
... ...
...tunggu dulu.... gumam ano pada diri sendiri...
shok mendapati dirinya sendiri sedang bergulat dengan pria dewasa ano memberontak agar pria di hadapan nya mengerti maksud perkataan nya.
Akohol memenuhi ruangan.
"hei.... kau mabuk? " tanya Ano menarik kepala lelaki itu dari selangkangannya.
"diam lah. nikmati lah... "
gigitan jemari ano membekas menahan nafas membuat dirinya tersadar ini kesalahan paham an
ano berusaha lari dari pria sipit itu bukan nya berhasil, pria sipit tadi malah memikirkan bahwa ano memberi isyarat gaya kuda.
menambah kesalahan paham tadi. ano yang polos berdarah tanpa sebab membuat dirinya anemia melihat darahnya mengalir ke kasur.
...sungguh perawan batin osas melihat nya sendiri. ...
tidak ucap ano memohon.
"ini pekerjaan mu. apa gimana. kenapa kau masih perawan. berapa yang harus ku bayar? "
mendengar uang untuk nya. mata ano berbinar sambil menahan gejolak hati nya.
100$dolar !!!
aku di tipu, batin osas.
seperti membuat adonan tepung. ano tidak mampu berdiri. sedang kan osas sudah pergi sejak lama.
uang yang diterima oleh nya. ia simpan.
pagi buta ano membawa diri nya untuk pulang. dan kembali sekolah.
__ADS_1
pengalaman yang ia dapat. membuat dirinya sendiri merasakan hal yang berbeda.
melakukannya sekali aku dapat menghasilkan uang.
bagaimana aku melakukan sesering seperti yang lainnya. akan menghasilkan uang yang lebih banyak.
lamunan ano menggangu guru dalam kelas. tanpa permisi memarahinya.
seisi kelas menertawakan kelakuan ano.
sepulang sekolah Guru yang menegurnya meminta maaf. karna sikap nya di kelas.
ano tanpa pikir panjang memaafkan nya.
karna guru tersebut bukan tandingan ayah ano.
di dalam rumah. ano kembali membuka kamera nya. menyaksikan kejadian semalam.
tanpa ia sadari bahwa apa yang ia lihat tidak seindah yang di lakukan nya.
ano memejamkan matanya.
melamun memikirkan hal yang tidak berguna membuat ano ketiduran hingga pagi kembali.
susu dan roti ada di samping tempat tidur nya.
" aku lupa merekan.... ahhhhh.... uang ku" tangis ano, menyesal ketiduran. belum lama osas muncul di dipikirkan nya.
aku kelamaan tidur.
kamar mandi berderuh.ano keluar dengan pikiran segar. sosok osas belum menghilang.
ia kembali ke kekamar nya.
belum seluruh seragam nya rapi. osas memperhatikan nya.
__ADS_1
"kau anak bram bukan... "
petir menyambar hati ano. pengetahuan osas cukup cepat.
ano yang masih berdiri mematung. terus berfikir bagaimana cara dia masuk dalam rumah nya.
" aku kenal ayahmu. seharusnya kau punya seorang kakak laki-laki kan?
"siapa kau... keluar" suara ano bergemetar menahan emosi
aku akan keluar sesuai kemauan mu. tetapi dirimu bukan lah seorang pelajar.
selesai berkata osas pergi seperti kertas yang terbang tanpa suara dan aura.
merasa sepih ano mampu bernafas dan berfikir jernih.
hanya satu jalan untuk menutup mulut osas. menyogok kan sejumlah uang.
rencananya lumayan berjalan lancar. di taman yang luas dan indah. ano memohon tidak memberi tahu ayahnya.
osas tersenyum pada sifat polos ano.
ano menahan sakit di perut nya untuk satu jam, hanya satu jam.
osas pria yang baik membantu ano agar ia tidak ketahuan melakukan di luar kata seorang murid terpelajar.
melakukan sesuatu yang seperti biasa. osas di perbudak hasrat. cairan putih memenuhi dirinya ia ingin memuntahkan pada ano.
bejat.
selang dua jam. ano tak berdaya melekuk tubuh berlumpur. pertempuran tadi cukup ganas untuk daerah hutan.
asap rokok menyeberangi semakin yang ano tiduri.
sepasang mata menatap ano yang sudah tidak berdaya.
__ADS_1
"lemah".....