Perempuan Nakal

Perempuan Nakal
episode 8 : merah


__ADS_3

makanan berjejer dengan rapi dan familia, menghiasi malam pernikahan.


orang-orang dewasa dan anak-anak Mengerumumin acara. tawa beriringan membuat ano merasakan sakit yang bahagia.


seorang gadis bangsawan menghampiri nya di luar baliho. air mengalir di sekujur tubuhnya.... dingin es mendarat di atas ***********.


"bertindak gegabah. kau harusnya malu. siapa dirimu.... " ketus wanita muda.


ano melihat diri nya basah karena tumpah an bir yang di berikan oleh wanita muda.


"masih ada muka untuk melihat ku... dasar tidak tahu malu... " tambah nya memberikan sensasi panas di dalam hati ano.


darah bercucuran dari kening, membuat gaun pengantin menjadi basah.


"aku tidak mengenal mu. melakukan hal yang tidak pantas pada orang lain" tegas ano berusaha membela diri.


kejauhan julian menikmati drama yang di lakukan mereka, menunggu waktu yang tepat untuk membantu ano.


"bertahan lah. istriku.... hhhh" dukung julian sambil meminum segelas anggur.


"kau ini.... hanya wanita yang di pungut... kau menghalangi cinta ku... "


"kau dengan siapa...? "


"masih bertanya...!! aku dengan julian. dengar kan aku, aku dengan Julian sudah bersama-sama sejak kecil. semudah ini kau menghalangi ku... "


angin sepoi-sepoi mengibari rambut ano yang halus di ruang terbuka.


hanya senggolan kecil dari wanita muda menyebabkan ano terjatuh dari baliho.


sekilat petir menyambar pergelangan tangan ano untuk memberhentikan adegan itu. menarik ano ke dalam pelukan nya.


plakk.... julian menampar gadis di hadapan nya.


"berani nya kau... ingin mencelakai istri ku" gertak julian.


wanita muda terduduk lemas. menerima gertakan dari julian.

__ADS_1


nenek julian menghampiri mereka. mengabaikan wanita malang tadi dengan tatapan menghina.


"bawa dia ke rumah sakit.. " perintah nenek julian.


tubuh ano di bopong oleh julian untuk menambah kesan pada tamu undangan. dan mengusir sosok teman lama julian.


"gadis ini sangat menguntungkan. " batin julian bersuara.


orang orang menanyakan keadaan ano pada nenek julian. sedang kan julian membawa ano ke rumah sakit untuk pemeriksaan.


di pertengahan jalan. julian membersihkan darah dari kening ano. menutupi tubuhnya mengunakan jasnya.


mobil berhenti di depan rumah teman julian. mengantikan baju ano. membawa nya pulang.


"untuk luka sekecil ini tidak perlu berada di rumah sakit"


sopir mobil memilih buta dan tuli. melanjutkan perjalanan menuju rumah neneknya.


sesampainya dirumah ano di sambut ke Khawatiran.


hanya dalam kurun waktu seminggu ano dan julian pindah ke tempat yang di janjikan oleh sang nenek .


burung-burung berkicauan mengikuti laju mobil memberi ucapan selamat kepada mereka berdua.


tidak lupa anak mungil itu mengikuti di dalam mobil. ikut dengan perjalanan pengantin baru.


( butuh berapa lama untuk bangkit? )


aku tidak menyangka semudah ini. secepatnya aku harus menghilangkan beban sesungguhnya.


"apa masih jauh" tanya ano


julian tersenyum lembut, tampan.... pria berkulit putih, bermata sipit memang memiliki kesan tersendiri.


" hanya beberapa meter lagi. perjalanan ini akan berakhir "


"aku tidak pernah naik kendaraan beroda empat. perut ku serasa mual".

__ADS_1


mendengar itu julian tertawa mengejek nya.


" kau orang kaya, hanya berkendara sebentar sudah mual..... lucu sekali "


ano menahan diri untuk tidak muntah. tak lama mobil memasuki perkarangan rumah. berjejer taman bunga dan sebuah rumah yang berstruktur unik.


"kau menyukai tempat ini ano? " tanya julian


"aku suka sekali. damai dan tentram" ucap ano membalas pertanyaan julian.


"mana ucapan terimakasih itu? "


ano terkejut dan mengerti maksudnya.


"apa sebuah ciuman cukup? " tanya ano polos...


"lucu sekali.... boleh saja" jawab julian dan memasang wajah dekat.


ano merasa gugup padahal ini hal yang sudah biasa. hanya saja situasi yang berbeda.


kecupan kening di berikan ano pada julian. apa ini tanda sayang, bukan nafsu.


"pintar.... " puji julian mengelus kepala ano.


mereka turun dari mobil melihat rumah untuk mereka.


"ini rumah mu. lakukan sesukamu"


julian duluan masuk untuk beristirahat meninggal kan ano yang mengagumi keindahan alam di rumah barunya.


"aya, ya ini tidak seindah yang kau bayangkan... " celoteh nenek nenek di luar pagar tanaman.


terbesit dalam pikiran nya bahwa suara itu benar.


ia mengengam erat bajunya. rasa takut mulai menghantui dirinya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2