Perjuangan Di Balik Cadarku

Perjuangan Di Balik Cadarku
bab 6


__ADS_3

\[TERNYATA NEGATIF\]


karya:Darna


Bab 6


____SEBELUMNYA____


"Tapi Kau yang bersamaku, saat itu aku tidak sadar" Tangis terdengar lagi dari isakan wanita itu


"hey jelas-jelas saya bukan pelakunya, lagian saya di bar karena saya itu mau menyelidiki sesuatu" Ucap aldo


"Jadi aku bagaimana?? Aku tidak mau anak ini lahir tanpa seorang ayah, hiks hiks" Isak wanita itu lagi


_______________________SELANJUTNYA________________________


"Gini aja, kau, dan kami ber3 akan bersamamu chek ke dokter, dan kita lihat hasilnya" Sahut alga dan di balas dengan anggukan oleh aldo


"Baik, kita akan periksa dan lihat hasilnya nanti" Jawab wanita itu


Aku, alga, aldo dan wanita itu menuju ke rumah sakit, aku di belakang bersama wanita itu sementara alga dan aldo berada di depan


"Mbak, mbak mau ajarin saya nda untuk menjadi lebih baik?" Tanya wanita itu kepadaku


"Ma maaf mbak, maksudnya gimana yah mbak?" Jawabku dengan heran


"Mbak memakai, cadar itu sudah membuatku tenang untuk sementara waktu, dan itu membuat saya seperti ingin mendekat pada allah" Jawabnya dengan nada sedih


Jujur, wanita itu memang dari pakaiannya, Modern namun siapa sangka dia ingin berubah, itulah hidayah dari allah, tidak membatasi untuk siapapun


"Ma syaa allah mbak, boleh kok mbak, tapi kita sama-sama belajar, karena saya tidak sebaik mbak Pikirkan, gini aja mbak besok ke rumah biar saya ajarin untuk cara menutupi aurat" Lirihku sambil menyipitkan mata, karena jika aku senyum dia tidak akan tahu senyumku


"Ma syaa allah Terima Kasih Mbak, Saya Sangat Terharu, ternyata masih ada yang mau ajarin saya untuk mengenal islam" Ucap sambil memelukku


Itulah Percakapanku dengan dia di dalam mobil namun kami belum mengenal satu sama lain karena sudah sampai di rumah sakit


______________RUMAH SAKIT MEDIKA_______________


"Kita sudah Sampai Silahkan turun" Sahut aldo pada wanita tersebut


"Syg jangan turun dulu, biar ku buka'kan pintunya" Ucap alga, dan Lagi-Lagi membuatku salting hingga lepas kendali


"Iya syg" Upss, kenapa mulut ini terlalu keseplosan


Mendengar itu alga langsung mencium kening ku saat aku turun dari mobil


"Dokter saya mau mengecek apakah saya positif hamil?" Sapa Dokter yang baru saja Keluar dari Ruangannya


"Baik silahkan ke ruangan" Di balas dengan anggukan Wanita itu


"Ini taspachknya Silahkan pakai di wc, dan perlihatkan kepada saya"


"Baik dok"


Wanita itu lalu masuk ke dalam wc, aku dan alga duduk berdekatan sementara aldo berdiri di ambang pintu


"Ini dokter hasilnya" Ucap Wanita itu lalu memberikan sebuah taspack kepada dokter itu

__ADS_1


"Ini hasilnya negatif bu, ini lihat kan tidak ada tanda garis merah" Jawab dokter lalu memberikan taspack itu kembali pada wanita itu


"Tapikan di taspack saya satunya itu garis 2 dokter"


"Tapikan ini hasilnya negatif, jadi ibu ini namanya siapa?" Tanya dokter itu


"Nama saya Amelia syam"


"Owh baik bu amelia silahkan baring di sini saya akan coba usg"


'Owh namanya amelia ma syaa allah nama yang baik' batinku sembari memerhatikan usg di layar itu


" Nah ini bu nggak ada bayi sama sekali" Heran dokter


"Ya sudah dokter terima kasih, syukurlah" Ucap syukur alhamdulillah oleh amelia


"Nah kan, dasar gadis cerewet, Ahk Bikin kesel aja, malah fitnah fitnah lagi,nih lihat muka saya juga memerah habis di tampar sama kamu, dasar gadis aneh" Kesal Aldo pada Amelia


"Ya maaf tapi di taspack yang aku beli hasilnya postif tapi alhamdulillah deh negatif" Senyum Manis kepada aldo


Aldo seketika Membalas senyuman itu


"Ya udah kita. Pulang yah ini udah sore" Ucap alga lalu menarik tanganku


_______DI MOBIIL_______


"owh yah mbak namamu siapa?" Tanya amelia lalu menatapku dengan senyuman manis


"Nama saya. Adalah ninna, Saya dari sulsel" Jawabku


"Nggak kok mbak, Di adat mama saya itu cuman 50,Dan di bapak saya itu 100" Jawabku membuatnya terkekeh


"Itu serius panaiknya?" Tanyanya lagi


"Iya mbak"


Perbincanganku dengan amelia begitu banyak, hingga tak terasa kami sepertinya akrab


"Owh yah mbak, Bdw Mbak tinggal di mana sekrng?" Tanyaku lalu menatapnya


"Saya dari sini jakarta mbak, Cuman saya sudah sebatang kara" Raut wajahnya mulai di isi dengan air matanya


"Owh maaf yau mbak saya tidak tahu, Saya Dan suami syaa bisa mengantar mbak di alamat mbak" Jawabku sembari mengelus kepalanya dengan lemah lembut


"Saya sudah bangkrut mbak, karena utang-utang ayah saya" Dengan raut wajahnya sedih


"Ya sudah mbak ke rumah saya aja nda papa kan? "


"Ya allah mbak nda usah, lagian saya bisa kok ke rumah temen saya"


"Gpp kita sama-sama dan kita bakal jadi seperti saudara" Ucapku agar dia bisa tenang


Mobil pun memasuki parkiran kantor alga keluar lalu menarii tanganku layaknya seperti seorang ratu


Aldo dan amelia Lagi-Lagi berantem


"Dasar gadis cerewet, kamu harus bekerja kepada saya agar kamu itu membayar atas tuduhan mu itu" Bentak aldo, namun amelia orangnya santay

__ADS_1


"Eh, maaf yah pak saya tidak berurusan lagi sama pak tua macam lo" Balasnya dengan tatapan sinis


"Owh gitu yah oke"


Lalu aldo mengambil ponsel Miliknya di saku kanannya


"Halo pak polisi in" Ucapan aldo terhenti karena di sekap oleh amelia


"Iya-iya saya akan bekerja untuk kamu" Sahutnya Lalu berbalik badan


"Ok mulai hari ini kamu bekerja seperti asisten pribadi saya, kebetulan saya nda punya asisten pribadi" Jawab aldo lalu menarik tangan amelia dengan kasar


__________________DI KANTOR_________________


"Kak saya mau ke wc dulu yah" Izinku pada suamiku


"Saya temenin" Tegasnya lalu menarik tangan ku


"Nda usah kak saya bisa sendiri kok" Balasku namun dia tak mendengarkanku


"Nah ini masuk lah saya tunggu di luar wc oke"


Ku balas dengan anggukan


Ketika ku langkahkan kaki masuk, Seseorang Lagi-Lagi memberikan ku ucapan Yang pahit, meski begitu aku tak. Menghiraukannya


"Sok alim, sok suci, halah paling mukanya jelek sampe di tutupin" Teriak seorang wanita


'Ya allah tabahkan hati hamba' batinku seraya masuk dalam toilet


"Heh anak sok alim, Mending jadi ustadzah aja hahaha" Bentak dari temannya lagi


"Misi Kak saya izin lewat" Izinku untuk pamit san lewat di depan ke2 wanita itu


"Argggh" Teriakku tersungkur di lantai


"Kau itu nggak usah sok-sok an baik di depan kami" Ucapnya lalu memegang daguku dengan cengkraman yang keras


Sreeeetttt


Suara sobekan cadarku membuatku ter isak, 'ya allah tabahkan dan sabarkan hati hamba ketika engkau memberikan ujian ini ya allah' batinku


"Kamu itu cantik lalu kenapa kau sembunyikan?" Tanyanya yang semakin mengeratkan cengkaramannya pada ku


"HEYYYYYY KURANG AJAR KALIAN, BERANINYA MENYENTUH DAN MENYAKITI ISTRIKU" Tiba-tiba suara teriakan alga membuatku kaget seketika kedua wanita itu sontak panik melihat kedatangan alga


"A a apaa? Ini istri ba bapak?" Lirihnya dengan nada kepanikan


"Iya istri saya beraninya kamu mencengkram lalu merobek cadarnya, dia melindungi dirinya sendiri dari fitnah serta menjaga kecantikannya untuk saya tapi kamu" Bentak alga pada seorang wanita yang kini bertubuh seksi bisa di bilang kurang bahan


"Ma maafkan kami pak, sa sa saya tidak tahu kalau di dia itu adalah istri bapak" Jawabnya dengan keala menunduk


PLAKKK!


___Lanjut Bab 7nya Yah Guys__ 


[maaf bila di dalam cerita fiksi ini ada kata kata yang menyinggung atau mungkin nama dan latar belaka yang sama]

__ADS_1


__ADS_2