Pernikahan Konyol

Pernikahan Konyol
Pertemuan II


__ADS_3

...HALOO, YANG BARU MAMPIR AYOOO FOLLOW DULU YAWW ANW MASIH PEMULA SO DUKUNGAN KALIAN SANGAT DI BUTUHKAN HEHE, KALO ADA TYPO KOMEN YAA...


.......


.......


.......


...HAPPY READING!!...


...---...


"HAH? PERJODOHAN NYA JADI?" Pekik Tomi terkejut menatap kedua orang tuanya sebab beberapa hari ini tidak ada pembahasan yang menuju ke situ ia mengira sudah tidak ada lagi yang namanya 'perjodohan'


"Iya, kamu lupa?" tanya sang ayah menatap putra nya itu dengan tegas.


"Enggak lupa, cuma aku kira bohongan" ucap tomi datar.


"Ini beneran tomi" ujar alex penuh penekanan


"Yaudah" jawab singkat itu membuat mata ke dua orang tua nya berbinar


"Kamu setuju?" tanya sang ayah dengan nada bahagia


"Kalo aku enggak setuju juga kalian maksa kan?, Yaudah sama aja setuju, enggak setuju bakalan tetap nikah" ujar tomi terdengar santai dan datar tanpa ada beban setelah mengucapkan itu tomi meranjak ke kamarnya ia lelah baru saja pulang sudah di suguhi dengan pertanyaan menyebalkan seperti itu!


setelah membersihkan tubuhnya tomi duduk di balkon kamar dengan sebatang benda berukuran panjang yang ia selipkan di antara kedua jari telunjuk dan juga jari tengah berkali kali ia mengebulkan asap nya.


"Perjodohan, ****! " gumam nya di tengah malam yang damai namun pikiran nya kini sedang tidak damai


drtttt drtttt


Dering handphone mengusik ketenangan nya, ia meraba saku jaket nya setelah mencari handphone, setelah ketemu buru buru dia langsung menekan tombol hijau


"Apaan?"


"Markas di serang!"


Tomi yang sedang asik menikmati kebulan asap yang ia buat harus di panikan dengan suara teman nya yang terengah-engah.


Bren*gsek!! umpat tomi kesal ia segera meraih kunci motor


"Cari perlindungan, gue otw"


Tut..


Tomi berjalan tergesa gesa melesat untuk keluar


"Mau kemana?" tanya Rika menghadang tomi dengan kedua tangan nya


"Bentar doang"


"Udah malam, enggak boleh keluar lagi" ucap rika segera mengunci pintu utama lalu berjalan menuju kamar nya.


"Bundaaaaaa, temen temen tomi bisa mati nanti" rengek tomi memeluk tubuh Rika dari belakang secara tiba-tiba untuk membujuk sang ibunda


"Bunda enggak izinin, kalo kamu yang mati gimana?" tanya sang bunda membuat tomi menggelengkan kepala nya tegas.


"Enggak bunda, Tomi kuat. Please"


"Enggak" ucap Rika sambil bersedekap dada walaupun tomi sampai menangis darah pun Rika tetap tidak mengizinkan putranya itu keluar.

__ADS_1


"Yaudah, Tomi enggak mau di jodohin" ucap tomi ngambek.


"Oh ngancem, oke. Bunda bilang ayah fasilitas kamu di cabut semua ya"


"Bilang aja, kalo di cabut berati tomi gak jadi nikah" ancam tomi membuat rika luluh dan langsung memberikan kunci rumah nya kepada tomi


"Tuh, kalo udah langsung pulang! besok kamu harus kerumah calon istrimu" ucap rika memberikan sebuah kunci


"Oke bunda cantik." Setelah berkata seperti itu tomi buru buru untuk segera ke markas karena perdebatan antara dirinya dan sang bunda tadi memakan waktu yang lumayan, tomi khawatir akan keselamatan teman teman nya.


Tidak butuh waktu lama tomi telah sampai di markas nya banyak segerombolan orang yang tomi ketahui itu adalah anak buahnya erwind musuh bebuyutan Beatless.


Tomi menerobos puluhan orang yang sedang sibuk dengan kegiatan nya masing masing.


"STOP!" Pekik seseorang yang sudah jelas bukan tomi mendengarkan perintah itu anggota Brandon menjauh dari markas.


"Brandon?!" Batin tomi rahang nya sudah mengeras ia mengepalkan jemari nya kuat kuat menatap tajam ke arah Brandon yang sedang berjalan ke arahnya, memang tujuan awal Brandon itu mancing ketua geng motor beatless datang


Bugh!


Satu pukulan keras mengenai pipi Brandon sehingga menyebabkan sudut bibir nya sobek dan berdarah. Terjadi pertikaian besar antara mereka berdua tidak ada yang mengalah hingga akhirnya...


Sang lawan sudah terhuyung ke aspal, dan kini tomi kembali memegang kendali bahkan berkali-kali tomi mendaratkan tinjuan nya ke pipi Brandon hingga tidak sadarkan diri, rasanya lega menyelimuti hati tomi yang sejak tadi dipusingkan dengan perjodohan.


"Diem!" Bentak tomi saat salah satu teman nya menarik tangan tomi yang terus saja memukul Brandon walaupun sang lawan sudah tidak berdaya


"Cukup, lo bisa bikin Brandon mati!" bentak kurnia lalu menarik tomi menjauh dari tubuh Brandon yang sangat mengenaskan


"Bawa bos lo, kesini bikin rusuh lagi gue pecahin pala lo satu satu ya a*n*j*ing" teriak tomi sebelum akhirnya ia masuk kedalam markas


Langkah tomi terhenti ketika melihat kaca dia tersenyum seperti orang gila, dia mencekal darah yang mengalir di sudut bibir nya "Bunda marah gak ya?" tanya nya pada diri sendiri


"Gue, tidur sini deh" putus tomi kemudian membuka jaketnya lalu masuk ke kamar khusus miliknya sebelum merebahkan diri ia memberikan kabar kepada sang bunda kalo dia mau menginap di rumah teman nya saja.


...---...


Hari ini hari dimana tania bertemu dengan lelaki yang akan menjadi suaminya kelak, sungguh saat ini ia sedang berdebat dengan ara.


"Kenapa kakak enggak bilang kalo mau nikah?" marah Ara menatap tania dengan intimidasi


"Eh, kakak nikah terpaksa. Perjodohan, P-E-R-J-O-D-O-H-A-N" Ucap tania dengan mengeja kan kata perjodohan penuh penekanan setiap kata nya


"Ck!! iya iya ngegas terus nih"


Tania tidak menghiraukan ia mengunakan dress dari sang ibu namun ia sangat tidak percaya diri. Banyak sekali drama pemilihan dress yang berakhir ia menggunakan dress selutut dan satu tali yang tersemat di bahu nya hingga menampakan punggung putih milik tania.


"Ara, ini jelek banget ya" ucap tania cemberut menatap dirinya di cermin, sepertinya ia tidak mau memakai dress.


"Cantik kok kak" ucap ara jujur, karena memang kakak sepupu nya ini sangat cantik dan anggun dengan mengunakan dress itu.


"Ck! jelek gini dibilang cantik" keluh tania pelan.


Tok tok tok!


"Nia? sudah belum, Sebentar lagi mereka datang" ucap sang ibu sedikit teriak.


"Bentar mah, dikit lagi" tania memoleskan sedikit lip cream dan bedak baby, ia bener bener tidak nyaman memakai dress ini kemudian ia memilih untuk kembali membuka lemari nya dan mencari sesuatu, setelah ketemu tania masuk kedalam kamar mandi lagi.


...---...


Afifah mendengar suara mobil masuk ke pekarangan halaman nya sontak langsung menatap sang suami.

__ADS_1


"Itu kayanya dia deh pah, tania belum selesai dandan lagi" ucap afifah panik ia ingin menyusul ke kamar tania namun tangan nya di tahan oleh wisnu.


"Ayo kita samperin" ucap Wisnu mengandeng tangan sang istri


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, Masuk masuk" ucap afifah mempersilahkan Rika dan keluarga masuk kedalam rumahnya.


"Duduk dulu ya, biar aku ambilkan minuman" ucap afifah kemudian melesat ke dapur membuatkan minuman.


Afifah kembali dengan membawa enam gelas jus jeruk lalu ia tata di atas meja.


"Di minum dulu" ucap nya lembut


"Makasih lho Fah ngerepotin banget kita" ucap Rika tidak enak hati, afifah tersenyum tipis mendengarnya kemudian duduk di sofa sebelah suaminya.


"Anak mu belum datang?" tanya afifah heran, apakah putra dari rika menolak perjodohan ini?


"Sebentar lagi sih katanya, Fah, lagi di perjalanan" jelas Rika singkat, Afifah hanya mengangguk ngangguk saja.


...---...


Tania turun dari kamar menuju ruang tamu, afifah terkejut menatap tania dengan pakaian yang tidak sesuai dengan perjanjian kemarin.



Semua yang ada di ruang tamu menatap tania, membuat tania tersenyum kikuk namun! tunggu gue? nikah sama bapak' kaya gitu? demi apa sih, GUE ENGGAK MAU!!


tania terus memandangi lelaki yang umurnya seperti sang papah dengan tatapan berfikir sambil berjalan menuju sofa, orang tua nya kenapa tega menikahkan anak gadisnya kepada pria tua seperti ini.


"Kenapa kamu pakai baju ini?" tanya Afifah pelan


Tania membungkuk tubuhnya membisiki sesuatu kepada ibunya "Enggak tau, pokok nya males sama mamah. Masa iya aku di jodohin sama lelaki seusia papah"


"Hah? Mak----"


"Maaf, saya telat ya?"


atensi mereka segera menatap ke arah sumber suara itu, dengan mulut terbuka mata tania dan lelaki itu saling bertemu.


"Lo?" . "Elo?!" ucap mereka berbarengan terkejut hingga membuat tania berdiri melihat cowok yang beberapa hari menabrak motor nya


Tomi, ya lelaki itu adalah tomi, mengerutkan keningnya bingung kemudian menoleh menatap ke arah bunda dan ayah nya seolah meminta penjelasan maksud dari ini semua.


"Kalian sudah saling kenal? bagus deh kalo begitu" tutur Rika senang. "Kamu duduk" titah nya kepada sang putra, bagaikan sihir tomi langsung duduk di sebelah rika.


"Tania, duduk!" suruh sang papah melihat putrinya itu menatap penuh emosi kepada cowok tadi. Tania langsung duduk dengan kencang menyebabkan bokong nya sakit.


"Kalian yang akan kami jodohkan"


"Hah?" . "APAA!!"


Pusing, sungguh kepalanya seakan ingin meledak. Tania menatap sang ibunda memohon untuk membatalkan saja perjodohan ini, tania sungguh tidak mauu..


"Pernikahan kalian akan di laksanakan dua Minggu lagi" ucap Rika bersemangat mendapati anggukan dari semuanya kecuali, tania dan tomi.


"Dosa apa yang gue buat selama ini" Batin tania kesal.


...---...


...BERSAMBUNG....

__ADS_1


...TYPO BERTEBARAN, JANGANLUPA TINGGALIN JEJAK KALIAN YAPP.!!...


__ADS_2