PERRNIKAHAN KONSORSIUM

PERRNIKAHAN KONSORSIUM
JATUHNYA REED JEWELRY


__ADS_3

BRAAKK


BRAAKK


Reed memukul mejanya berulang kali, dan itu membuat para pengawalnya saling pandang, mereka takut Reed akan membuat sikap yang lepas kendali lagi dan kembali memukuli para pengawal yang ada di sekitar nya seperti beberapa saat lalu.


"Alaris Dwyne!" Geram Reed, matanya sudah menyala seperti api yang membara.


"Berapa persen yang bisa kita selamatkan." Tanya Reed pada sekretarisnya.


"Tidak ada Tuan, seluruh saham hancur dan Aldawn sudah mengambil alih proyek kerjasama kita dengan beberapa perusahaan."


"Brengsek!" Teriak Reed.


Tubuh Reed lemas dan duduk di kursinya, pria itu memijat kepala yang terasa semakin berat dan pusing. Beberapa bulan Reed berjuang tanpa tidur cukup dan berperang dengan perusahaan Aldawn.


Alaris sengaja menekan perusahaan milik Reed dan mengirimkan pesan secara terus terang.


Jangan pernah mendekati Axella atau kamu tidak akan pernah bisa membayangkan bagaimana Aldawn menghancurkan perusahaanmu.


Reed mengira itu hanyalah lelucon, namun tidak di sangka hanya dengan waktu 3 bulan perusahaannya habis dan tidak dapat tertolong lagi.


Wajah Reed kusut dan pucat.


"Tidak ada harapan lagi Tuan." Kata sekretaris itu.


"Omong kosong!" Teriak Reed.

__ADS_1


Semua diam tidak ada yang berani berbicara.


"Kecuali jika aku menemui Axella dan meminta agar Aldawn mau melepaskan perusahaanku."


"Tuan, hari ini Aldawn serta Liam grup meresmikan anak perusahaan mereka, acara itu di siarkan secara langsung."


"Ha... Ha... Ha...! Wanita itu menghancurkan perusahaanku dan dia mendirikan perusahaan bersama suaminya. Kamu akan menyesal Alaris!" Geram Reed.


*****


Pagi yang menyejukkan, burung sudah bercicit di luar jendela mansion. William serta Alaris sudah saling memakan sarapan mereka dan sudah saling berhadapan di meja yang cukup panjang.


"Kamu tidak lupa kan, jika hari ini kita memiliki undangan pernikahan." Kata William.


"Iya, aku ingat."


'Aku tidak mungkin lupa, jika hari ini adalah pernikahan sepupu dari William, tidak masalah bagiku jika menghadiri acara tersebut, hanya saja pasti akan banyak perbincangan yang tidak nyaman bagiku. Tidak sedikit informasi masuk mengenai siapa teman-teman dari grup sosialita Dorothy yang tak lain adalah bibi dari William.'


"Aku tahu."


"Dia pria yang sangat licik."


"Aku hanya membahas tentang sesuatu di luar pekerjaan tenang saja."


"Bukan hanya pekerjaan, dia selalu licik tentang semua hal." William mengiris daging dengan gerakan kesal.


"Aku mengerti masalah mu dengan Harry, dan aku pastikan kami berbicara masih berada di batas aman."

__ADS_1


"Semoga." Kata William sembari mengiris dagingnya dengan sedikit bertenaga karena kesal.


Alaris melihat itu dan menghapus mulutnya menggunakan serben bersih.


'Setiap sarapan dia selalu membahas hal-hal yang membuat semua makanan ini menjadi mubadzir."


"Aku selesai, dan akan bersiap untuk undangan pernikahan itu."


Alaris undur diri dengan pelan dan meninggalkan William.


Acara pernikahan tepat pukul 12 siang, William dan Alaris sudah berdiri di barisan para undangan dan keluarga. Semua yang hadir menyaksikan bagaimana pernikahan sepupu dari William di gelar.


Para pasangan pengantin sedang berdiri dan saling bersumpah satu sama lain hingga akhirnya mereka saling memasangkan cincin dan saling mencium, terlihat begitu bahagia.


'Apakah itu yang di namakan pernikahan yang sebenarnya, mereka terlihat sangat bahagia, bahkan menangis karena terharu. Aku mengingat bagaimana saat itu William menikahiku, aku tersenyum karena memang harus tersenyum, aku bahagia karena seharusnya aku tidak boleh memperlihatkan wajah suram di hari pernikahanku. Aku pikir pernikahan hanyalah sekedar menjalin hubungan di dalam rumah. Namun sebenarnya ada banyak hal yang harus di perlakukan berbeda, tidak bisa di samakan dengan mengatur urusan di perusahaan.'


Saat itu seperti biasa William dan juga Alaris selalu menjadi pusat perhatian, pasangan yang sangat serasi dan terlihat menawan kerap mencuri perhatian setiap mata orang yang ada.


Terlebih William yang memiliki postur tubuh tinggi, dan wajah tampannya, begitu pula Alaris yang bisa menandingi William. Alaris memiliki wajah cantik, ia juga bisa di bilang cukup tinggi.


"Kenapa kamu memakai sepatu yang tinggi, kamu sudah memiliki tubuh yang cukup tinggi." Bisik William.


"Aku hanya memadukan dengan gaun ku hari ini, lagi pula aku tidak menyaingi tinggi tubuh mu William, kepala ku masih berada sebatas leher mu, tidak ada yang mempermasalahkan hal kecil seperti itu."


"Tapi, beberapa orang di sini pasti ada yang mengira jika kamu ingin menyaingi tinggi tubuhku."


"Ini hari yang sakral William, akankah kita ribut di sini hanya karena masalah heels dan tinggi tubuh?" Bisik Alaris sembari tersenyum canggung.

__ADS_1


'Akhir-akhir ini William selalu membuat topik yang mengundang pertengkaran, belum lagi sikap dan segala kritiknya kepadaku kerap membuat kami bertengkar.'


betsambung~


__ADS_2