Perfect Girl (The Promise Neverland)

Perfect Girl (The Promise Neverland)
03


__ADS_3

Kini Ray dan juga Yuriko tengah menata piring untuk makan siang bersama dengan anak-anak lain, lalu tak lama Ray menghampiri Yuriko yang sedang mengobrol dengan salah satu anak seumuran dirinya.


"Ne.. Yuriko bisa kah nanti kau mengajariku? ada beberapa yang tak bisa ju mengerti" ucap Ray sambil menundukkan wajah nya


"Boleh saja, tapi kenapa tiba-tiba bukan kah kau sudah mendapat nilai sempurna dalam tes Ray?" tanya Yuriko


Kini terlihat Ray yang sepertinya ingin menanyakan sesuatu pada Yuriko namun tak ingin menimbulkan kecurigaan, karna biasanya Ray slalu diam dan kadang hampir tak pernah meminta belajar bersama jika bukan Yuriko yang memintanya.


"Eum.. hanya ingin saja, apakah tidak boleh" ucap Ray


"Hm.. tentu saja boleh Ray, aku hanya terkejut kau yang memintanya duluan" jawab Yuriko


Yuriko POV


Hari ini benar-benar membuat ky sedikit bingung akan sikap Ray tak seperti biasanya itu, namun aju tiba-tiba teringat akan spoiler yang aku lihat bahwa Ray mengetahui kebenaran nya saat masih kecil.


'Apa dia mengetahui tentang kebenarannya sekarang'


ah sudah lah nanti saja kita lihat apakah dia benar-benar sudah mengetahuinya apa belum.


"Baiklah Ray ayo kita panggil yang lain untuk makan siang" ucap ku sambil menggandeng tangan Ray lalu mengambil lonceng dan membunyikan nya


Aku diam-diam melirik Ray yang terlihat sendu sambil menatap tangan ku yang mengandeng tangan nya


"Nah kalian makan dengan tenang ya aku akan membantu Norman, lalu Yuki dan Frey bisa bantu mama membereskan semuanya?" tanya mama pada 2 anak tertua itu


"Tentu mama" seru mereka berdua


Selagi 2 anak tertua itu membereskan ruang makan di bantu dengan yang lain, sementara sisanya pergi bermain di luar. Sementara Ray dan aku sedang duduk di bawah pohon sambil belajar bersama dan sesekali aku menjawab pertanyaan dari Ray.


Lalu kemudian Ray bertanya pada ku dengan pertanyaan yang sama sekali tak ada di pembahasan tadi, tapi yang membuatku terkejut adalah pertanyaan nya yang terpaku pada suatu yang hanya bisa di raih dengan usaha yang sangat keras untuk dunia ini.


"Ne.. Yuriko apa artinya 'kebebasan' ?" tanya Ray

__ADS_1


Aku terdiam sebentar mendengar hal itu lalu menjawab


"Menurutku kebebasan adalah yang akan kita raih saat kita benar-benar bisa terlepas dari belenggu yang menahan kita untuk berdiam diri saja" ujar ku pada Ray lalu menatap ke arah langit " tapi ada beberapa manusia yang berpendapat berbeda, ya munkin tergantung hal apa yang menahan kita untuk tak bisa bebas dan terbang dengan menunjukkan sayap indah kita" lanjut ku


"Begitu ya" gumam Ray


"Eum... Yuriko bisakah aku memelukmu?" tanya Ray


"Tentu Ray... hora ayo sini" pinta ku sambil membuka lebar tangan ku pada nya


Lalu Ray masuk ke dalam pelukan ku dan memejamkan matanya, telinga nya seperti mencari detak jantung ku


Ya aku terkadang bingung kenapa mereka suka sekali mendengar detak jantung ku?, apalagi para bayi! jika aku mengendong mereka. mereka terdiam seperti aku ini adalah mama yang menenangkan mereka.


Yuriko POV end


Tak berselang lama Ray tertidur di pelukan Yuriko


'apa pelukan ku sehangat itu ya?, sampai-sampai mereka yang memelukku langsung tertidur' batin Yuriko


Tapi Ray tak mendengarnya karna sudah terlelap dalam mimpinya dengan pelukan dari Yuriko,Emma yang tak terima langsung menerjang Yuriko dan memeluk Yuriko.


Anak-anak yang lain yang melihat itu langsung menghampiri Yuriko dan memeluk nya juga, lalu tak berselang lama Yuriko juga mulai terlelap dalam mimpi.


...🔹🔹🔹...


beberapa jam kemudian Yuriko lah yang lebih awal, tangan nya terasa kesemutan karna berada di posisi yang sedikit tak nyaman.


Lalu Yuriko tersenyum lembur melihat mereka yang tertidur di dekat nya,hingga tak sadar bahwa dirinya melamunkan hal apa yang akan terjadi ke depannya.


'Aku tak melihat mangga nya karna sibuk akan pelajaran yang harus ku pelajari dengan tuntutan dari orang tua ku,jadi aku harus bagaiman untuk menyelamatkan mereka' batin Yuriko


Tanpa sadar ada yang memperhatikan Yuriko yang telah terbangun tapi kelihatan sekali bahwa dia sedang melamun.

__ADS_1


??? POV


Aku yang merasa ada pergerakan di sekitar ku perlahan membuka mata,dan melihat walau masih samar-samar saudara-saudara ku yang masih tertidur di dekat Yuriko.


Lalu aku melihat ke arah Yuriko yang sepertinya dia sedang melamun,tapi kenapa dia melamun seperti itu ya?.


'Apa yang dia kamu kan sehingga tak sadar bawah aku menatapnya'


??? POV end


"Yuriko kenapa kau melamun?" tanya seseorang yang sedang menatap Yuriko


Yuriko yang mendengar hal itu sedikit tersentak lalu melihat ke arah sumber suara


"Oh Kay kau bangun ya" ucap Yuriko yang terkejut


"Kau belum jawab pertanyaan ku lho" ucap Kay


"Ahh.. bukan apa-apa kok" ucap Yuriko dengan tersenyum lembut


"Baiklah kalau begitu" jawab Kay


"Oh ya Kay bisa kau bangun kan mereka? tangan ku dan kaki ku sepertinya kesemutan" pinta Yuriko


"Tentu" ucap Kay tersenyum


"Terima kasih ya Kay"ujar Yuriko dengan senyum lembutnya


Lalu Kay dan juga Yuriko membangunkan anak-anak yang tertidur lalu masuk ke dalam house karan hari sdah hampir malam,namun aku masih terdiam sebentar karna rasanya tangan dan kaki Yuriko masih kesemutan.


"Maaf ya Yuriko" ucap Emma


"Tidak apa-apa Emma, sebentar lagi juga sudah sembuh kok" ucap Yuriko tersenyum lembut ke arah Emma

__ADS_1


"Benar tidak apa-apa" ucap Emma


"Iya Emma" ucap Yuriko dengan harapan bahwa Emma tak khawatir pada nya


__ADS_2