
Melihat sepucuk surat di tangannya, dia hanya menghela napas dan membukanya. Melirik sebentar ke dalam isi surat, WuChang memejamkan matanya dan memberikan surat itu ke Huozhan.
Huozhan melihat surat ditangan kakaknya, dia hanya bingung sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Kakak... Kamu tahu, kakek tidak pernah mengajarkan aku membaca, jadi tolong bacakan saja isinya kepadaku."
Bahkan setelah Huozhan berbicara, mata WuChang tetap terpejam dengan dengan tangan masih terulur.
Bingung karena tingkah kakaknya, Huozhan hanya bisa mengambil surat itu dari tangan kakaknya.
"Kakak jangan bilang..."
"Simpan surat itu di tempat yang aman, mungkin suatu saat surat itu akan membantu."
Saat kakaknya pergi dengan tergesa-gesa, Huozhan hanya tertawa melihat keadaan memalukan kakaknya untuk pertama kali.
...
Satu pekan telah berlalu, bahkan tanpa mengetahui isi dari pesan itu, WuChang dapat menebak apa yang ingin dikatakan kakeknya.
Saat ini dia sedang melakukan kegiatan rutinnya di pagi hari, yaitu memainkan qin dilanjutkan melatih semua keterampilan seninya seperti melukis dan membuat kaligrafi.
WuChang yang telah menyelesaikan lukisannya, merasakan gerakan dari arah belakang.
"Kakak! Lihat aku telah membawa sesuatu untuk kita makan."
Suara penuh kegembiraan terdengar.
WuChang yang telah merasakan kehadiran Huozhan tahu bahwa sudah waktunya untuk sarapan, dengan cepat menyelesaikan lukisannya, dia berbalik dan melihat Huozhan membawa 1 ekor bintang yang cukup besar.
Sudah satu minggu mereka hidup berdua, tetapi itu tidak membawa banyak perbedaan. Sebab keduanya telah berburu sendiri sejak 2 tahun terakhir.
Melihat hasil tangkapan Huozhan, WuChang tahu bahwa adiknya yang konyol ini telah berhasil dalam latihannya.
"Huozhan beritahu aku... tingkat mana pelatihanmu sekarang."
Huozhan yang sedang menguliti binatang dengan senyum lebar, terkejut mendengar pertanyaan kakaknya.
"Hehe... tadi malam aku baru saja menembus tahap ke 6 dari pelatihan tubuh."
Mendengar jawaban saudaranya WuChang terkejut, tentu dia tahu saudaranya itu berbakat tetapi seharusnya dia masih jauh dari menembus tahap ke 6 dari pelatihan tubuh.
Mengetahui keterkejutan kakaknya, Huozhan menjelaskan bahwa dia dapat memajukan latihannya dengan cepat, itu semua berkat teknik yang di berikan kakek kepadanya.
WuChang yang mendengar penjelasan itu, akhirnya mengingat bahwa kakeknya telah memberinya 2 teknik tidak lengkap.
Kakeknya bilang bahwa dia akan memberitahu bagian lain dari 2 teknik tersebut setelah melatih Huozhan.
__ADS_1
"Huozhan coba kamu contohkan kedua teknik yang kakek berikan padamu."
Mendengar permintaan kakaknya, raut wajah Huozhan menunjukkan keraguan.
"Kakak sebelum aku mencontohkan kedua teknik itu, bukankah lebih baik jika kita mengisi perut terlebih dahulu."
WuChang yang sebelumnya bingung karena keraguan saudaranya, hanya bisa menghela napas setelah mendengar alasan itu.
"Baiklah..."
Kedua saudara itu mengakhiri pembicaraan mereka, dan mulai memasak daging untuk mereka santap.
...
Terlihat dua orang sedang melakukan pekerjaan yang berbeda, satunya yang berbadan besar sedang menampilkan serangkaian gerakan, sedangkan yang lain sedang duduk bersila sambil melantunkan sesuatu.
Keduanya adalah pasangan saudara Zhang WuChang dan Huozhan, mereka saat ini sedang menampilkan apa yang kakek mereka ajarkan secara terpisah.
Kakek mereka memberikan 2 teknik yang dia bagi menjadi 2, bagian pertama adalah teknik pernapasan, dan bagian kedua adalah teknik gerakannya.
Sebelumya mereka tidak mengerti apa yang coba kakek mereka rencanakan, namun setelah mereka berlatih bersama berulang kali, mereka memahami apa yang kakek maksud.
2 teknik ini bertujuan untuk melatih cara mencapai kebijaksanaan, 2 cara itu adalah batasan dan pengalaman.
Lalu kenapa teknik itu harus dibagi dua, dan kenapa mereka hanya diberi masing-masing satu bagian, itu karena, kakek mereka memahami kelebihan masing-masing dari mereka.
Ketika mereka menyelesaikan apa yang mereka praktekan, keduanya mulai melanjutkan latihan tetapi dengan cara yang berbeda.
Jika sebelumnya Huozhan yang berlatih gerakan maka sekarang giliran WuChang untuk melakukan itu. Hal ini dilakukan untuk membagikan apa yang mereka pahami serta saling mengoreksi apa yang salah dari pemahaman mereka.
Mereka melakukan latihan seperti itu terus-menerus, sampai tak terasa sudah 1 tahun lagi berlalu.
Ditanggal yang sama tapi dengan tahun yang berbeda.
Zhan WuChang yang telah menyelesaikan rutinitas pagi harinya, kini dengan tetap memakai pakaian berwarna abu-abu, dia mendatangi Huozhan yang sedang berlatih.
Melihat kedatangan kakaknya Huozhan tidak bisa menutupi kegembiraannya.
"Kakak! Apakah kita akan pergi ke kota untuk merayakan tahun baru?"
"Tidak, ada yang lebih penting daripada datang ke pesta tahun baru itu."
Mendengar jawaban kakaknya, kegembiraan di wajahnya digantikan menjadi cemberut.
"Jangan memasang ekspresi seperti itu!"
"Hal yang akan aku jelaskan kepadamu akan memberimu cara untuk menembus tahap selanjutnya dari pelatihan tubuh."
__ADS_1
Mengingat Huozhan 1 tahun lalu telah mencapai tahap keenam, namun sampai sekarang dia belum bisa mencapai tahap selanjutnya.
Seharusnya dengan bakat Huozhan dia sudah melewati pelatihan tubuh tahun ini, sebab itu WuChang mulai berpikir untuk mencari solusi dalam masalah ini, dan akhirnya dia menemukan apa yang dia cari.
Ada 3 cara mencapai kebijaksanaan yang dijelaskan kepada mereka, tetapi sampai saat ini Huozhan hanya melatih 2 cara sedangkan cara ketiga dia melewatkannya.
Teknik pertama adalah Eight Directions Attack Technique, teknik ini digunakan untuk melatih batasan, yang merupakan cara termudah dalam mencapai kebijaksanaan.
Teknik ini berfokus pada serangan dari seluruh anggota tubuh, jika teknik ini digunakan melawan seseorang, maka lawan akan merasakan tubuhnya dibatasi oleh kekuatan aneh dan hanya bisa menyerah.
Mungkin tidak ada korelasi antara batasan dengan serangan, namun saat seseorang memutuskan menyerang, maka secara tidak langsung dia telah membatasi dirinya hanya untuk menyerang.
Di dalam Eight Directions Attack Technique dijelaskan bahwa orang yang kuat, bukanlah seseorang yang dapat mengeluarkan semua kekuatan di tubuhnya, tetapi orang yang benar-benar kuat adalah orang yang dapat mengontrol semua kekuatan yang ada di dalam dirinya.
Lalu teknik kedua, yaitu Eight Trigrams Stance Technique. Berbeda dengan teknik sebelumnya yang berfokus dalam serangan atau pertempuran, teknik ini lebih menekankan sikap beladiri dan sebagai teknik untuk membantu pelatihan berbagai keterampilan seperti senjata ataupun yang lainnya.
Pengalaman adalah sesuatu yang sesorang akan dapatkan di dalam hidup mereka, dan teknik ini dapat membuat seseorang mendapatkan pengalaman lebih mendalam, daripada seseorang yang melakukan kegiatan yang sama dengan waktu yang sama pula.
Cara ketiga adalah refleksi, yaitu untuk melihat semua yang ada dalam diri sendiri. Teknik untuk cara ini tidak diajarkan kepada mereka, namun WuChang tahu bahwa itu tidak perlu karena dia sudah memiliki teknik itu.
"Huozhan, teknik yang kuberikan ini adalah pelengkap sekaligus yang tersulit untuk dilatih, semoga dengan teknik ini hambatanmu akan teratasi."
"Simak dengan jelas, nama teknik ini adalah Six Harmony of Taiji..."
...
Dua tahun telah berlalu, dua saudara itu sekarang telah berumur 10 tahun.
Huozhan yang pada dasarnya memiliki tubuh yang kuat, sekarang dia sudah tumbuh lagi dan terlihat lebih seperti pria dewasa dengan kulit anak kecil.
Sedangkan untuk Zhang WuChang, dia tidak banyak berubah selain pesona misterius tepancar dari tubuhnya.
Huozhan yang saat ini sedang berlatih seperti biasanya, sudah mencapai batas dari tahap pelatihan tubuh. Lalu kenapa dia belum menerobos batas itu setelah waktu yang lama, itu dikarenakan mereka tidak tahu tahap selanjutnya setelah pelatihan tubuh.
Dan untuk Zhang WuChang, dia telah menyelesaikan ritual paginya yaitu memainkan lagu untuk surga serta pelatihan rutinnya.
Merapihkan semua peralatan latihannya, WuChang kemudian berdiri dan memandang langit seperti ingin berbicara.
"Surga! tadi malam adalah tepat lima tahun aku berjanji padamu, hari ini mungkin adalah saatnya aku memasuki permainan yang kamu buat."
"Aku akan bermain dengan apapun yang kamu berikan kepadaku, yang aku harapkan semoga kamu terhibur atas pertunjukkan ku nanti..."
Zhang WuChang mengucap kalimat pertama dengan serius, dan kalimat kedua dengan senyuman di wajahnya.
Ketika WuChang bersiap untuk pergi, dia memperhatikan langit telah berubah. Warna langit yang tadinya biru sekarang ditutupi warna hitam dan putih.
Ketika dia melihat perubahan tersebut Zhang WuChang hanya tersenyum.
__ADS_1
"Apakah kamu bahkan tidak bisa menunggu sedikitpun..."