
Setelah kejadian dimana Yuriko berada di panti banyak sekali yang mengajak Yuriko bermain karna selain tenang menurut Isabella Yuriko adalah anak yang pendiam karna jarang sekali melihat Yuriko menangis, lalu satu tahun pun berlalu banyak yang telah terjadi.
Salah satunya Keira yang menjadi anak tertua telah di kirim dan di gantikan dengan yang baru, lalu di susul dengan anak-anak tertua dan anak-anak dengan nilai yang lumayan rendah mulai terkirim dan di gantikan dengan yang baru.
Dan kini para tokoh utama telah berkumpul karna menggantikan mereka yang terkirim.
Hari berganti bulan dan bulan berganti dengan tahun kini Yuriko berumur 4 tahun kini menjalani tes pertamanya, melihat itu anak-anak yang lain menyemangati nya.
Yuriko POV
"Ne... Yuriko semangat tes nya"
"Ya kau pasti bisa"
"Eum aku akan berusaha" ucap ku dengan yakin
"Baiklah ayo kita ke ruang tes Yuriko" ajak mama
"Haik mama" ucap ku dengan ceria
Di ruang tes
"Umur 4 tahun type 1, Jawab pertanyaan berikut dalam waktu 10 detik. Dimulai dari sekarang"
'Wah ternyata lebih susah dari pada yang ku bayangkan, tapi aku harus mendapat nilai sempurna'
...🔹🔹🔹...
"Yuriko selamat kau mendapat nilai yang hampir sempurna" ucap mama
"Ehhhh! benarkah mama?" ucap ku dengan nada bertanya
"Itu benar hanya 5 soal yang salah" ucap mama
"Wah kalau begitu aku akan berusaha lagi untuk mendapat nilai yang sempurna" ujar ku pada mama
"Tentu saja kau pasti bisa Yuriko" ucap mama sambil mengelus rambutku
"Heee Selamat ya Yuriko"
"Wah padahal ini tes pertamanya ya"
__ADS_1
"Kau benar tapi aku tak heran karna dia slalu di perpustakaan saat setengah tahun yang lalu"
"Hahahaha kau benar"
Aku yang mendengar itu hanya bisa tersenyun, dan berpikir mereka benar-benar polos ya.
'Aku akan mempertahankan nilai sempurna ku sampai usia ku mencapai 12 tahun, dan sebelum aku di kirim aku aku harus merencanakan aku harus ke lambda'
Aku tau pemikiran ku benar-benar tak masuk akal tapi aku harus melakukan hal itu
'ya karna Emma dan yang lain bersama sedangkan Norman nanti hanya akan sendiri, setidaknya aku harus menemaninya kan!'
Yuriko POV end
Setelah mengerjakan tes harian anak-anak di perbolehkan untuk bermain hingga puas/ ya tau lah untuk memperoleh hasil yang terbaik.
1 tahun berlalu kini Yuriko berumur 4 tahun dan Emma,Ray dan juga Norman berumur 3 tahun, apalagi hari ini adalah tes pertama mereka.
Dari 1 tahun belakangan ini banyak hal yang terjadi tapi seperti biasa anak-anak yang di kirim terus di gantikan dengan yang baru, terus dan terus seperti itu.
Tepat setengah tahun yang lalu Yuriko akhirnya mendapat nilai yang sempurna dan terus mempertahankan nya hingga saat ini, slalu belajar di perpustakaan tapi terkadang juga bermain dengan anak-anak yabg lain.
di ruang tes
'Aku harus terus mempertahankan nilai ku' batin Yuriko
...🔹🔹🔹...
"Baiklah akan mama umumkan ya!, Yuriko,Ray. Selamat kalian mendapat kan nilai yang sempurna" seru Isabella pada kami
"Wah benarkah, Yey. Tapi Ray hebat lho pertama kali tes langsung dapat nilai yang sempurna" ujar Yuriko dengan semangat
"Iya itu benar"
"Selamat ya Ray"
"Hebat sekali, tes pertamanya langsung dapat nilai sempurna"
"Selamat ya Ray" ujar Yuriko
"Ya" ucap Ray
__ADS_1
"Huh kau ini dingin sekali sih" dengus Yuriko ketika mendengar jawaban singkat dari Ray
Beberapa hari setelah tes pertama Norman jatuh sakit karna bermain air dengan Ray, dan Emma ketika Yuriko sedang menjemur dengan anak-anak yang lain, sehingga mengharuskan Norman di bawa ke ruang kesehatan.
Lalu ada peraturan di dalam house ini yang tidak memperbolehkan jika salah satu anak sedang sakit tak boleh untuk di dekati, karna itu akan membuat anak yang mendekatinya tertular.
Namun karna kedekatan Emma dengan Norman membuat Emma tak mau pergi dari sisi Norman dan bersi keras ingin menemani Norman dengan alasan supaya Norman tidak kesepian.
"Aaaa... tidak mau.... aku mau menemani Norman" rengek Emma pada Isabella
"Tidak bisa Emma, Norman butuh istirahat supaya cepat sembuh" jawab Isabella
"Aku akan duduk saja dan tak akan menganggu mama" rengek Emma
"Tidak bisa, nanti kau bisa ikut sakit juga" ucap Isabella
"Tidak.. Ray bilang aku tidak bisa sakit!" ucap Emma
"Di buku bilang kalau 'orang bodoh tidak bisa sakit'." ucap Ray yang di depan pintu
Mendengar hal itu Yuriko yang lewat di ruang kesehatan jadi berhenti dan masuk ke ruang kesehatan, lalu terkekeh dengan jawaban Ray.
"Emma tidak bodoh Ray, dia hanya polos saja" ucap Yuriko lalu mendekat ke arah Norman
"Hora Yuriko jangan dekat-dekat dengan Norman nanti kau bisa tertular" pinta Isabella
"Tidak apa-apa mama, aku hanya ingin memberikan ini untuk Norman" jelas Yuriko sambil memperlihatkan barang yang ia bawa
"Dengan ini Emma bisa berbicara dengan Norman tanpa masuk ke ruang kesehatan mama" ucap Yuriko lalu pergi keluar dan memberikan sisi gelas lainya pada Emma
Emma yang melihat itu menatap Yuriko dengan mata yang bercahaya, lalu bersorak dan segera ingin mencobanya.
"Pelan-pelan saja Emma aku sudah mengukurnya sampai depan pintu kok" pinta Yuriko
"Nanti kita bermain lagi" ucap Emma dengan arat memegang sisi gelas yang berada di tangan nya
"Aku dengar lho" ucap Norman di sebrang sisi gelas tersebut
Emma berseru "Yay! ini bekerja!"
"Norman bisa mendengarmu jika kau berteriak seperti itu" sindir Ray
__ADS_1
Yuriko yang mendengar itu lantas terkekeh lalu tersenyum lembut melihat pemandangan di depan nya ini, tak lama dari itu Isabella meminta pada Yuriko dan Ray untuk membatu nya menata piring untuk makan siang.