Perjalanan Mencapai Surga

Perjalanan Mencapai Surga
Janji


__ADS_3

Dimalam ini cahaya bulan terasa lembut


Ditemani semilir angin berhembus merdu


Suara binatang yang saling bersambut


Menciptakan melodi yang membawa rasa rindu.


Kenapa malam ini terasa indah?


Sampai takjub merekah di kalbu


Jika yang tersisa hanya rasa gundah


Akibat hati yang telah berdebu.


Langit dicat dengan warna biru


Menciptakan suasana menyentuh


Namun...


Dimatanya hanyalah kelabu


Saat air mata telah terjatuh.


Terdengar tangisan sendu


Mengganti melodi yang merdu.


Matanya menatap jauh


Saat di hati hanya ada rasa ragu


Sebuah gambar dari masa lalu


Tentang perpisahannya dengan ayah ibu.


...


Zhang Wu Chang yang berdiri di tepi gunung, memakai baju berwarna abu-abu. Rambutnya yang terhambur, berkibar dengan anggun.


Sosoknya akan membuat semua yang melihatnya terpesona, tetapi kesedihannya terpancar dari seluruh tubuh, mencemari indahnya suasana yang agung.


Zhang WuChang memang memiliki kedewasaan dalam dirinya, namun dia tetaplah seorang anak berusia 7 tahun yang memiliki segudang emosi.


Saat ini WuChang tidak memiliki niat berlatih seperti biasa, yang dia inginkan hanyalah berdiri diam dan melepaskan segala perasaanya.


Ingatan malam itu tidak akan terlupakan, baginya peristiwa itu terasa seperti baru terjadi kemarin.


...


2 tahun yang lalu.

__ADS_1


Terdapat dua orang dewasa, pria dan wanita yang menatap ke seorang anak kecil. Keduanya merupakan pasangan suami istri dan anak kecil itu adalah anak mereka sendiri.


Sang suami yang melihat istrinya tidak dapat berkata-kata, hanya bisa menghela napas dan menunjukan niat untuk berbicara.


"Changer, ini mungkin terdengar tidak adil untukmu tapi tolong dengarkanlah".


"Ayah dan ibu memiliki hal yang harus kami lakukan, dan itu adalah sesuatu yang penting, karena menyangkut tentang hidup dan mati keluarga kita," pria itu mengucapkan kata demi kata dengan tegas tetapi lembut.


"Maka dari itu ayah dan ibu harus pergi dari sisimu, tetapi kamu tidak akan sendirian karena ada kakek dan saudaramu Huozhan yang selalu di sisimu."


"Apa kamu mengerti, Changer."


WuChang menganggukkan kepalanya dengan pelan, sebagai tanda mengerti.


"Bagus... Lalu yang terakhir, ayah dan ibu ingin kamu berjanji satu hal, yaitu jangan berkultivasi sampai kamu berumur 10 tahun."


"Jangan tanya kenapa, ketika saatnya tiba kamu akan mengerti semua yang terjadi disini."


Setelah mengucapkan semua hal di dalam hatinya, pria itu mengembalikan ketenangannya. Sedangkan wanita masih berdiri diam dengan mata berkaca-kaca.


Dengan suara terbata wanita itu berbicara.


"Changer, dengarkan semua yang ayahmu katakan, sedangkan yang ibu inginkan hanyalah kamu dapat hidup dengan sehat."


"Patuhilah semua yang kakekmu katakan, lalu berteman baiklah dengan saudaramu Huozhan, dia mungkin bertubuh besar namun dia anak yang polos."


"Makanlah makanan yang enak jangan sampai kamu melupakannya. Lalu saat kau menemukan gadis-gadis cantik yang kamu cintai, rawat serta jagalah mereka dan pertemukan ibu dengan mereka nanti. Lalu..."


Menyadari istrinya tidak akan berhenti, pria itu menyentuh bahu istrinya untuk menghentikan pembicaraan itu.


Mereka berdua pergi di bawah selimut malam, hanya dalam sekejap mereka berdua menghilang tanpa menengok kebelakang.


Saat WuChang kecil melihat punggung kedua orang tuanya perlahan menghilang, dia ingin sekali berlari dan menahan mereka, tetapi dia mengurungkan niat itu setelah mendengar suara yang familiar di telinganya.


Zhang WuChang yang berdiri diam sendirian, menghilangkan semua kesedihannya dan menunjukkan wajah penuh keyakinan. Dalam hatinya dia berjanji kepada surga untuk semua yang ayah ibunya harapkan kepadanya.


...


"2 tahun telah berlalu, aku tidak berkultivasi selama waktu itu."


"Selama ini aku telah berlatih semua yang kakek berikan kepadaku."


"3 tahun berikutnya telah menanti, namun aku tak tahu apa yang akan terjadi."


Zhang WuChang telah mengembalikan ketenangannya, seusai mengingat tentang masa lalunya.


Pada malam tahun baru adalah waktu dimana semua anggota keluarga normal akan berkumpul, namun bagi WuChang malam ini hanya memberikan kesedihan serta kerinduan di hatinya.


WuChang yang telah berdiri dalam waktu yang lama, akhirnya berbalik dan mengeluarkan sesuatu dari kantung yang dia bawa. Ternyata kantung itu berisi labu yang biasanya untuk menyimpan alkohol.


Membuka tutup labu lalu dia mengangkat labu itu ke langit.


"Hey Surga! Pada malam tahun baru ini aku akan merayakannya bersamamu."

__ADS_1


"Aku tidak tahu sedang apa kau sekarang, yang aku tahu adalah kau sendirian saat ini."


"Karena aku belum dapat meminum alkohol, maka aku menggantinya dengan minuman ini, namun aku berharap bahwa hubungan kita akan selalu harmonis."


Setelah mengucapkan kata-katanya, WuChang mulai meneguk minumannya. Minuman ini berisi jus buah-buahan dari hutan dan semuanya merupakan magic plant yang dapat memperkuat fondasi seorang kultifator.


WuChang yang telah tenggelam dalam pengaruh minumannya, akhirnya menutup matanya dalam damai.


...


Roarrr...


Sebuah raungan keras menandakan telah dimulai hari yang baru, matahari bersinar menggantikan bulan dan bintang. semua makhluk hidup menyambut awal yang baru, dengan cara mereka sendiri.


Seperti di contohkan oleh anak kecil yang sedang melatih gerakan tinju, setiap pukulan mencerminkan kesederhanaan namu terdapat kekuatan di dalamnya. Terlihat pakaiannya telah basah oleh keringat, tetapi tidak ada rasa kelelahan sedikitpun di wajahnya melainkan senyuman tanpa rasa bersalah yang terlukiskan.


Huozhan yang sedang berlatih tidak sendirian, karena ada pria tua yang mengawasinya sejak tadi.


"Hei bocah nakal! kenapa wajahmu terlihat begitu gembira, walaupun aku tahu kau terlalu bodoh untuk memiliki masalah."


Pria tua itu berbicara setelah menaruh cangkir tehnya, Huozhan yang mendengar pertanyaan hanya bisa tersenyum tidak menjawab.


"Sudahlah aku juga tidak mengharapkan jawaban darimu, dimana saudaramu itu aku belum melihatnya sejak tadi?"


"Kakek, aku juga belum melihatnya sejak tadi malam, tapi jika itu kakak mungkin dia ada di tempat itu."


"Tempat itu... Ah? Aku ingat, tidak terasa dua tahun telah terlewati semenjak kejadian malam itu."


Helaan napas keluar dari mulut sang kakek, beranjak dari tempat duduknya dia mulai berjalan pergi.


"Kakek kamu mau kemana? tehmu saja belum habis setengahnya."


"Aku teringat apa yang akan membuatmu menjadi begitu senang, jadi ayo pergi."


"Oh.. jangan lupa bawa peralatan tehku."


...


Tidak jauh dari tempat huozhan berlatih, Terdengar melodi yang indah menyatu dengan suasana di pagi hari. Suara itu berasal dari seorang anak yang memainkan qin, jari jemarinya memetik senar dengan gerakan yang anggun.


Melodi yang indah itu akhirnya berhenti, menyisakan perasaan rindu di hati.


Anak yang memainkan qin itu tidak lain adalah Zhang WuChang. Zhang WuChang menaruh tangannya dia atas sitar dan mengangkat wajahnya menghadap langit.


"Surga aku persembahkan lagu ini untukmu, aku tidak tahu dimana kau berada, dan apa yang sedang kamu lakukan, tetapi aku tahu, kamu memandangi serta mengawasi kami dari atas sana, semoga lagu yang kumainkan akan menghiburmu yang sendirian entah dimana."


Setelah mengalami malam penuh kerinduan, WuChang telah mengembalikan ketenangan dalam dirinya.


Menyajikan sebuah lagu kepada surga adalah kegiatannya setiap fajar, hal ini telah dilakukannya setelah dia belajar memainkan qin.


Zhang WuChang yang berjanji untuk tidak berkultivasi, tetapi bukan berarti dia tidak berlatih apapun. Memainkan qin hanyalah salah satu dari pelatihan yang diberikan kakeknya.


Semestinya, sekarang dia sudah mulai berlatih lagi, tetapi hari ini istimewa. Hari ini adalah hari pertama dari tahun baru, dan kakeknya akan mengajaknya pergi ke suatu tempat.

__ADS_1


Zhang WuChang yang telah selesai merapihkan barang bawaannya, mulai berjalan pulang dengan cahaya menyorot ke arahnya layaknya surga yang sedang melihat langsung kepergiannya.


__ADS_2