
...Happy reading. Don't forget to like and comment......
Tania menelungkupkan kepalanya di antara kedua tangan, saat ini dirinya sedang berada di kampus kebetulan waktu istirahat telah tiba jadi tania memanfaatkan waktu itu dengan sebaik baiknya.
"Lo enggak ke kantin?" tanya alika menatap sahabatnya itu sepertinya sedang banyak masalah.
"Males"
"Yaudah mau nitip aja?" tanya alika kembali mendapatkan gelengan kepala dari tania.
"Niaaaaaaaaaaaaaaaa" teriak seseorang yang masuk ke kelas untung saja kelasnya sepi.
"Taniaaaaaaaaa~" teriak nya lagi membuat tania mengangkat kepalanya menatap tajam lelaki yang tadi teriak.
"Berisik!"
Alika mengodekan mata supaya lelaki itu tidak menganggu tania karena mood gadis ini sedang tidak baik baik saja, bagaimana tidak? ia datang ke kampus telat di skors pula untuk membersihkan kamar mandi, belum lagi tania tadi di suruh untuk membuat makalah dengan tema 'Globalisasi' mudah cuma tugas itu harus di kumpulkan besok.
"Tania? mau nitip enggak nih?" tanya alika kembali dan tetap saja mendapatkan gelengan kepala dari tania
"Yaudah gue ke kantin dulu ya" ucap alika mendapatkan anggukan dari tania.
"Nia, numpang duduk ya" ucap lelaki itu, wawan nama nya ia langsung duduk di samping tania yang tadi di duduki oleh alika
Tania kembali ke posisi pertama, "Lo kenapa" tanya wawan
"Gapapa"
"Yaudah sini peluk!" ucap Wawan sambil merentangkan tangan nya, tania yang melihat melototkan matanya.
"Gila lo, bisa bisa gue di gampar sama alika" serkah tania tanpa melihat ke arah wawan
"Aelah cuma peluk doang, biar lo enggak bete lagi secarakan di peluk sama cowo ganteng kaya gue" ucap wawan dengan pedenya membuat tania tertawa simpul
"Sumpah wan, geli banget gue dengernya" ucap tania jujur, waktu istirahat nya terganggu. Dan kini tania menegakan tubuhnya mencoba untuk mencari materi Globalisasi yang akan di kumpulkan besok.
"Nah begitu dong, senyum. Kan makin cantik"
"Wan, cukup deh gue kaya jadi selingkuhan sahabat gue sendiri ini" ucap tania dia memudarkan senyuman nya
Wawan tertawa renyah sambil menatap tania "Gapapa, alika mah enggak cemburuan"
"Hah? Lo tau?" tanya tania sambil menutup mulutnya terkejut
"Biasa aja deh respon nya" ucap wawan santai
"Kalo lo tau kenapa lo bikin Alika nunggu?, Lo enggak kasian ngeliat alika yang udah mati matian ngejar lo?" jelas tania
"Nanti deh, gue pikir pikir lagi" ucap wawan ia menyandarkan punggungnya di kursi dengan wajah tengil
Tania memukul paha wawan "Awas lo sakitin dia, gue gebukin" ucap tania serius
"Iya iya enggak"
"Janji ya lo sama gue" ucap tania penuh celidik.
"Iya ja-------"
__ADS_1
"Nia, ada batagor di depan. Gue malu keluar nya temenin dong" ucap alika memotong perkataan wawan.
Tania berdecak kesal memandang alika yang datang dengan mengejutkan "Lagi males jalan, astaga!!!!" tutur tania yang hampir ingin menangis "Wawan aja tuh, nganggur dia" lanjut tania mendorong wawan membuat sang empu nya badan terkejut
"Ihhh, niaaa" pekik alika tersipu malu namun itu membuat Wawan merasa gemas melihat gadis di depan nya itu.
"Yaudah ayo sama gue aja" ucap wawan segera berdiri lalu berjalan terlebih dahulu sebelum itu ia berterimakasih dengan tania
"Cinta banget lo Lik sama dia" gumam tania menatap punggung Alika yang menghilang di balik pintu
Melihat itu malah membuat tania sedih, ia juga mau seperti alika bersama dengan orang yang ia cintai bukan nya seperti ini dibingungkan dengan perjodohan.
...---...
"Assalamualaikum"
Dengan wajah lesu tania masuk ke dalam rumah. Wajah yang sangat berharap bawa ucapan beberapa hari orang tuanya itu hanya lah sebuah gurauan saja, tidak sungguh sungguh.
"Kak niaaaaa" pekik gadis itu girang karena sejak tadi ia sudah menunggu kakak sepupu nya itu pulang.
"Araaaa???" pekik tania tak kalah heboh lalu memeluk tubuh Ara dengan erat.
"Kamu udah gede aja, padahal dulu masih kakak gendong gendong" ucap tania mengingat masa lalu, mungkin sekitar 6 tahun yang lalu.
"Iyalah, kan di kasih makan sama bunda"
Tania tersenyum lebar, betul juga jawaban nya sih. Memang basa basi yang sudah basi
"Yaudah kamu mau tidur di kamar mana?"
"Ayo" Tania langsung merangkul Ara menuju kamarnya
"Kak nia tau enggak s----"
"Enggak tau, kan belum di kasih tau" potong tania membuat Ara mengerutu kesal, kini mereka sudah berada di kamar
"Ihh Ara belum selesai ngomong!!" ucap ara kesal
"Yaudah kenapa?"
"eumm ARA TINGGAL DISINI, HOREE HAPPY ENGGAK?" Teriak ara membuat tania menutup kedua daun telinganya
"Sekolah disini dong?"
"Yappp pinter banget anak nya papa wisnu" ucap ara sambil mengangkat kedua ibu jari nya ke depan wajah tania
Tania menggelengkan kepala nya sambil terkekeh menatap sang adik.
"Mau mandi dulu lah kak" ucap ara menuju kamar mandi dengan membawa baju salin
Tania kini merebahkan dirinya pikiran nya ternyata masih di pusingkan dengan perjodohan itu.
"*sial...sial nya ku bertemuu dengan cinta semuuuu uuuu~
tertipu tutur dan caramuu~
seolah cintaikuuuu , puas kau cur*----"
__ADS_1
"Pamali ra nyanyi di kamar mandi" ucapan tania memotong Ara yang sedang nyanyi.
"Sebel, padahal kak nia juga sering nyanyi di kamar mandi juga kan!" Teriak ara tidak mau kalah
"Di kasih tau itu denger deh cil" teriak tania tak kalah sewot
"Sirik aja nih"
"Udah deh mending mandi!"
Tania mengangkat kedua bahu acuh, dia beranjak dari kamar menuju ke dapur untuk menuntaskan rasa haus yang menyerang tenggorokan nya.
"Tania, mamah mau bicara"
Baru saja kaki nya menginjak lantai satu dia sudah mendengar suara sang ibunda, dengan langkah gontai tania mengikuti langkah Afifah menuju ruang tamu, melupakan sejenak rasa haus nya.
"Besok, calon suami kamu akan datang kesini. Mamah punya beberapa dress yang cocok buat kamu" jelas afifah, mata tania melotot sempurna.
Bokong nya belum mendarat sempurna di sofa tapi karena perkataan sang ibunda membuat tania tidak jadi duduk.
"Mah?? demi apa sih, seriusan? bakal nikah ini?" banyak sekali pertanyaan pertanyaan yang numpuk di pikiran tania, belum mau nikah muda
"Mamah serius, Nia."
Tania merosotkan bahu nya di sofa, seakan kaki nya seperti jelly yang amat lentur. "Mah, tania masih belum cukup umur lhoo, kuliah aja belum beres masa iya harus nikah? ngurusin anak orang? ya Tuhan mahh..." tania berharap wanita yang tak lain ibu kandung nya ini membatalkan 'perjodohan' yang sama sekali tidak diinginkan. "... Tania ngurus diri sendiri aja belum bisa, lah ini ngurusin anak orang" sambung tania dengan nada teramat pasrah
"Kamu kira calon suami mu itu bayi? gak semuanya kamu yang urus," timpal Afifah memandang tania dengan kesal. "Pokok nya besok mamah mau kamu tampil cantik." Mutlak Afifah yang langsung meninggalkan tania dari ruang tamu.
"Ya inti nya gue gak mau nikah!!"
...---...
...BERSAMBUNG...
...FOLLOW AKUN AKU YA DAN SHARE CERITA INI...
..."Semua cewek itu ribet, gue gak suka"...
..."Kalo sendiri menyenangkan kenapa harus berdua? Cewek juga gak selalu butuh cowok didalam hidupnya."...
..."Tetep dia gak ada yang lain"...
..."Dia cakap apa tuh Raju?" ...
..."Apapun masalah nya, turu solusinya. Jangan lupa menyerah jangan semangat, ngapain?"...
...---...
__ADS_1