Perempuan Nakal

Perempuan Nakal
episode 6 : embum pagi


__ADS_3

ku melihat kaki mungil di pelukan calon istri ku. aku berusaha untuk menahan diri tidak menyakiti mahkluk kecil itu.


menganggap nya ada saja membuat ku tidak bisa berfikir dengan jerni.



aku julian pewaris terakhir dari harta ayahku..


hahaha tidak merasakan sakit terlebih dahulu tentang kekayaan ini.


walaupun aku tidak menyukai keputusan nya aku masih ingin bersekolah ke arah yang lebih bermartabat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"kau di mana? " tanya ano


dengan nada tinggi kepada seseorang di balik telpon gengam.


"kenapa? " jawab nya singkat


air mata penyesalan selalu menemani dirinya. sakit hati yang ia rasa tidak mampu untuk meneranginya.


julian menghampiri ano yang duduk bersimpuh di lantai menghadap meja yang berukir emas.


lantunan lagu dari piring hitam memenuhi ruangan. menambah suasana yang syahdu.


julian memberi tangannya kepada ano menandakan ia harus bangkit dari kepurukan dan bangkit untuk bangun.


Air matanya terus mengalir meratipi kepedihan dirinya sendiri atas kesalahan apa yang ia lakukan.


Aku tahu ini menyakitkan bagi dirinya sendiri.


walaupun ini adalah suatu kecelakaan bagi dirinya.


aku dapat keuntungan dari kesalahannya.


tanpa kusadari ini adalah suatu keuntungan bagi diriku sendiri.

__ADS_1


gadis yang malang.


Aku tahu ini adalah musibah mu


hahaha.........Aku tidak menyangka perempuan sebodoh ini.


"Cukup menangis Genggam tanganku"


kata aku di dalam hati


"apa yang harus aku lakukan"kata Ano


"cukup ikut perkataanku senangi nenek ku, kau akan mendapatkan keuntungan dari diriku sendiri.


jangan takut ,kau tidak sendirian"


mereka berdua berjalan menuju masa depan yang masih menjadi tanda tanya.


semenjak kehadiran ano di kediaman julian, rumah yang sepih menjadi ramai untuk menyambut kedatangan seorang keluarga baru.


aset yang di dapat lumayan untuk membangun sebuah vila.


"Aku tidak yakin ini akan berjalan mulus" jawab seorang pria paru baya di hadapan ayah julian, osas.


"tidak masalah, bagi dunia bisnis perempuan sangat berperan penting untuk mencapai tujuan yang telah kita kerjakan" tegas ayah julian.


" masih menjadikan perempuan sebagai pelaris, bukan kah ini sedikit keji? "


keji....


" gunakan logika mu. perasaan tidak menghasilkan material"


bubar seperti itu saja. pembahasan yang cukup mencampuri dengan urusan perempuan


" Aku tidak menyangka ini juga merupakan bagian dari bisnis " gumam julian yang menjadi asisten ayah nya.


"benar.dalam lingkungan kerja. wanita di harap kan menjadi pendorong semangat dan menjadi salah satu kesuksesan usaha"

__ADS_1


"maksud kesuksesan usaha?


" kau tidak paham untuk itu. jika langsung melihat. kau akan menganggap seorang wanita sangat di butuh kn"


asap rokok meng gebul gebul.keluar dari bibir osas.


"barang yang di minati" lanjut nya.


jujur Aku merasakan ucapan nya tidak seindah dan sesederhana itu. lagi pula pekerjaan berat tidak mungkin di lakukan oleh mahkluk lemah.


"dua hari lagi pernikahan mu. usahakan jangan mengacaukan nya"


"Aku bukan anak kecil. "


osas tersenyum dan berpamitan pada julian yang tidak bisa menghadiri acara pernikahannya.


"Aku akan kembali saat bisnis kali ini berjalan lancar"


begitu saja ia pergi.


meninggalkan rumah. julian yang sudah mati rasa. menganggap kebiasaan penghuni rumah seperti ini sudah lumrah.


sosok seorang ayah tidak penting lagi baginya. asal kan ia sudah dapat menguasai harta lelaki tua itu.


Aku ingin ia melihat kepurukan yang sesungguhnya.


"julian kemari... " panggil nenek julian.


di ruang publik julian menyantuni orang dewasa seperti anak yang memiliki pendidikan norma dan kesopanan yang baik.


karakter yang di buat-buat bukan kah suatu perasaan yang sangat fantastik.


keramaian yang sangat penting untuk mencapai tujuan nya.


menjatuhkan osas.


aku bingung lanjut apa lagi.

__ADS_1


__ADS_2