
suara keributan dirumah mewah ini telah selesai setelah seorang gadis bernama FANIA DEVIA SANJAYA telah masuk ke kamar nya dia sangat marah kepada ayah nya yang merupakan seorang CEO terbesar di negara ini.
***flashback on**
setelah* pulang dari kampus nya **FANIA** sedang menuju kedalam ruangan tamu yang tak jauh dari pintu rumah masuknya.
tapi siapa sangka bahwa dia pulang ingin membawa kabar baik ini malah mendapat kabar buruk.
"ya baiklah pernikahan ini kan berlangsung"
ucap ayah fania.
"hei sayang bukankah kita harus memberitahu fania dulu sebelum menyetujui nya" protes sang ibu.
"aku yakin fania akan setuju" ucap sang ayah dengan penuh keyakinan.
"baiklah terserah kau saja" ucap sang ibu yang tau bahwa suaminya ini keras kepala.
"yasudah kami permisi dulu" ucap seorang pria tua bersama dengan wanita ,mungkin pasutri.
"yasudah nanti kami bicarakan dengan anak kami ya"ucap ayah fania.
pasutri itu hanya tersenyum dan mengangguk.
kedua orang itu berjabat tangan dengan ayah fania dan pergi dari rumah.
ketika mereka membuka pintu rumah mereka terkejut saat melihatku dengan wajah marah.
"oh hai nak,kau pasti fania kan" ucap seorang pria paruh tua itu.
__ADS_1
"saya permisi dulu" ucap fania dengan wajah marah nya.
setelah kau masuk ayah dan ibumu menghampiri mu.
" hei anak mama sudah pulang" ucap sang ibu dengan penuh ramah.
kau hanya mengangguk dan menghampiri ayah mu yang terlihat santai memandangi mu.
kau hanya melihat ayah mu dengan wajah datar dan dinginmu.
"*apa yang kau ingin kan" ucap fania dengan datar.
"aku ingin kau **MENIKAH** " ucap ayah fania dengan penuh penekanan di kata menikah.
"hanya itu saja" ucap fania dengan nada yang sama.
"ya hanya itu saja" ucap ayah fania dengan santai*.
ibunya yang melihat ayah dan anak yang berbicara pun berusaha mengalihkan pembicaraan.
"*sayang bagaimana kalo kau ganti baju dulu" ucap sang ibu yang khawatir akan ada pertengkaran.
fania hanya terkekeh.
__ADS_1
"apa kau tau ayah perbuatan mu selalu membuat ku terkekang"ucap fania dengan nada dingin datar dan sendu.
"oh ya,kau tau aku melakukan ini hanya untuk membuat mu bahagia"ucap sang ayah dengan santai.
fania hanya tersenyum.
"tapi ayah jika aku tidak mau menikah bagaimana"ucap fania dengan sedikit santai.
"jangan harap kami akan datang ke acara wisuda mu dan jangan pernah berani lagi kau menyebutku dengan sebutan **ayah** karena mungkin di detik itu juga aku bukan ayah mu" ucap sang ayah dengan nada sedikit penekanan.
"oh ya dan satu lagi" sambung ayah fania dengan khas smirk nya.
"kau akan kami coret dalam **kartu keluarga**"ucap sang ayah.
**DEG**....
fania yang tadinya tidak melihat wajah ayah nya seketika langsung melihat wajah ayah nya yang sedang tersenyum.
"berikan aku waktu" ucap fania dengan nada cepat dan langsung meninggalkan kedua orang tuanya.
**flashback off**
hai semuanya maaf nih kalo misalnya gak seru atau gimana soalnya ini cerita pertama aku jangan lupa like ya dan vote aku
#**salamcintaauthor😘***
__ADS_1