Perjuangan Di Balik Cadarku

Perjuangan Di Balik Cadarku
Perjuangan Di Balik Cadarku.


__ADS_3

\[Awal Mula Ujian Datang\]


Karya:Darna


Bab 2


SEBELUMNYA


Saat Sedang Makan


Tiba-tiba saja seseorang menyemproti serta melemparkan batu kepadaku, untung saja esse tidak terkena batu itu, Ntah ada apa gerangan dengan orang yang menyemproti air serta melemparkan batu kepada ku....


»»——⍟——««»»——⍟——««»»——⍟——««


Selanjutnya


Seorang Laki-laki paruh baya yang tadinya melempariku batu dan menyemprotkan air, Namun aku tak membalas mungkin ini awal mula ujian untuk-Ku


'ah fakkero Bawanni nulle awal mula ujian yarengka ki fuang alla ta'ala' '(ah sudahlah, gitu aja mungkin ini adalah awal mula ujian yang di berikan kepadaku dari allah ta'ala) ' batinku


Kepalaku Sakit seketika Mungkin sudah memerah karena batu yang mengenai diriku


"Ninna, detto ga tamarigaga?"


"Ninna kamu tidak papa?"


Esse bertanya sambil. Mengusap Kepalaku yang terkena batu tadi


"Iya, udah gpp kok, mungkin cuman memerah"


Ucapku sambil memegang tangan esse


(Maaf yah guys bahasa Indonesia aja)


Setelah, 5 menit, kami pun beranjak meninggalkan Tempat kami.


Sejenak diriku berfikir 'mengapa orang itu melempariku batu dan menyemprptiku air?' Batinku


Semakin aku berjalan semakin kepala ini sakit di buatnya lemparan itu, ku lihat sejenak esse yang khawatir dengan ku


•Esse•


"Ninna, kamu kenapa? Masih sakit atau pusing?"


Ucapnya esse sambil memegang tanganku lalu mengusap-usap kepalaku


"Iya aku gpp......"


Takkk.......


Tiba-tiba ku jatuhkan tasku yang ku selempang dan tak bisa ku imbang diriku ini hingga terjatuh


Author•


Ternyata Ninna pingsan di pinggir jalan, sontak esse panik di buat oleh ninna, esse meminta tolong namun tak seorang pun menolongnya esse terus saja teriak meminta pertolongan untuk sahabatnya itu, Tiba-tiba datang seorang lelaki ternyata itu? Ya itu Muhhammad alganif yang tadi ingin melamar ninna


"Hey? Kenapa? Ini siapa, kenapa dia pingsan?"


Tanyanya alganif pada esse


"Mungkin dia pingsan karena di lempar batu tadi"


"Hah? Kok bisa, kenapa? Ada ada saja orang"


"Nanti ku ceritakan, taoi tolong bantu aku untuk membawanya pulang yah, ku mohon"


Ternyata esse dan alganif ini tidak saling mengenal


Alganif pun mengangkat ninna dengan Di lapisi sarung yang di bawanya dari laundry, alganif segera melakukan mobilnya...


Sesampainya di rumah Ninna


Plak!


Suara hempakkan pintu mobil membuat kedua orangg tua Ninna sontak kaget lalu keluar menuju ambang pintu dan melihat mobil berwarna putih dengan merek (Agya), Turunlah Esse Dan Alganif yang menggendong ninna yang tak sadarkan diri


Di kamar, Alganif Keluar Lalu duduk di kursi sofa tamu di susul oleh abah ninna dan umma ninna kemudian mereka saling mengenal satu sama lain, Tidak lama Kemudian Ninna Sadar Dan memanggil Ibunya


"Umma-umma-umma, Kepala Ninna sakitt" Keluh ninna dengan kebingunan


"iya nak sebentar umma di ruang tamu"


Beranjaklah Ibu ninna ke kamar ninna lalu berbicara dengan ninna apa yang terjadi padanya, Saat Masuk yang lebih dulu masuk Yakni Alganif, Sontak Alganif langsung Bertanya


"maaf, kamu kenapa?, kok bisa sampai pingsan Gini?"


Ucap alganif kaget


"tadi sa-saya di lempari batu oleh seorang lelaki, dan menyemprotkan air kepadaku"

__ADS_1


"hah kok bisa? Kenapa?"


"Ntahlah aku juga tidak tahu"


Hening Tanpa ada Suara apapun tiba-tiba abah Ninna mengangkat bicara


"Nak apakah kamu pakai cadar keluar?"


"iyah abah tadikan ninna pakai cadar habis tuh sementara makan ninna di lempari batu dan di semprotin pakai air"


"owh, mungkin orang itu tak suka dengan wanita bercadar nak Manfkanya dia melempari mu batu"


Ucap abah sambil mengelus ngelus pucuk kepalaku, umma hanya mengangguk dan esse terdiam, sementara alganif, alganif sibuk dengan menatap ninna


Tak ada percakapan lagi alganif pun berbicara pada abah ninna


"Maaf abah jika saya lancang alganif ingin mempertanyakan sesuatu dan ingin meminta ridho serta restu abah dan umma apa boleh?"


Ucap Alganif yang sudah terlihat gugup


"boleh nak mau bicara apa?, in syaa allah abah dan umma akan merestui dan merdoi mu"


"begini abah, saya selaku alganif anak dari pak wansyah ingin melamar ninna, Alganif jatuh cinta kepadanya, karena Kesopanan, rasa malu dan akhlaqnya mampu membuat alganif jatuh cinta kepadanya karena allah , abah" 'Ya rabb semoga lamaran ku ini di terima' batin alganif


"hah? Jadi Nak alganif melamar putri saya? Atas dasar apa? Padahal kamu belum melihat wajah anak saya, yah memang ninna baru beberapa hari mengenakan cadar, tetapi kenapa kamu tertarik padanya?" Ucap abah dengan menaikkan 1 alis kanannya sambil bertanya kepada Alganif


"Alganif mencintainya karena allah, karena dia alganif ingin meminang ninna dan menjadi pendamping saya untuk mencapai ridho allah dan menuju jannah allah bersama sama"


Abah Mengangguk angguk 3kali dan berbicara kepada alganif dengan


"Nak saya terima lamaranmu tapi saya juga harus bertanya pada orang yang kamu tuju"


"Ninna, Ke sini sebentar nak"


Teriak Abah, Membuat Ninna Sontak Bangun lalu memakai Cadarnya


Karena Ninna ini kepalanya sudah mendingan maka ninna memutuskan untuk turun dan ke arah suara tersebut


Tap


Tap


Tap


Ninna menuruni tangga dengan sangat pelan-pelan karena takut akan jatuh, Sampai di bawah di tariklah tangan ninna dengan lembut oleh sang ibu


"Iya abah? Kenapa memanggil ninna?"


"hmm begini nak, abah ingin mendengar keputusanmu, Nak Alganif ingin melmarmu, Dia Mencintaimu karena allah ta'ala semata, bukan karena hal apapun"


Ucap abah sambil mengelus Kepala ninna dan berharap ninna akan menyetujuinya, Ninna Ingin menerima lamaran tersebut tapi yang ia takut kan adalah ketika ia menikah nanti dia akan melepas cadarnya dan hal itu membuat ninna khawatir


"Abah, kak Alga ninna terima lamaran kakak, hanya saja 1 Permintaan ninna, Ninna tidak mau melepaskan cadar ninna seterusnya, ninna ingin memakai cadar ataupun niqab sampai ajal ku datang, Apakah kakak setuju?"


Setelah Memberi Keuputusan Ninna semua orang tertunduk, Bagaimana tidak ninna baru 2 hari memakai cadar, Namun Ia sudah Seperti memakainya Setiap Hari, Lama Hening tanpa suara tiba-tiba alganif pun mengangguk serasa mengatakan


"Ninna, Saya akan menerimamu sebagai istri saya, dan saya juga mau engkau memakai cadar di saat menikah atau pun sudah menikah, Dan hal itu baik, Tapi saya juga punya syarat untukmu"


"Apa itu kak?" Ucap ninna dengan tanda tanya dan mengerutkan keningnya


"kamu juga harus menjadi istri solehahku dan ikut ke mana pun saya pergi, apakah kamu terima?"


"owh, Bisa kak karena itu memang sudah menjadi tugas sebagai seorang istri, in syaa allah ninna akan menjadi yang kakak inginkan"


Akhirnya Lamaran pun diterima alganif tersenyum manis kepada ke 2 orang tua ninna, sudah di tentukan pula hari pernikahan mereka


_____________


Tak terasa hari pernikahan pun tiba, Ninna Di bawa dari kamar dengan gandengan tangan dari sahabatnya itu 'esse' ma syaa allah sekali, Ninna ketika memakai cadar cantiknya ma syaa allah


Ijab Qabul selesai, Sesi foto-foto pun di mulai


Semua orang mulai pergi setelah berfoto bersama dengan ke 2 pasutri itu, tak lama datanglah Seorang wanita yang bisa di bilang sesxyy maemunah (canda yah) rok ketat dengan baju hanya sampai dada dan tak menutup pusar rambut yang hitam cantik gelombang, Mata berbinar-binar,menghampiri alganif dan ninna


"Hayy, Alga, ini istrimu?" Ucap seorang wanita seraya mengulurkan tangannya


"Wa'alaikumussalam april, maaf bukan mahrom, Ini istriku"


ucap Alga menolak uluran tangan tersebut


"Owh maaf, Kamu dah taubat yah, Bdw istrimu kayak ninja, Apa mungkin wajahnya jelek sampai di tutup seperti itu?"


"Maaf, April Istri saya menutup muka bukan karena jelek namun menyembunyikan kecantikannya itu, Dia juga bukan Ninja tetap seorang wanita yang menjaga akhlaq dan rasa malunya, Bukan seperti mereka yang memakai baju yang kurang bahan" Alga Tak terima dengan ucapan april, Maka dari itu alga menjawabnya dengan kata kata yang sedikit bisa di bilang pedes


"ALGAAAAA!" teriak april, April Berjalan menuju ninna Seraya berusaha membuka cadar ninna, Namun di halang oleh alga


"jaga sikapmu april!!, dia istriku, dan kau, kau hanyalah mantan ku, mantan Matre yang pernah ku kenal"


"ALGA! Ingat kau juga pernah menjadi milikku hanya saja dia ini yang mengambilnya dariku".

__ADS_1


" April, Dia Bukan Mengambilku, dia Bukan milikku juga tapi milik allah segala sesuatu adalah milik allah bukan milik manusia, Kau memang pacarku dulu tapi itu dulu sebelum aku mengenal apa itu islam, sekarang aku sudah memilih jalan yang benar". Ucap alga dengan meneriaki April


April tak membalas lalu pergi dari tempat pengantin tersebut


Ninna terdiam lalu menatap laki-laki yang barusan menjadi suaminya itu, alga Hanya Mrncium kening istrinya lalu berbisik di telinga ninna


"Maaf ninna, nanti ku jelaskan tunggu di malam kita istirahat"


Ninna hanya mengangguk


________________________


Siang bergantian dengan sore, sore bergantian dengan magrhib, magrhib bergantian dengan isya (eh maaf ngawur astagfirullah🙏🏻)


Malam pun tiba ketika Ninna dan alga selesai muroja'ah tampak ke duanya sangat letih karena acara nya tadi berlangsung meriah dan megah di rumah alga


Ninna Melepaskan Hijabnya lalu cadarnya, tapi ninna Ragu, Ia akan di benci oleh suaminya karena wajahnya itu, ninna tidak pede dan tidak yakin, Namun tiba-tiba alga datang dan memberitahu ninna


"Ninna, Buka saja sayang kau adalah istriku dan aku tidak memandangmu dari segi rupa, Namun aku mencintai mu karena allah jadi paham kan sampai sini?, owh atau saya yang buka yah, izin kan saya membuka cadarmu istriku"


Ninna hanya mengangguk (aaaaa kok saya yang salting yah:)


Alga terkejut dengan rupa ninna, Wajah yang tak pernah ia lihat sama sekali karena memang dari awal dia tidak mau melihat wajah istrinya sebelum di malam pertama mereka,terlihat alga mengangap


'ya rabb, Ciptaanmu memanglah indah ya rabb contohnya istriku ini, Hidung mancung, Mata Yang agak besar seperti mata lesti kejora, Pipi tembem, Mulus bibir tipis-tipis, gigi ginsul ya allah terima kasih engkau memberikan takdir yang sangat indah ini' batin alga lalu mengecup kedua pipi ninna, Ninna Kaget serta malu sampai-sampai pipinya memerah


Seperti biasa keheningan di antara mereka, Alga Pun menggendong istrinya dan membawanya ke ranjang yang sangat empuk, Di Nyalakannya ac dia menatap ninna dengan penuh cinta, lalu ia lepaskan, Ninna Melepaskan Tangan suaminya karena ia Tak terbiasa dengan sentuhan Laki-laki...


Alga berbaring di samping ninna, Nampak sebuah bantal guling di batasi di pertengahan mereka namun alga melepasnya lalu mendekati istrinya Dan memeluk ninna, Ninja sontak membuka matanya dan lompat dari ranjang


"Maaf Kak alga, Saya tidak bisa di peluk olehmu, saya Belum bisa, Ma ma maaf sekali lagi kak" Ucap ninna dengan gugup, alga yang melihat tingkah laku ninna hanya bisa terkekeh dan mengangguk


"Maafkan atas kelakuanku tadi ninja, tapi saya. Ini suamimu, malam ini aku tidak akan meminta hakku tapi hari kami tepat malam jum'at aku akan meminta nya, berbaringlah lagi"


Ninna mulai mendekat dan menaruh kembali bantal guling itu dan tertidurlah mereka ber2


_________________________


Sholat subuh!


Sholat subuh!


Suara alarm ninna berbunyi begitupun dengan alga


Subuh telah datang dan waktunya sholat


Ninna segera membangunkan suaminya,


"Kak Bangun, sudah subuh kita akan sholat subuh berjama'ah"


Ucap ninna sambil mencolek bahu alga, sebenarnya ninna tidak bisa memegang karena ia masih belum bisa


"Ninna, Bantu saya bangun, tarik tangan saya"


Ucap alga dengan mata tertutup seraya mengulurkan tangannya untuk di bantu bangun oleh istrinya


Ninna pun membantunya dan memberikan sedikit percikan air di suaminya itu, Yah Hal itu membuat alga langsung melotot dan menatap istrinya


Lagi lagi, Alga mengecup kedua kening ninna


_____________


Sholat subuh telag mereka lakukan sekarang waktunya ninna menjalani tugas istri, yakni memasakkan masakan untuk suaminya, lalu membereskan rumah setelah itu ia pergi kuliah, masakan telah tersedia Begitupun dengan pakaian kerja alga dan Ninna juga sudah siap ke kampus, (maaf ternyata alga punya pembantu) jadi ninna tidak perlu membereskan rumah


"Kak! Kak turun kita makan yah makan sudah siap"


Teriak ninna sambil menyajikan makanan di piring suaminya


"Iya sebentar nin" Ucap alga dari arah kamar mereka


Tap!


Tap!


Tap!


Alga menuruni tangga, Lalu duduk di meja, Mereka hanya ber2 tentu mereka kesepian lalu ninna memanggil pembantunya untuk makan


"Bik bik, Sini kita makan bareng"


Alga hanya Menatap istrinya, jujur alga sangat suka dengan sikap ninna itu perhatian, pendiam dan sikap Baiknya


Bibi datang dan mereka pun makan, Selesai dengan ritual makan


Alga dan ninna berangkat mereka satu arah dengan kampus ninna, (eh tapi ninna sama alga satu kampus, Alga cuman bekerja beberapa jam di kantornya jadi mereka tetap bisa kok sekampus) ucap author yah🙏🏻


Sretttt.


Suara berhentinya mobil di kampus, Ninna Menuruni mobil bersama alga,, mereka serasi seperti pasangan yang sangat cocok

__ADS_1


___Lanjut Bab 3nya Yah Guys__


[maaf bila di dalam cerita fiksi ini ada kata kata yang menyinggung atau mungkin nama dan latar belaka yang sama]


__ADS_2