gue Ngah mau kasih paham Ngah" kata ana.
sialan nih cewek keras kepala juga gue harus punya cara nih supaya bisa dapat nomornya kata Rian dalam hati
begini gue minta nomor nya teman loh itu karena gue lagi karyawan di kantor gue,gue liat dia semangat bangat kerja walau pun agak cuek sih,gue tau gaji kalian di sini tidak banyak kan apa kalian Ngah mau gitu kerja yang gajinya gede kata Rian meyakinkan ana.
memang ada ya yang mau pekerjakan kita yang cuman punya ijasah SMA gue Ngah yakin,kamu pasti penipu kan kata ana.
astaga nih cewek betul betul menguji kesabaran juga nih,harus sabar kalau mau berhasil kata Rian dalam hati.
kamu Ngah percaya gue bukan penipu sambil memberikan kartu tanda pengenal ke pada ana, nih kalau kamu Ngah percaya.
ana pun melihat kartu pengenal itu,ini kan perusahaan besar yang sempat liat di berita pasti kalau gue kerja di sana sama by pasti gajinya gede ucap ana tapi masih bisa didengar oleh Rian.
iya gaji di sana itu besar,walaupun pekerjaan cleaning servis juga di sana besar di banding kerja jadi pelayan di sini,bagaimana kamu mau kan kasih nomor teman kamu untuk menghubungi teman kamu kalau kamu sudah mau kerja di tempat kami bagaimana kata rain penuh keyakinan.
"oke awas loh ya kalau menipu abis loh" kata ana sambil memberikan nomor temannya itu.
oke tapi kamu jangan kasih tau kalau gue yang minta dan jangan kasih tau kalau gue mau tawarin kalian kerja,biar gue yang akan telfon kalau dia tau gue Ngah akan ngasih kalian kerja di tempat kami,kamu paham kan.
"oke deal tapi awas ya kalau kamu bohong kata ana".
Rian pun kembali ke tempat bosnya yang sudah mulai kesal karena Rian terlalu lama di depan kasih,entah apa yang dia pikir kan.
__ADS_1