Perjalanan Hidup Sang Pengacara Dan Impiannya

Perjalanan Hidup Sang Pengacara Dan Impiannya
BAB 4


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang Wira ternyata sdh ditunggu dan di cegat dua sepeda motor dengan jaket hitam dan membawa pentungan di tangannya akhirnya perkelahian di jalan memakai motor pun terjadi ,yang satu memepet Wira dari sebelah kiri yang satu di kanan tetapi wira bisa menghindar serangan tersebut dan pengendara sepeda motor di kiri maju ke depan dan yg nan menendang mtr Wira hingga Wira terjatuh tidak sadarkan diri karena helm nya terlepas dan kepalanya membentur pipa dan Wira terseret sejauh kurang lebih 100 meter dari kejadian karena situasi jalan sepi dan menurun serta licin karena becek akibat air dari sawah mengalir turun deras ke jalan berserta tanah yg ikut tersapu air disitu ditambah tanah yg bertumpuk di bahu jalan yg sdh tercampur air sawah tadi yang membuat jalan semakin licin, para penyerang yg melihat Wira jatuh tergeletak bersimbah darah kabur meninggalkan Wira karena dikira wira sudah mati,Wira hanya memperkirakan sekarang jam setengah dua belas krn terakhir dia melihat jam di hpnya sudah pukul 23:15 krn jarak angkringan dengan tempat terakhir Wira akhirnya diselamatkan orang hanya menempuh perjalanan selama 15 menit. dalam keadaan seperti itu yg tergeletak tak berdaya Wira hanya membunyikan klakson sepeda motor terus menerus dengan sekuat tenaga krn badan juga tertindih body sepeda motor sambil Wira membaca semua doa baik doa yang diajarkan oleh gereja katolik,doa dari guru angkatnya yg biksu budha bahkan ayat alkitab pun dia gunakan dan bacakan karena ada suara yang memerintahkan Wira untuk melafalkan ayat Alkitab tersebut walau dalam kondisi parah dari kepala dan telinga darah keluar terus menerus dan Wira juga mengalami muntah darah berwarna hitam dalam pandangan Wira sebelum kesadarannya hilang .Wira sadar pertama saat di ruang ugd rumah sakit boro kalibawang dengan keadaan di infus dan hidung di taruh kapas sambil ditanya pihak kepolisian ditanya kejadian waktu itu .Wira gak begitu bisa menjawab dan akhirnya pingsan lagi. Wira sadar lagi ke dua kalinya saat di masukkan ke ambulan untuk dipindahkan ke rumah sakit sardjito yogyakarta Wira bertanya ke adiknya candri mau kemana kita,adiknya menjawab singkat "mau ke sardjito mas ,sudah mas tenang saja dan jangan banyak bicara oke" Wira pun gak bisa menjawab perkataan adiknya itu dikarenakan Wira tidak sadarkan diri lagi ,Wira sadar ke tiga saat di lorong rumah sakit sardjito ini di mana adiknya menjawab singkat " sardjito " dan Wira gak sadarkan diri lagi setelah muntah darah yang banyak di lantai rumah sakit.


Wira sadar ke 4 kalinya saat di masukkan ke ruang pemeriksaan seluruh badan dan saat berada didalam mesin scan area tubuh Wira sudah tidak sadar lagi ,didalam alam bawah sadar Wira hanya melihat kegelapan dan bau belerang ,Wira berteriak ini dimana

__ADS_1


Akhirnya Wira di datangi seorang seperti laki laki membawa tongkat yang panjang dan Wira bertanya " apa yang ada di bawah jurang itu dan apa itu ", Orang itu menjawab " kamu mau tahu tetapi jangan kaget dengan isi didalamnya " wira mengangguk dan tdk menjawab secara lisan, Orang itu menyibakkan api yg hitam dan panasnya melebihi api kompor dan setelah terminal terkejutlah Wira bahwa yang didalamnya ada banyak manusia ada yg disiksa ada yg menyembah berhala terus disiksa orang orang itu,wira yang melihat hal itu marah dan berkata Kenapa orang itu di siksa ,tempat apa itu sudah melanggar Hukum " orang itu menjawab " Hukum yang kamu bawa di kepalamu hanya berlaku di duniamu disini sudah bukan duniamu dan tempat itu adalah NERAKA APA KAMU TAKUT HAI ANAK MANUSIA"


WIRA tersenyum dan berkata "bawa aku ke hadapan pemimpinnya aku mau mengajukan protes dan akan membela mereka".Orang itu hanya tersenyum dan menjawab singkat " Apakah kamu YAKIN,sebab tidak ada satu anak manusia pun yang sanggup berkata dan berdiri tegak di HADAPANNYA tanpa IZINNYA "

__ADS_1


WIRA yang mendengar itu langsung menelan ludah secara kasar dan patuh kepada perintah orang tersebut daripada di masukkan ke dalam NERAKA .


selang beberapa menit seingat wira Wira sampai di sebuah ruangan yang semuanya dari emas murni ,Wira berpikir wah kalo ini dibawa sedikit saja satu tegel aku bisa jadi orang terkaya di dunia hehehe ,tetapi lamunan Wira hilang seketika ketika ada seorang yang duduk di atas kursi tahta yang wajahnya tidak kelihatan dan silau oleh cahaya keemasan, Orang yang membawa Wira hanya berkata jangan kamu lihat terlalu lama bisa berbahaya bagi keselamatan jiwaku,karena jiwamu tidak kuat untuk menanggungnya. Wira dengan patuh mengikuti perintah orang tersebut. Setelah Wira patuh akan perintaNYA ORANG ITU DUDUK DI SEBELAH KANAN ORANG YANG DUDUK DI KURSI TAHTA DAN Pria bercahaya tersebut berkata "Apa yang mau kamu protestan,siapa yang mau kamu bela ingatlah ini bukan ditanami lagi walau kamu dengan baju toga berdiri di hadapanKU jika aku tidak mengizinkan kamu bicara atau berdiri bahkan duduk kamu takkan bisa melakukan keinginanmu itu apakah kamu paham dan mengerti anakku.Wira hanya bisa mengangguk dan diam di HADAPANNYA, Dia berkata "Anakku walau sebelum kamu dikirim kesini kamu melakukan dosa berat selama 2 tahun berturut turut Aku akan memaafkan dosamu itu dengan Satu syarat JANGAN ULANGI DOSA ITU LAGI KARENA MEMBUATKU JIJIK DAN AKU JUGA JIJIK AKAN SEMUA BENDA YANG KAMU PUNYA PAHAM,KALAU KAMU PATUH AKAN SYARAT INI AKU AKAN MEMBERIKAN SEBUAH HADIAH YAITU SISTEM PEMBELA UMUM GUNAKANLAH DENGAN BIJAK,SISTEM ITU BERBEDA DENGAN SISTEM IMYANG LAIN ,TIDAK ADA PANEL BERISI STATUS APAPUN INTINYA KAMU SEPERTI MANUSIA BIASA TETAPI DIBERIKAN KELEBIHAN JIKA KAMU MELAKUKAN SUATU KESALAHAN KAMU AKAN DIHUKUM INSTAN SEPERTI KECELAKAAN BAIK RINGAN BAHKAN BISA BERAT JIKA KESALAHANMU FATAL DAN KALAU KAMU MATI KAMU TIDAK AKAN DISINI TETAPI KAMU AKAN TINGGAL DI MANA KAMU MELIHAT TADI,KAMU MENGERTI MAKSUD PERKATAANKU INI ANAKKU.

__ADS_1


Wira hanya menjawab Ya hamba mengerti ,TUHAN dan RAJAKU "


__ADS_2