Pernikahan Konyol

Pernikahan Konyol
Cuma temen?


__ADS_3

...HAPPY READING....


.......


.......


.......


Pagi hari ini tania dan tomi sedang merapikan baju nya ke dalam koper karena ia akan tinggal di rumah tomi, tania menarik koper miliknya sedangkan tomi menarik koper miliknya sendiri.


"Inget, jangan kasar" Ucap rika memperingati anak nya itu dengan lembut.


"Iya, Bun"


"Tania kalo ada perlu apa apa panggil bunda aja ya, nanti bunda datang. Jaga kesehatan oke?" Tutur Rika sambil mengusap surai hitam milik tania.


"Pasti Bun"


"Bimbing tania, jangan sakiti dia" Lontar alex terdengar lembut namun menusuk ke hati


"Iya"


Tania mencium punggung tangan Rika dan juga Tama ayah tomi, Begitupun tomi melakukan hal seperti yang tania lakukan


"Bunda, ayah tania pamit yaa" ucap tania tersenyum lebar sambil melambaikan tangan di udara dengan semangat.


"Hati hati"


Tania masuk kedalam mobil dan tak lama mobil tersebut menjauh dari pekarangan rumah rika, di perjalanan tidak ada yang membuka suara semua nya diam fokus dengan kegiatan masing masing.


Hening melanda hingga tidak di rasa mereka sudah berada di depan rumah yang cukup besar.



Tania turun dari mobil tomi sambil menuntun koper miliknya, ia menatap takjub dengan desain rumah ini. Sungguh keren terlihat sangat elegan namun sederhana.


"Masuk, ngapain bengong di situ" Ucap tomi membuyarkan lamunan yang sudah berada di dekat pintu.


Tania mendorong kopernya, Mengikuti Tomi masuk. "Wahh"


"Lo mau kamar yang dimana?" tanya tomi tanpa melirik tania dia fokus menarik koper miliknya sendiri


"Di bawah ada berapa kamar?" tanya tania penasaran

__ADS_1


"Cuma kamar tamu, di paling belakang deket dapur itu kamar bibi" jelas tomi sambil menunjuk ke arah belakang, seram!


"Di atas ada berapa?" tanya nya lagi


"2"


"Gue mau di atas yang ada balkon nya itu" pinta tania dengan amat bahagia


"Itu kamar gue" ujar tomi mematahkan kebahagiaan tania


"Yaudah tukeran"


"Enggak!"


Tania merenggut "Tapi gue mau yang ada balkon nya tom" ucapnya memelas seolah memohon agar mendapatkan kamar itu.


"Gak bisa! itu kamar gue." Mutlak nya tanpa bantahan ia naik ke tangga meninggalkan tania yang sedang berdiri menatap kesal dirinya


"Jahat banget lo" ucap tania kesal ia menarik kopernya menuju kamar di atas dengan langkah kaki kesal.


"Kesel"


Tania masuk ke kamar yang berada di depan kamar tomi itu, saat masuk tania di kejutkan ketika melihat kamar itu.



"Bagus banget, ini kamar impian gue" pekik tania kegirangan ia segera berlari ke kasur nya lalu membaringkan tubuhnya menatap dinding langit.


Tania bangun lalu membuka pintu yang berada di dalam kamar itu ternyata menghubungkan dengan kamar mandi, lagi dan lagi tania di buat menganga karena desain toilet yang sangat elegan.



Satu kata, sangat bagus. Kini mata tania tertuju kepada pintu kecil buru buru ia membuka pintu itu, cara untuk masuk kedalam ruangan itu sungguh rumit. Tania harus membungkuk kan tubuhnya karena pintu itu lumayan kecil.



Saat masuk kedalam tania melihat kolam kecil, seperti nya untuk berendam.


"OMG bagus banget, ada kolam tersembunyi" gumam tania menatap kagum


Tania tidak berlama lama ia segera keluar dari kamar mandi lalu merapihkan baju baju nya ke dalam lemari. Setelah selesai, tania segera merebahkan dirinya di ranjang sambil bermain ponsel milik nya itu.


Cklek.

__ADS_1


"Ayo, cari makan"


Tania yang asik bermain ponsel di kejutkan dengan suara itu buru buru ia duduk dan menatap tomi, tunggu tadi dia ngajak cari makan? enggak salah?


"Bentar"


Tania segera menyusul suaminya eh? suami? astaga aneh banget rasanya. Sekarang tomi sudah berada di bawa dan sudah bersiap dengan motor sport nya. Dengan bersemangat tania menghampiri tomi.


"Naik motor?" tanya tania sedikit ragu


"Iya, lo buta?"


Tanpa pikir panjang dirinya langsung naik di jok belakang motor sport milik tomi.


"Jangan sentuh gue sedikitpun" ucap tomi tegas membuat tania mendengus kesal, sudah duduk nungging dia harus menjaga ke seimbang pula.


Tania memeluk dirinya sendiri sambil menikmati angin sore yang begitu menyejukkan hati, pas banget karena ia sedang berada di dekat tomi yang menyebabkan hawa nya panas.


"Mau makan apa?" tanya tomi yang masih bisa terdengar oleh tania


"Yang menurut lo enak aja" jawab tania seadanya, saat ini di otaknya kosong tidak ada list makanan yang ingin dia makan.


Tomi melajukan motornya hingga berhenti di sebuah makanan pinggir jalan yang cukup ramai.


"Makan disini?" tanya tania yang sudah turun dari motor, mata nya menyapu seluruh tempat yang berada di sana.


"Kenapa? Jijik?" Cetus Tomi sambil berjalan melewati tania yang masih diam di tempat


Tanpa mikir panjang tania langsung mengejar Tomi yang sudah berdiri di samping gerobak sate.


"Dua porsi ya, Pak" pesan tomi, pria paruh baya yang sedang mengipas beberapa sate itu menatap tomi.


"Nak tomi, apa kabar? Lama sekali tidak mampir kesini" tanya amir yang tak lain adalah penjual sate


"Alhamdulillah baik" jawab Tomi seadanya yang mendapatkan anggukan dari amir


Mata Amir tertuju kepada perempuan yang berada di belakang tomi "Cak ayu di belakang mu itu siapa? bojomu?" tanya amir membuat tomi menoleh ke belakang menatap tania


"Temen"


...---...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2