
Di hadapan mereka berdua ano duduk dalam keadaan malu.
"Dia mencuri barang ku" ucap istri kakak ipar tertua julian
Ano ingin menjelaskan tetapi di serobot oleh pelayan yang menjaganya selama ini.
"Benar tuan, nona ano sudah mengambil barang milik istri kakak tertua. Harus di hukum" jelas pelayan berhati buruk itu.
Mendengar sangsi dan argumen sang istri, menyimpulkan bahwa itu benar. Secara bijak menunggu keputusan adiknya karena masalah ini ada di kediaman julian.
Mengetahui hal itu sang istri tidak Terima dan menjelekkan suaminya bahwa ia tidak bisa menjadi contoh dalam bertindak dan tidak cocok menjadi seorang pemimpin.
Mendengar itu sang kaka tertua, menghela nafas. Walaupun harga kalung itu memang jutaan, ia tidak boleh menyebabkan ke onaran di rumah julian.
Karna tidak puas dengan suami yang ia angap pengecut. Membuat tangan nya gatal.
Memberi aba aba kepada pelayan lain.
Mereka menyerbu membabi buta. Mencelakai ano.
Kakak tertua segera membisikkan masalah ini pada ajudannya untuk di beri tahun kepada julian di luar kota.
Tidak lama kemudian kabar tersebut sampai di telinga Julian .mengetahui nyawa istrinya dalam bahaya segera mungkin julian kembali ke kediaman .pintu rumah didobrak dengan keras,menyebabkan seisi rumah melirik ke arah sumber suara,dengan wajah berani istri kakak tertua.
__ADS_1
"Apa yang terjadi,ceritakan kepadaku?"kata julian
"aku tidak tahu bahwa seorang putri dari menteri pendidikan memiliki anak yang bersifat sangat buruk,ternyata ia hanya seorang wanita yang memiliki etika rendah" celetuk istri kakak tertua julian.
Julian mengetahui fitnah ini tetapi ia hanya mampu diam dahulu menunggu reaksi dari ano bagaimana ia melindungi dirinya sendiri.
"katakan pada Julian bahwa kau yang melakukannya"kata istri Kakak tertua Julian.
Ano memasang wajah tegas untuk melindungi dirinya sendiriya ia tidak ingin mempermalukan Julian yang ada di sampingnya
Julian melihat penampilan ano yang sangat menyedihkan membuat perasaannya ingin segera membantu ano keluar dari masalah ini
tetapi ini sangat menarik bagi Julian karena sudah lama ia tidak melihat sekelompok wanita berkelahi hanya sebuah kalung yang harganya tidak mahal bagi diri Julian.
mendengar penjelasan Ano membuat hati sang kakak ipar merasa terbakar karena ia ingin Julian memarahi ano agar segera mungkin di usir.
karena istri Kakak tertua sangat iri dengan ano yang menikahi Julian yang memiliki wajah tampan seperti ayahnya osas,
"Aku tidak percaya dengan ucapanmu.itu semua kebohongan jelas-jelas aku melihatmu berjalan ke kamarku dan mengotak-atik kamar ku,apa kau ingin saksi mata berbicara,apa kau masih bisa membela dirimu sendiri Kau harus jujur,"
ano melirik ke arah Julian memohon dirinya dibantu olehJulian .
julian kemudian mengambil sebilah pisau dan meletakkannya di tangan pembantuab.
__ADS_1
"ku memberikan kau pisau ini kepada dirimu. aku memberi mu kesempatan siapa pembohong di antara mereka berdua Aku tidak ingin melihat keributan di rumahku"
mendengar itu sang pembantu ragu-ragu untuk menggerakkan tangannya dikarenakan bahwa ia tahu bahwa memang ini sebuah fitnah yang dibuat oleh nona pertama kepada istri Julian.
melihat tatapan mata sang istri Kakak tertua Julian,segera mungkin pembantu itu memantapkan langkahnya untuk membunuh ano.
secepat kilat pula Ano menghindar tetapi sayangnya ia ditahan oleh sang istri Kakak tertua sehingga pisau itu hampir menancap ke perut ano.
sayangnya Julian menahan serangan tersebut dan memberi balasan yang setimpal pada pembantu tersebut.
pisau itu terpental jauh.
Julian mengusir pembantu itu dan memberikan beberapa hadiah kepada istri kakak tertua.
mendapatkan hadiah itu. sang istri kakak tertua tutup mulut dan menyelesaikan masalah ini.
di kamar ano.
ano meminta maaf kepada julian. ia berargumen bahwasanya ia tidak melakukan nya.
julian melepaskan bajunya untuk memberi hukuman pada istrinya yang menyedihkan.
ano tidak akan memaafkan dan melupakan kejadian hari ini dan berjanji untuk membalas nya di kemudian hari.
__ADS_1