Perjalanan Hidup Sang Pengacara Dan Impiannya

Perjalanan Hidup Sang Pengacara Dan Impiannya
.PROLOG


__ADS_3

jika ada kesamaan nama maupun tempat saya sebagai penulis mohon maaf sebesar besarnya,novel ini dibuat bukan untuk menyinggung siapapun dan hanya sekedar hiburan.


silakan dinikmati


kritik dan saran sangat diperlukan


...************************************************...


sudah lima tahun sejak candri dan jhon bertunangan yang dimana kedua orang tua wira bapak yang bernama toni dan ibunya bernama dewi menghadiri pertunangan adiknya itu yang bernama candri saputri(bukan nama asli ya,oke lanjut)


"wiraaa, anakku kemari kau nak ibunya memanggil wira anaknya "


"ia mi bentar ini lagi buat gugatan Hikhik untuk sidang besok lusa" jawab Wira


"cepat turun atau listrik mama matikan kelar kerjaan lu"


"ia ia wira turun deh mi,jangan dimatikan listriknya belum disave ini gugatan hikhikhik mimi tega,akhirnya wira turun ke bawah karena takut ancaman ibunya akan dilaksanakan "


*duduk wira ,mimi dan papi mau bicara penting padamu nak"


wira akhirnya duduk dihadapan ayah ibunya,suasana hatinya dan keadaan aura rumahnya lebih menakutkan dari menghadapi persidangan di pengadilan yang dia jalani sehari hari


"nak ,kapan kau menikah ,mimi dan papi sudah tua apalagi sekarang ini rmh sudah kepala tiga ,sudah waktunya untuk menikah,pekerjaan kapan penghasilan oke wajah lumayan ,mimi mau punya cucu nak"


"alibi mimi bilang aja dek candri sudah kebelet nikah kok saya yang diusik usik supaya cepat nikah,memang nikah itu kaya beli sayuran di pasar mi bisa cepat"


" ini anak,dibilangin malah nakal mau mimi sita semua peralatan kerjamu dan mimi tutup kantor mu ,mimi lagi serius jawab yang benar nak"


"jangan mii,ampun mi"


"mi sudahlah jangan terlalu keras sama anak sulung kita toh dia masih muda kok, masih butuh penjajakan dalam mengenal cinta" kata ayahnya wira


"Untung kamu dibela bapak mu,kalau gak hmmm kelar dirimu " ibunya akhirnya pergi ke dapur melangkah dengan kesal sama suaminya yang membela anaknya terus


" yang sabar le oke,nanti papi akan beri 1000 jurus menaklukan hati wanita 🙂"


"oke papi terimakasih,saya keatas dulu menyelesaikan pekerjaan dulu pi,tenang secepatnya saya akan bawa calon kerumah biar papi dan mimi senang 🙂"


setelah kejadian hari itu dewi ibunya selalu menanyakan kepada wira kapan bawa calon mantu dan mengenalkan ke mereka berdua dan kapan wira menikah.


hampir setiap perempuan yang dekat dengan wira entah


itu sekretarisnya,staff nya,bahkan kliennya diselidiki oleh ibunya dan adek bungsunya karena dikira itu adalah calon mantunya dan kakak iparnya.


Wira yang tau akan hal itu ,dia tidak risih dan keberatan akan kelakuan ibu dan adik bungsunya.

__ADS_1


wira menganggap hal itu adalah hobi baru mereka," hehe biar aja mami dan adek candri menyelidiki setiap wanita yang kutemui, mau sampai kapan mereka kuat hehehe gua akan liat aja hobi baru mimi dan si dek candri itu 😆😆😆 sambil berkata dan juga tertawa didalam hatinya melihat hal seperti itu.


" anakku Wira kapan kau menikah balik,adikmu sudah lama bertunangan lho ,masak kamu mau dilangkahi, adat keluarga kita tidak seperti itu nak" ucap dewi resah sama kelakuan anaknya yang betah menjomblo seperti hobi yang tidak bisa dipisahkan.


Nah kalau soal itu lain lagi perkaranya, Wira tak begitu suka ditanya soal keturunan,bukan ia gay /homo seksual


ataupun mandul tetapi karena Wira sedikit sensitif masalah perkara dalam berkomitmen dalam hubungan soalnya selama dia menjadi pengacara dan mengurus masalah perceraian dan masalah masalah rumah tangga kliennya itu membuat Wira jadi sensitif jika ditanya komitmen salam suatu hubungan apalagi wira juga trauma di putus bahkan selingkuh oleh para wanita yang dia cintai.


" Mama pengen punya cucu dan punya mantu dari kamu secepatnya nak,karena mami dan papi sudah tua....biar rumah jadi rame bukan hanya ada mami dan papi jika adikmu juga pergi bekerja......* ucap Dewi ibunya sambil menghela nafas.


Wira menatap ibunya dengan perasaan sedih dan sambil menghela napas panjang melanjutkan kembali melangkah ke kamar mandi untuk mandi dipagi hari itu.


masalah perceraian, hak asuh anak yang intinya masalah kandasnnya suatu perkawinan bukan hal baru yang masuk ke telinga Wira, ia seorang pengacara yang sudah malang melintang selama 5 tahun meniti karir dibidang itu, sebelumnya menjadi pengacara saat menjadi mahasiswa di fakultas hukum, wira termasuk aktif di lembaga bantuan hukum di bawah naungan fakultas tempat dia menimba ilmu hukum tersebut sebut saja fakultas Hukum Unlam Banjarmasin, walau sekarang dia sudah berada di suatu wilayah yang masuk provinsi jogyakarta tidak membuat namanya redup.


Wira sering menangani kasus di luar JOGYAKARTA seperti kota palangkaraya, kasongan,sampit,balikpapan, ngawi,surabaya,medan,palembang,makasar,gorontalo,jakarta,bekasi,tangerang,banyuwangi ,bali hingga marisa sulawesi selatan.


kasus yang dia tangani beragam mulai dari perkara perkara ringan seperti permohonan pergantian nama hingga sampai perkara sekelas masalah pertambangan dan pencemaran lingkungan juga dia pernah tangani.


Apalagi kasus masalah kandasnnya suatu perkawinan.


Wira sudah hapal,Mulai dari masalah umum seperti perselingkuhan, masalah keuangan, cerai akibat anak ditinggal sebentar sama bapaknya karena ada orderan ngojeklah sampai masalah KDRT.



kadang dan banyak hal masalah perceraian timbul masalah baru yaitu hak asuh anak menjadi problema berikutnya, tentang siapa yang berhak apakah ayah atau ibunya bahkan masalah harta pun menjadi masalah baru kedua yang timbul akibat perceraian belum lagi masalah psikologis korban anak korban perceraian kedua orang tua tersebut.






lanjut ke cerita


" Kamu kalau susah cari Cewe ,mami jodohin dengan anak teman mimi atau temen papi mu yang dokter itu,cantik lho nak anaknya, bagaimana mau ya nak" kata Dewi ibunya kepada Wira yang sudah gedek dikarenakan tidak ditanggapi oleh putra sulungnya itu.


bola mata Wira melotot seakan mau keluar dan dia hampir tersedak dari minuman es white coffee kesukaannya itu,saat mendengar perkataan ibunya tersebut.


"Mam,Menikah itu hal sakral seumur hidup mi,menikah itu butuh komitmen yang kuat,saling mengenal dulu gak asal main nikah emang ayam atau kucing main brosot gitu dan juga emang saya sapi main dijodoh jodohin,hedeh"


"Menikah itu pondasinya harus kuat mi,bukan hanya kuat dan tahan lama di ranjang doang,tetapi pondasi saling percaya satu sama lain,setia kedua belah pihak ,saling mengalah diantara kedua belah pihak ,cinta tulus yang utuh,ekonomi yang stabil ,emosi yang stabil dan matang bukan labil dan cepat naik cepat juga turunnya. Belum lagi kalau punya anak.


Masih ada tanggung jawab membesarkan anak,

__ADS_1


mendidik anak,membesarkan anak yang dimana uang bukanlah patokan utama didalamnya tetapi bagaimana psikologis anak kedepannya itu sendiri mi ."


" Tapi kamu gak gay atau mandul kan nak? " tanya ibunya ke Wira


" Ya Tuhan,enggak lah mi ngapain jadi gay .....aku Normal 100000 % masih doyan cewe bahenol atau mami bilang saya mandul Apalagi itu hedeh mi, ini ada bukti surat waktu saya cek saya tidak mandul kok mi ...tenang saja asli kok soalnya saya sudah menyiapkan segalanya jika ditanya sama calon mertua atau sama mimi hehehe. wira ketawa garing ke ibunya sambil menyerahkan surat tersebut ke ibunya"



gambar hanya ilustrasi saja,sumber dari google


"Kalau masalah buat anak mah gampang mi,sama siapa nya itu dia yang masalah,masak sama kucing"wira menanggapi hal itu ke mamah nya.


"Mi.......... sebenarnya maunya mami cewek yang bagaimana yang harus Wira cari,apakah sexy,kaya,punya pekerjaan sbg Pedagang,Polisi,Tentara,PNS atau Pengusaha sukses atau CEO atau yang bagaimana sih mi ? semua cewe yang mami temui di kenalin ke saya apakah harus saya nikahi semuanya kan gak mungkin mi "


" Nak....bagaimana hubungannya dengan erina apakah masih lanjut......kok tidak ada khabarnya lagi?? " bukannya mamanya menjawab dulu pertanyaan anaknya malah tanya soal hubungan itu.


"sudah putus mi karena ayahnya tidak merestui mi" jawab Wira sambil mengenang memori indah bersama terima


" yah apa boleh buat kalau sudah seperti itu, padahal mama dan papi sudah setuju dan merestui hubungan kalian walaupun umur terima sama seperti adik sepupumu itu yang sekarang kuliah di ugm menggantikan adikku candri karena kan adikku sudah wisuda hehe " jawab ibunya sambil tertawa canggung


" Mami maunya menantu yang cantik,Baik,Takut sama Tuhan dan larangannya, Rajin berdoa dan kegereja ,hormat dan sayang sama kamu,sama adikmu juga, hormat dan sayang sama papi dan mami mu juga,pinter, pengertian, dewasa,kandungannya subur biar mami cepet gendong cucu syukur puny cucu kembar 5 cucunya sekali melahirkan Amin hehehe, dan yang terutama dia masih gadis original bukan hasil operasi,........ sudah gitu doang gak muluk muluk kok......" jawab ibunya Wira kepada Wira sambil merajang wortel dan kentang untuk membuat sup.


" ya sudah nanti saya akan coba cari seperti kemauan mami dan papi ,tetapi jangan maksa cepet cepet soalnya ini mencari jodoh mi bukan cari ayam kampus hehehe" kata Wira kepada ibunya


ibunya yang mendengar kata terakhir Wira langsung menjewer telinga putra sulungnya


"ampun mi sakitttttt.....tobattt........." teriak Wira tetapi gak di gubris ibunya.


^makanya jangan asal ngomong lu wira enak kan dijewer^ ledek author


"awas lu thor kelar hidup lu "


^mau ku buat jalan cerita hidupmu ku buat finish hari ini alias ke alam baka hehee^ ancam author


"huft andai bukan lu yg nulis jalan hidup gua,sudah ku bikin kelar idup lu " keluh Wira ke author


^emang lu berani^ tantang author


" hua. 😭😭😭😭😭😭 aku di zolimi author "


^dasar kadal gak mempan tangisan lu ke gua^ jawab author


" eee kok ada suara pemadam ya ada apa gerangan,apakah itu bunyi uang mau masuk lagi ya kira kira kasus apa itu apakah murni kebakaran ataukah tindak pidana " wira berbicara dalam hati dan membayangkannya


^ dasar mata duitan dan otak kasus,semua hal dikaitkan dengan kasus ,hedeh^ jawab author

__ADS_1


"e kaleng moci diem lu ...berisik "


__ADS_2