
di pagi hari nya semua nya mempersiapkan barang yg akan di bawa dan membeli jebakan yg akan di buat untuk rencana mereka, setelah membeli semua barang itu mereke pun berkumpul kembali di sekolah sekitar jam 09:00 sesuai janji kemaren
" apakah semua nya sudah datang? " tanya arine yg menggantikan m/n sementara karna m/n sedang batuk
" belum semua nya, karna y/n, maya dan mizu belum sampai " kata viranze
" kenapa mereka masih belum sampai? " tanya yzuly kepada viranze
" kalau tidak salah tadi kata mereka mereka ingin membantu y/n mencari barang milik y/n " kata viranze sambil mencoba mengingat barang apa yg mereka cari
" barang? barang berupa apa? " tanya arine
" hmm, kalo tidak salah......... hah!! ia cincin milik y/n, baru aku ingat " kata viranze
beberapa saat kemudian muncul lah mobil milik maya dan keluar lah mereka bertiga dari mobil itu
" hah, sampai pun, kenapa harus mencari benda yg tak penting sih.... dan kenapa kalian tidak membawa barang-barang yg di butuhkan?! "tanya m/n karna ia tidak melihat m/n dan 2 orang temannya tidak membawa apa pun
" barang yg gk penting kau bilang? barang ini sangat berguna tau, dan kami membawa nya kok " kata y/n
mendengar itu semua orang pun bingung
lalu y/n, maya, dan mizu mengarahkan cincin nya ke arah depan mereka dan keluar lah barang-barang yg di butuh kan nantik
semua yg melihat nya terkejut
" kenapa bisa gitu?!!!! " Tanda-tanda mereka
" udah gk usah bingung, semua nya ambil ini dan simpan barang-barang kalain semua itu kedalam cincin ini, dan ingat jangan beritau kepada siapapun, yg boleh tau hanya lah anak OSIS saja " kata y/n sambil menatap tajam anak OSIS itu di saat kalimat terakhirnya
dan semua mengiyakan apa yg di bilang oleh y/n
__ADS_1
setelah itu y/n pun membagikan cincin itu kepada semua orang, setelahnya mereka memasukkan barang-barang mereka ke dalam cincin itu
" baiklah... misi di mulai.... " kata m/n dan mereka langsung berpencar
raka mengikuti tim ke dua sedangkan anak bernama lintar ikut bersama y/n.
y/n pergi bersama tim ke dua karna y/n takut mereka kenapa-napa, dan konon kata nya di sana ada penjaga yg sangat galak, takut mereka akan di serang oleh penjaga bukit sana
" apakah betul ini tempat nya " tanya seorang anak perempuan
" iya ini memang tempat nya, aku tau pasti karna di sekitaran sini dulu aku tinggal dhmg nenenk ku " kata lintar
" baiklah, nostalgia nantik saja, sekarang kita harus fokus sama misis kita " kata y/n
dan y/n langsung jalan paling depan memimpin barisan, sedangkan maya dan mizu dia paling belakang karna jika terjadi sesuatu di belakang maka maya dan mizu pasti bisa menangani nya dan bisa berteriak ke y/n jika ada seorang anak yg di belakang kelelahan
sedangkan viranze dia berada di samping y/n ikut memandu barisan dan alasan viranze di depan karna ia takut jika berjalan di belakang sendiri
sudah tiga jam mereka berjalan dan mereka memutuskan untuk beristirahat di samping suang yg bersih, ada yg bermain air untuk menyegarkan pikiran ada yg makan dan ada yg bergurau, dan y/n sudah memperingati mereka jika bergurau jangan berlebihan karna itu akan celaka bagi kita semua
( *selma mereka istirahat kita akan liat di sisi m/n bagaimana mereka menjalani misis nya)
tim ke dua sudah sampai di lokasi yg sudah di sebut kan oleh raka, dan dari situ mereka memulai rencana nya*, m/n memberi kode kepada raka agar pura-pura menemui ruka dan memberi kan berlian palsu itu ke ruka, sementara yg lain nya bersembunyi dan menunggu aba-aba dari m/n
tak lama setelah raka memberikan berlian palsu itu m/n pun memberi kode kepada anak-anak yg lain agar langsung keluar dan menangkap si ruka.
tetapi ternyata si ruka bisa silat, ruka langsung menendang salah satu anak OSIS dh sedikit kuat dan setelah itu ruka berlari pergi dari sana melihat sebuah jalan yg ternyata sudah di siapkan oleh m/n .
yzuly ingin mengejar ruka tetapi di halang oleh m/n.
ruka melihat kebelakang sambil berlari, ruka terlihat bingung kenapa mereka tidak mengejar nya, setelah itu ruka pun sadar bahwa ini ada yg tidak beres, setelah itu ruka berwaspada sambil melihat ke depan.
__ADS_1
dan benar saja bahwa m/n sudah menyiapkan perangkap di jalan yg di lewati oleh si ruka
(" cih.... dikira nya aku akan terjebak dg perangkap bodoh milik nya ini?!!! heh jangan harap ") batin ruka sambil menghindari perangkap milik m/n yg di jaga oleh beberapa orang
(" bodoh bukan di situ perangkap sebenarnya") batin arine
ruka pergi meloncat ke atas gedung dan melihat ada lapangan kosong dan tidak ada orang satupun di situ, lalu ruka pergi berlari ke arah lapangan itu.
sayangnya ruka salah mengira, ternyata sudah ada 3 orang membawa katana yg sudah memang gatal ingin mengajar si ruka Habis-habisan
" Hai otak pendek, kau pasti mengira di sini tidak ada orang sama sekali kan " kata anak perempuan itu yg sudah tidak sabar ingin mengajar si ruka karna mengingat ruka pernah merebut pacar nya dia.
jujur anak perempuan ini bukan hanya ingin menghajar nya saja bahkan sebenarnya ia sudah memiliki niat yg begitu kuat ingin membunuh ruka, juga dg anak yg lain,
tanpa babibu lagi mereka ber3 mengeluarkan jurus mereka untuk menghajar si ruka itu, jurus yg pernah y/n ajarkan kepada mereka
" baiklah sepertinya istirahat nya sudah cukup, semuanya silahkan bereskan barang-barang kalian dan kita lanjutkan perjalanan nya " kata y/n
lalu semua membereskan barang-barang nya dan berbaris seperti tadi
beberapa saat mereka berjalan mere mendengar sesuatu yg mengeluarkan suara aneh, dan seketika hawa di sana pun menjadi sangat tidak enak
suara langkah kaki itu semakin mendekat dan semakin kuat
" semuanya berpegangan tangan dan jangan ada yg sampai terlepas " kata y/n
suara itu datang dari berbagai arah mereka semua kebingungan sambil mencari sumber suara nya itu
dan tiba-tiba muncul lah sesosok yg berpakaian seperti orang zaman dahulu dan dia ternyata duduk di atas salah satu pohon yg ada di sana
" ada maksud apa kalian datang ke mari " kata sosok itu
__ADS_1
lalu y/n pun maju dan membuka suara
" maaf sebelumnya jika kami mengganggu, tujuan kami ke mari hanya ingin mengambil sebuah barang milik sekolah kami " kata y/n dh nada yg sopan, karna y/n tau makhluk lebih sering tersinggung, jadi ia harus berbicara dg hati-hati dan penuh Kesopanan