Perjuangan Di Balik Cadarku

Perjuangan Di Balik Cadarku
Perjuangan Di Balik Cadarku


__ADS_3

\[perkenalan tokoh\]


Karya:Darna


Bab 1


"Assalamu'alaikum Ninna"


Ucap seorang Lelaki Yang Membuat Diriku Kaget


"Wa wa wa'alaikumussalam kak"


Jawabku Tergagap Gagap karena Tidak menyangka dia akan menyapaku


"hm afwan ana bikin anty kaget, tapi saya cuman mau tanya boleh?"


"owh Fadhal (silahkan) kak mau tanya apa?"


Ucapku sambil berdiri menundukkan kepala ke bawah


"Jadi begini kemarin abah ninna cari seseorang kan? Untuk menjadi imammu? Maksudnya menjadi suami yang baik untukmu?"


'Hah suami? Untuk apa abah mencarikanku suami?' ucapku dalam hati


"owh itu saya nggak tahu kak, afwan(maaf) saya permisi wassalamu'alaikum" Ucapku Lalu Meninggalkan _Muhammad Alganif_


Yah Itulah Namanya Muhammad Alganif Adalah seorang mahasiswa Di salah satu kampus di makassar, dia adalah lelaki soleh yang ku kenal selain soleh dia juga dermawan, namun hanya satu sifat yang tidak ku sukai dari dia yakni sifatnya yang sangat bar bar walaupun bar bar dia tidak melewati sikap dari bar bar nya itu, Aku Menyukai Nya Aku tak menyangka dia akan menyapaku dan ingin melamar ku seperti tadi.


Perkenalkan Aku adalah "Ninna Khodijah" Umurku sudah Menginjak 19 tahun, Tinggiku 165,Aku tinggal di Sulawesi selatan tepatnya di Makassar, aku di besarkan di Kota sengkang, namun pindah ke makassar karena urusan kuliah..


(Eh maaf guys lupa, lanjuttt yah ceritanya)


.............


Sesampainya di rumah, Ku ajak abahku untuk duduk di ruang tamu beserta umma karena aku ingin bertanya soal tadi


Saat Abah dan Umma duduk, Ku Tunjukkan sebuah foto seorang lelaki.


"Abah, meloka makkutana lao ridi, tisseng gah iye tau eh?"

__ADS_1


"Abah,ninna tanya sama abah, abah tahu orang ini?" Arti Dalam bahas bugis


"Iye? Wisseng nak, anaknya pak wansyah?"


"Ini? Abah tahu nak, anaknya pak wansyah?"


Dalam. dialog bugis


(owh yah maaf yah guys agar kalian tahu bahasa bugis hehehe)


"Abah, Makkutanai nannge makkada sappaki gare calon burane untuk iya?,upodang bawangki abah, ciaka iyya akko waleppesang cadarku"


"Abah, tadi dia bertanya katanya abah cari calon suami untuk ninna?, ninna kasih abah, ninna nda jika ninna melepaskan cadar ninna"


Sontak abah Melototi ku ketika ku sebutkan aku tidak mau melepaskan cadarku, Yah diriku mengenakan cadar, namun baru 2 hari tapi diriku sudah sangat bahagia ketika memakainya


"Magi ciaki? Nah Dessa na marigaga akko taleppessangi anakku cantik"


"Kenapa ngak mau? Kan tidak apa-apa juga toh kalau ninna lepaskan anakku cantik" Umma hanya terdiam dan mengangguk kecil artinya umma juga setuju akan perkataan abah tadi


Tanpa membalas perkataan abah, aku langsung naik ke atas untuk istirahat, (bdw kamar ninna ini di atas jadi rumahnya ini rumah batu tingkat 2 kamarnya di atas cuman abah dan ummanya di bawah)


Singkat cerita.....


Ku tutup telfon dengan indo esse, lalu berangkat ke suatu masjid bersama sahabatku itu, tak lupa ku kenakan cadar hitam yang membuatku sangat nyaman ketika ku pakai.


Sesampainya di masjid, ku lihat seseorang yang sepertinya ku kenal, tapi tak ku hiraukan karena tujuanku di sini hanya untuk mencari ilmu serta mencari tahu apa saja dalam islam ini


Kajian pun di mulai di bimbing oleh seorang ustadz beserta ustadzah


Dalam Kajian tersebut intinya begini


PESAN UNTUK WANITA‼️


Kenapa Sih Kita Gak Boleh Upload Foto??


Habib Umar Bin Hafidz :


"Kaum hawa yang memamerkan diri dalam sosial media, baik dia menutup aurat ataupun tidak, ibarat dia menjual dirinya sendiri"

__ADS_1


Upload foto itu jalannya zina, kamu tidak tahu ketika kamu Mengupload foto tersebut ada orang di luar sana laki2 yang mengatakan ataupun memandangi foto kamu itu lalu berkata " Cantik nih, manis nih"


Dan berfikiran buruk yang tidak kita inginkan. Jdi jgan sampai dirimu menjadi bahan pandangan orang di luar sana yang bukan halal bagimu. Jaga diri kamu, kalau bukan dirimu sendiri maka siapa lgi??.


Udah jgan pasang fotomu, mau ngenali diri ke siapa emng??


||•Ustadzah Halimah Alaydrus•||


Ma syaa allah sekali bukan?


Ku Ajak Sahabatku Untuk keluar membeli Sesuatu Makan Yang bisa mengenyangkan perut


"Esse ke sana ki"


"Esse kita ke sana yah"


Ku tunjuk sebuah Pedagang dengan mendorong gerobak


Esse Hanya mengangguk kecil sambil memberikan uang selembar berwarna hijau


"Kak saya mau batagornya 5 tusuk dan Tahu Isinya 10 ribu dih"


Pedagang Itu Hanya mengangguk


Singkat cerita...


Aku dan esse sedang tengah makan, namun diriku susah makan karena mengenakan cadar, namun esse membantu ku


"Ninna ku syg, masussah ki manre? Saya pa timpuki"


"Ninna ku syg, makannya susah yah? Mari saya suap"


Alih alih sahabatku ini memang sangat mendukung ku di kala ku ke susahan, aku bersyukur mempunyai sahabat seperti dia


Saat Sedang Makan


Tiba-tiba saja seseorang menyemproti serta melemparkan batu kepadaku, untung saja esse tidak terkena batu itu, Ntah ada apa gerangan dengan orang yang menyemproti air serta melemparkan batu kepada ku....


___Lanjut Bab 2nya Yah Guys__

__ADS_1


[maaf bila di dalam cerita fiksi ini ada kata kata yang menyinggung atau mungkin nama dan latar belaka yang sama]


__ADS_2