
Mulai saat ini dan detik ini Angga harus benar-benar fokus ke lamaran pekerjaannya,Angga juga harus belajar,belajar dan terus belajar. Karena Angga masih harus banyak mempelajari tentang hukum,agar Angga bisa ke terima di kantor polisi. Karena waktu SMK Angga memilih jurusan hukum,
saya berpikir "Apakah Angga bisa bekerja di kantor polisi",sedangkan Angga hanya lulusan SMK.
Jika Angga ingin bekerja di kantor polisi,Angga minimal harus lulus kuliah strata satu atau strata 2, tetapi Angga hanya lulusan SMK
Angga harus benar-benar fokus ke lamaran pekerjaan dan keluarganya, sampai-sampai Angga tidak punya waktu untuk saya. Angga juga tidak pernah menelepon saya dan mengirim pesan kepada saya,jika saya tidak mengirim pesan duluan kepada Angga ,Angga juga tidak akan mengirim pesan kepada saya.
Jika Angga tidak fokus selain ke lamaran pekerjaannya dan keluarganya,Angga pasti akan kena marah dengan ibunya. Ibunya juga akan marah besar bila Angga masih berkomunikasi dengan saya,saya bingung harus bertahan dengan Angga atau harus merelakan Angga pergi dari hidup saya.
Saya yang harus memulai mengirim pesan dan mencari topik pembicaraan lebih dulu, agar tidak mati topik begitu saja. Bila kami bertemu pasti saya yang pertama mengajak bicara dan mencari topik untuk di bicarakan.Jika saya tidak memulai bicara dengan Angga. Angga juga tidak akan mengajak saya duluan,pasti saya yng mengajak Angga bicara duluan.
Kenapa harus saya semua yang memulai duluan,sedangkan Angga tidak pernah memulai mengajak bicara duluan atau mengirim pesan dan menelpon saya lebih dulu. Saya sekarang juga bingung harus gimana, Angga juga sekarang benar-benar sudah tidak peduli dengan saya lagi.
__ADS_1
Bila saya sakit dan curhat kepada Angga, Angga selalu bilang gini,
" kamu jngn mengeluh saja,saya hanya perantara saja dan kamu berdoa saja kepada Allah SWT".Saya curhat sama kamu biar aku dapat perhatian dari kamu,bukannya malah perkataan itu yang keluar dari mulut kamu,malah perkataan kamu yang membuat saya sakit hati.
Pada akhirnya saya pendam sendiri masalah saya,dan saya tidak akan curhat kepada siapapun yang terutama kepada Angga. Karena saya takut jika curhat kepada Angg pasti selalu bilang, "jangan ngeluh terus", itu yang membuat saya trauma bila saya curhat kepada Angga.
Angga sekarang benar-benar sudah tidak peduli lagi dengan saya,Angga juga tidak peduli kalau saya lgi sakit. Angga juga tidak mau tau kabar saya hari ini,karena Angga harus benar-benar fokus ke lamaran pekerjaannya saja.
Di saat saya lagi sedih,down dan sakit Angga tidak pernah ada buat saya.Angga pada saat itu malah menghilang tanpa kabar,saya mencoba menghubungi Angga dan spam WA Angga ,Angga malah marah-marah kepada saya. Kata Angga "jangan spam WA". "Apa salah saya?" Bila saya spam WA Angga, karena Angga sudah tidak ada kabar selama 1 Minggu.
"Apa salah jika saya khawatir dengan keadaan Angga?"
Saya sekarang benar-benar bingung harus ngapain,sedangkan Angga tidak khawatir dengan keadaan saya.Saya pun jadi heran dengan Angga,apa Angga benar-benar sayang dan cinta kepada saya.
__ADS_1
Saya berpikir"kalau Angga sayang dan cinta pasti Angga tidak akan membuat saya khawatir dengan keadaan nya". Tetapi Angga malah membuat saya khawatir dengan keadaannya,karena susah banget buat kasih kabar kepada saya,nomor telepon Angga juga kadang tidak aktif.Saya bingung harus apa jika nomor telepon Angga tidak aktif,saya benar-benar sangat khawatir dengan keadaannya, jika Angga susah banget untuk di hubungi.
Sekarang hati saya sungguh-sungguh sangat bimbang,karena saya harus memilih untuk bertahan atau putus hubungan dengan Angga , sedangkan saya sudah tidak tahan jika Angga tidak memberikan kabar kepada saya.Angga saja tidak bingung bila saya tidak memberi kabar kepada Angga,Saya tidak aktif pun Angga juga tidak peduli dan tidak mencari saya.Jika Angga yang tidak kabar,pasti saya akan mencari Angga dan khawatir dengan Angga.
Saya sudah benar-benar muak dengan perkataan Angga dan janji-janji Angga,karena saya tahu bahwa Angga bohong kepada saya,karena saya hanya pelampiasan nafsu Angga sesaat.Tetapi saya sangat bodoh sekali ,
"kenapa saya masih mau bertahan dengan Angga".Karena saya mencintai Angga dengan setulus hati bukan pakai pikiran,jika saya mencintai pakai pikiran pasti saya sudah meninggalkan Angga begitu saja
Angga juga tidak pantas untuk di perjuangkan dan di pertahan kan,karena Angga tidak berusaha untuk membahagiakan saya ,justru malah membuat saya sedih dengan sikap Angga yang dingin dan cuek.Angga juga tidak mau berkorban buat saya,Angga hanya mempermainkan perasaan saya saja.Saya juga sudah tidak tahan dengan sikap Angga yang seperti ini ,saya menyesal telah memberi kesempatan kepada Angga dan balikan dengan Angga.
Saya sangat bodoh sekali,kenapa saya harus mempertahankan hubungan ini yang di landasi oleh hawa nafsu saja, seharusnya saya mengakhiri hubungan ini sejak awal,bukannya malah melanjutkan hubungan ini saya sangat-sangat menyesal.Kenapa saya masih begitu berharap dan sayang kepada Angga pada waktu itu,yang jelas-jelas Angga hanya melampiaskan hawa nafsunya saja terhadap sya,Angga juga tidak benar-benar tulus mencintai dan menyayangi saya.Bila saya tahu dari awal mungkin,saya tidak akan memberikan kesempatan ini kepada Angga.Memang benar penyesalan itu di akhir bukan di awal.
Kejadian saat ini yang aku alami,akan aku jadikan pelajaran dan agar tidak salah lagi memilih pasangan,dan supaya saya bisa membedakan laki-laki yang serius dan laki-laki yang tidak serius atau hanya melampiaskan hawa nafsu nya saja.Semoga saja saya bisa mendapatkan laki-laki yang paham agama dan tidak mengedepankan hawa nafsunya saja. sekarang saya hanya bisa berdoa dan memperbaiki diri agar di pertemukan jodoh yang jauh lebih baik dari Angga.Saya juga harus lebih hati-hati untuk memilih pasangan untuk kedepannya,supaya tidak dapat pasangan lagi seperti Angga yang hanya mementingkan hawa nafsunya saja. Dan untuk kalian jangan sampai mendapatkan laki-laki yang seperti itu,jujur ya karena jika mencintai seseorang dengan hawa nafsu saja tidak akan nyaman dengan orang tersebut,kalian akan risih dengan orang yang hawa nafsunya besar.
__ADS_1