Perfect Girl (The Promise Neverland)

Perfect Girl (The Promise Neverland)
04


__ADS_3

Beberapa hari kemudian kini Norman telah sembuh dari demamnya, lalu kini sedang bermain dengan yang lainnya.


"Apa ini?" ucap Emma sambil memegang jeruji besi


"Gerbang?!, yang menghubungkan kita dengan dunia luar ya" seru Ray


"Dunia luar ya?"


"Kita belum pernah keluar, ya"


"Kita sudah di sini sejak dilahirkan, sih"


"Benar, mama slalu bilang, kan?"


"Jangan pernah dekati gerbang atau pagar di hutan karna berbahaya"


"Itu pasti bohong kan" bantah Ray


"Benarkah?"


"Hey Ray! apa yang akan kau lakukan kalau bisa keluar?" seru Emma pada Ray


"Aku tidak tahu, bagaimana dengan mu?" balas Ray


"Aku ingin naik jerapah" jawab Emma dengan ceria


"Semoga berhasil" seru Ray lalu menyandarkan tubuh nya pada gerbang


"...Ini..." ucap Norman lalu memegang jeruji besi tersebut


"Apa yang mereka sembunyikan dari kita?" lanjutnya


"Ray,Norman, dan Emma" panggil seseorang pada mereka "Hah...hah...hah, disini rupanya kalian" lanjutnya


"Oh... Yuriko, kenapa kau terlihat lelah?" tanya Emma pada Yuriko


Yuriko yang mendengar itu lantas sedikit kesal dengan pertanyaan yang di lempar Emma padanya.


"Tentu saja mencari kalian" kesal Yuriko


"Ehh, kalau begitu maaf Yuriko" ucap Emma


"Hah, sudahlah tak masalah, ayo kita kembali mama nanti mencari kita" ajak Yuriko


"Haik" jawab mereka


"Dan lain kali jangan kesini lagi, kalian tau kan itu di larang" ucap Yuriko mengingatkan mereka bertiga


"Haik" jawab mereka lagi


...🔹🔹🔹...


beberapa tahun kemudian


Kini terlihat seorang gadis cantik dengan tanda angka di lehernya sedang tertidur pulas, hingga sebuah suara berhasil membangunkan nya


Teng! Teng! Teng!


Suara lonceng hang berbunyi menandakan bahwa matahari mulai menampakkan dirinya, dan mulai bersinar.


"Minna, ayo bangun! nanti kalian akan terlambat sarapan lho" seru seorang anak dengan rambut orange dan mata hijau


Satu persatu anak-anak yang tadinya tertidur mulai terbangun termasuk dengan anak dengan rambut berwarna lilac.


Lalu dari mereka ada yang berlari menuju keruang makan dan ada juga yang meminta bantuan pada anak lain untuk membantu mereka, salah satu nya anak bernama Emma dan juga Yuriko


"Ohayou Emma" sapa Yuriko


"Ohayou Yuriko" balas Emma


"Yuriko aku tak bisa memasang sepatuku"


"Yuriko bantu aku mengancing baju ku"


"Emma aku tak bisa mengikat tali sepatuku"


"Emma bantu aku"

__ADS_1


"Hai-hai cotto matte ne" ucap Yuriko


"baiklah tapi jangan menangis ya" ucap Emma


Selesai membantu yang lain mereka pun keluar menuju ruang makan, banyak yang menyapa dan mengucapkan selamat pagi pada mereka.


"Ohayou Yuriko" sapa salah satu chibi


"Ohayou mou" balas Yuriko lembut


"Ohayou Conny, don dan litle bunny mou" sapa Yuriko


"Ohayou Yuriko" balas Conny


"Ohayou mou Yuriko" balas Don


Lalu Yuriko pun sampai diruang makan dan di sapa oleh anak-anak disana


"Ohayou Yuriko" sapa Norman


"Ohayou Yuriko" sapa Ray


"Ohayou Ray, Norman" balas Yuriko


"Comen ne, tak bisa membantu lebih awal" ucap Yuriko sambil menghampiri Ray dan Norman yang membawa troli


"Tak masalah Yuriko" balas Norman


"Yuriko bisa bantu mama sebentar?" tanya Isabella


"Haik mama, souste ohayou mama" balas Yuriko


"Ohayou Yuriko" ucap Isabella


Lalu datang lah Emma dengan mengendong Phil


"Owhayou Nwrman, Rway" sapa Emma dengan mulut yang di tarik oleh Phil


"Ohayou Emma"


"Ohayou Emma"


Lalu Ray menyeringai dan bersiap mengejek Emma


"Kau seperti anak berumur 5 tahun saja!" ejek Ray


"Umur ku 11 tahun sama seperti kalian!, aku anak tertua dan cuman hati ku saja yang masih muda tau" teriak malu Emma


"Tidak boleh seperti itu Ray, dan Emma sebaiknya kau membantu" ucap Yuriko sambil terkekeh


"Emma, sebaiknya kau membantu ku sini" kekeh Isabella


"Mou mama dan Yuriko kenapa ikut tertawa" Rengek Emma


"Kenapa mama suka lho Emma yang seperti ini" ucap Isabella


"Aku yang seperti 5 tahun!" pekik Emma


"Bukan itu yang di maksud mama, Emma. kami suka kau yang menyayangi keluarga seperti itu" ucap Yuriko


"Yang di bilang Yuriko benar" ucap Isabella dengan tersenyum lembut


"Hehe terimakasih" ucap Emma dengan riang


Teng! Teng! Teng!


"Selamat pagi anak-anak ku, mari bersyukur karna hari ini kita masih bisa berkumpul bersama. dan semoga hidup kita bahagia"


"Ittadakimasu"


"Ittadakimasu"


"Ini Conny, buka mulutmu" ucap Isabella pada Conny sambil menyuapinya


"Enak"


"Kau manja sekali ya Conny"

__ADS_1


"tidak apa-apa kan, habisnya ini hari terakhir ku disini"


...🔹🔹🔹...


"Umur 11 tahun type 1, Jawab pertanyaan berikut dalam waktu 10 detik. Dimulai dari sekarang "


"Fiuh"


"Akhirnya selasai"


"Aku capek sekali"


"setengah soal berhasil ku jawab dengan benar"


"Setengah?! kau hebat sekali"


"Kau pintar sekali... Aku bahkan tak tahu apa-apa, aku masih belum bisa mengerjakannya" ucap Conny


"Baiklah,nilai ujian akan ku kembalikan pada kalian"


"Emma, Ray ,Norman dan Yuriko selamat kalian mendapat nilai 300 lagi, nilai sempurna" ucap Isabella dengan girang.


"Mereka memang berbeda ya"


"Anak jenius yang memiliki otak terbaik, Norman."


"Anak intelek yang bisa bersaing dengan Norman, dan biasa di sebut ensiklopedia berjalan, Ray."


"Gadis yang memiliki refleks dan kemampuan belajar luar biasa, Emma."


"Lalu Yuriko, anak yang sempurna dari kecil dan mempunyai sifat seperti mama"


"Mereka adalah keajaiban yang tak pernah ada di panti ini"


"Wajar saja mama senang"


Sementara Don yang mendengar itu langsung kesal dan menantang Norman untuk bermain


Kini mereka semua telah berada di luar, karna Norman yang berjaga semua nya langsung berlari tak menentu arah.


Sementara Norman melirik Ray, Ray yang peka langsung mengeluarkan jam nya dan mulai menghitung.


Lalu Norman mulai berlari dan mencari anak-anak yang tadi nya bersembunyi, satu persatu anak-anak yang lain mulai tertangkap hingga Don dan Conny juga tertangkap


"Heee apa ini, semuanya sudah musnah"


"Ya mau bagaimana lagi, Norman yang berjaga"


"Sekarang tinggal Yuriko dan Emma ya"


"Iya"


Disisi lain Emma yang terkelabui oleh Norman yang pura-pura terjatuh pun tertangkap, hingga yang tersisa hanya la Yuriko.


Menurut Norman mencari Yuriko itu sulit karna dia pandai sekali untuk menipu dan bersembunyi, hingga waktu habis dan pemenangnya adalah Yuriko.


"Dia berhasil menangkapku lagi!!" ucap Emma


"Kau berhasil menghilang dari kejarannga selama 10 menit, itu rekor baru" ucap Ray


"Duh kenapa?! kenapa Norman sangat pintar bermain kejar-kejaran?" tanya Emma


"Norman tak bisa mengalahkan ku dalam lomba lari, tapi aku tak bisa mengalahkannya dan kejar-kejaran" bingung Emma


"Pertanyaan! apa yang di miliki Norman dan kau tidak" tanya Ray sambil menutup bukunya


"Kecerdasan super, ketenangan" bingung Emma


"Jawabannya adalah Strategi Emma" ucap Yuriko lembut


"Apa yang di bilang Yuriko benar, Norman itu kuat disini" ucap Ray dengan menunjuk kepalanya


"Norman tidak akan bisa menyaingi mu dalam kecepatan tapi Norman slalu mengunakan strategi agar bisa mengalahkan mu"


"Sama seperti kuta bermain catur namun yang kuta gerakan adalah seluruh tubuh kita" lanjut Ray


"Ini masih bicara kejar-kejaran tidak sih" celetuk Emma

__ADS_1


"Masih Emma tapi kau harus memahaminya jika ingin bisa mengalahkan Norman" balas Yuriko lembut


"Tapi kalau tentang itu sih Ray yang paling jago" ucap Norman


__ADS_2