
Dalam perjalanan nanda dan nina hanya diam membisu.nina makin merasa sedih melihat kondisi tika,dan diapun menyadari ini kesalahannya.
"apa mama salah bila mama tadi bilang bisa menggantikan apa yang diberikan neneknya.mama juga bisa menyayanginya bahkan bisa lebih menyayanginya dari neneknya itu.atau memenuhi kebutuhannya,mama juga lebih bisa kan nda?"ucap nina memecah keheningan
nanda mendengus kesal "ma,semisal mama diposisi tika apa terima diperlakukan seperti itu?neneknya itu sudah dianggap tika seperti ibunya.yang mengerti tika sepenuhnya.sedangkan mama ini hanya orang lain."nanda mencoba memberi pengertian pada mamanya.
"tapi nda,mama buktinya bisa membahagiakan kamu,menyayangi kamu,bahkan memenuhi semua kebutuhan kamu.bahkan bisa berlebih."protes nina
"terserah mama"ketus nanda yang sudah jengkel karna setiap bicara dengan mamanya itu gak pernah menemui titik terang.yang ada malah berdebat.
sesampainya dirumah setelah nanda memarkirkan mobilnya.nanda langsung keluar dan masuk rumah meninggalkan nina.
nanda mengambil hp dari saku celananya mencoba mengirim pesan pada tika
"maafkan aku tika,mamaku terlalu egois.maafkan bila kata kata mamaku menyakiti perasaan kamu"
setelah mengirim pesan dan gk kunjung dibalas,nanda merebahkan tubuhnya ditemoat tidur.
"aku tau mau minta maaf sama kamu dengan cara apapun gak akan bisa aku dan mama mengembalikan nenek kamu.tapi saat melihatmu tadi,aku sungguh sakit tika.kamu yang biasa terawat,ceria dan sekarang kamu sangat berantakan,apalagi kamu terlihat sangat kurus.entah selama kamu sendiri bagaimana kamu menjaga tubuhmu."batin nanda
__ADS_1
********
setelah melihat nanda dan tante nina pergi,tika langsung masuk kekamar neneknya.yah sejak neneknya meninggal,tika selalu tidur dan berada dalam kamar neneknya.merenung sendiri bahkan menangis.kadang dia juga melihat lihat koleksi foto saat neneknya masih hidup.
"nek,rasanya sungguh gak sanggup tika hidup sendiri gini.kenapa nenek gak ajak tika sih.biar tika bisa terus sama nenek.sebenernya tika takut nek sendiri"tangis tika
mengingat kejadian tadi nina memintanya untuk cepat menikah dengan nanda,agar tidak kesepian sendiri tika terdiam.tika ingat betul sama surat terakhir yang ditulis neneknya,yang ingin dirinya menikah dengan nanda.
"apa tika harus terima nanda nek?orang yang sudah bikin nenek sakit dan misahin kita?tika gak terima nek.bahkan tika sangat benci mereka saat ini"ucap tika sendiri
hp tika berbunyi ada pesan masuk,tika langsung mengambil hp yang dia letakkan diatas nakas.
"entah sampai kapan nek,tika sanggup hidup sendiri seperti ini.bahkan sejak nenek meninggal papa dan mama tak pernah mengirimiku pesan apalagi datang kemari.tika sungguh gak sanggup nek."ucap tika
karena tika terus menangis hingga dia terlelap dalam tidurnya.dengan selalu memeluk foto nenek kesayangannya itu.suasana yang sepi sunyi yang makin terasa bagi tika yang hidup sendiri.
keesokan paginya
nanda mencoba mengecek hpnya tidak ada balasan dari tika.nanda menunduk lesu.
__ADS_1
nanda bergegas mandi dan ingin menemui tika lagi.saat keluar kamar nanda mencari sosok mamanya yang dijam segini sudah keluar dari kamar "tumben mama belum keluar kamar,coba aku liat dulu dikamar sekalian pamit"batin nanda
ceklek
nanda melihat mamanya masih tertidur.nanda membangunkannya "ma,mama sakit?"
nina membuka matanya melihat siapa yang membangunkannya "kepala mama pusing sekali,dari semalam mama gak bisa tidur"jelas mama
"kenapa gak bilang nanda ma?apa kita kerumah sakit sekarang?agar kita tau penyakit mama"ajak nanda
mama menggelengkan kepalanya "gak usah nda,mungkin karna mama masih memikirkan kejadian kemarin dirumah tika.mama sedih tika malah membenci kita sekarang"ucap nina
nanda mendengus kesal "sudahlah ma jangan dipikirkan soal tika,mama istirahatlah,nanda mau pergi sebentar "pamit nanda dan langsung d angguki mamanya.
\=\=\=\=\=\=\=
jangan lupa vote dan like iya kakak,kalo ada saran ato kritik bisa langsung ketik dikomen iya.
biar author makin semangat up episode selanjutnya.
__ADS_1
terimakasih