PERRNIKAHAN KONSORSIUM

PERRNIKAHAN KONSORSIUM
PERTEMUAN ALARIS DAN LEON


__ADS_3

Belum genap 2 bulan lamanya, anak perusahaan IMPERIAL DIAMOND tumbuh dengan sangat pesat dan mengagumkan, bagai roket yang tak terkalahkan.


Namun, kegembiraan karena pesatnya pertumbuhan IMPERIAL DIAMOND yang kini mampu menyaingi perusahaan-perusahaan kelas kakap, berbanding terbalik dengan hubungan Alaris dan William. Hubungan suami istri itu menjadi lebih dingin dari sebelumnya.


Hari ini tepat 1 minggu William pergi ke luar Negeri, jadi sudah lebih dari 1 bulan Alaris tidak bertemu dengan William.


"Nyonya... Nyonya."


Lagi-lagi Lily datang dengan berlari, kemudian berhenti di depan Alaris, Lily berdiri tegak dengan tangan di lipat di depan perutnya, Lily berubah bersikap sangat sopan, meski tingkahnya masih tetap terlihat kekanakan.


"Ya Lily?" Tanya Alaris yang sedang duduk di depan kaca rias.


Saat itu Samantha sedang merapikan rambut alaris.


"Ada pria muda yang sangat tampan, benar-benar sangat tampan mencari anda. Astaga menurut saya dia pria paling tampan di dunia." Puji Emily dengan berjingkat dan menggenggam kedua tangannya di bawah dagunya.


"Siapapun yang kamu lihat selalu tampan dimatamu Emily, bahkan terakhir kali kamu bilang Tuan Harry paling tampan, walaupun Tuan Harry memang sangat tampan." Kata Samantha malu-malu.


"Tentu saja Tuan Harry tetap yang paling tampan nomor 1 di dunia, dan sekarang pria muda yang mencari Nyonya Alaris pria tampan nomor 2."


"Lalu tuan William? Bukankah pertama kali bertemu kamu bilang Tuan William adalah yang tertampan?" Tanya Samantha.


"Aah... Itu... Pokoknya Tuan Harry paling tampan." Emily bersungut.


"Baiklah terserah kamu saja Emily. Nyonya sudah selesai, anda sangat cantik." Kata Samantha.


Alaris menatap dirinya dalam pantulan kaca, ia selalu puas dengan hasil riasan Samantha.


"Ayo kita turun."


"Baik Nyonya." Jawab Samantha dan Emily bersamaan.


Alaris turun dan melihat seorang pria sudah berdiri memandangi lukisan yang Alaris buat, mendengar suara langkah kaki, pria itu pun berbalik dan memberikan salam.


"Selamat pagi menjelang siang Nona Alaris." Kata pria itu dengan sangat sopan.


"Selamat siang. Anda Tuan Leon?"


"Ya, saya Leon, anda langsung bisa mengenali saya?"


'Ini pertama kalinya aku bertemu dengan Leon, namun memang bisa diakui, dia juga tampan meski tidak setampan Harry, wajahnya juga sempurna.'


"Menurut jadwal, saya hari ini akan bertemu dengan anda."


"Aahh..." Kata Leon mengerti.


Kemudian Leon mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah, Alaris pun mengulurkan tangannya, dengan sopan dan santun Leon menjabat tangan Alaris.


Emily yang melihatnya hampir merasakan denyut jantungnya akan terbang.


"Anda tampan sekali." Bisik Emily.

__ADS_1


Leon pun tertawa kecil.


"Ya, saya tahu saya tampan." Kata Leon.


Emily dan Samantha ikut tertawa. Namun Alaris tetap datar.


"Tinggalkan kami." Kata Alaris.


"Baik Nyonya."


Kemudian para pelayan pribadi meninggalkan Alaris dan Leon.


"Jadi... Bagaimana? Kita langsung pada pekerjaan? Seperti apa taman yang anda inginkan?"


"Kita harus ke taman." Kata Alaris.


Kemudian Leon memberikan jalan kepada Alaris sembari tersenyum dan merentangkan satu tangannya.


Setelah sampai di taman mansion utara, Leon mengeluarkan tabletnya dan mulai mencatat serta menggambar apa yang Alaris mau.


"Aku ingin taman yang seperti The Hills Garden, tapi bunga yang di tanam di sini harus sesuai dengan bunga yang ku inginkan."


"Tentu." Kata Leon mencatat.


"Lalu aku ingin ada kursi-kursi rotan putih di dekat air mancur dan kolam ikan, sediakan ayunan rotan juga, jangan lupa berikan pohon merambat agar bisa duduk dengan sejuk."


"Itu pasti, dan sangat mudah." Kata Leon lagi.


Alaris diam.


"Kenapa kamu membuat taman The Hills Garden di lokasi yang itu?" Tanya Alaris.


Leon memiringkan kepalanya.


"Karena ada seseorang yang memintanya."


"Siapa dia? Dan kenapa harus di lokasi itu?" Tanya Alaris.


"Entahlah, saya hanya menjalankan perintah dari seseorang untuk membuat taman di lokasi itu." Jawab Leon.


"Orang bilang itu adalah lokasi terkutuk." Kata Alaris.


"Karena kecelakaan yang berulang selalu berada di tempat sama dan di lokasi itu?" Kata Leon.


"Ya."


"Ha... Ha... Ha... Saya pikir anda bukanlah tipe orang yang meyakini hal-hal mistis Nona Alaris."


"Lupakan." Kata Alaris meremas jemarinya.


Setelah keadaan cukup lama hening.

__ADS_1


"Tapi, saya dengar lokasi itu pernah membuat kecelakaan satu keluarga, dimana seorang anak kecil menjadi korban dan selamat dari maut." Kata Leon dengan wajah serius.


Alaris melihat ke arah Leon dengan terkejut.


"Tentu saja saya tidak tahu kebenaran kasus itu, karena kasus itu sudah sangat lama, bahkan saya masih sangat kecil waktu itu, dan semua berita mengenai kecelakaan itu raib." Kata Leon sembari tertawa.


Alaris menghela nafas dan melanjutkan kakinya berjalan di jalanan setapak.


"Nona Alaris..."


"Ya."


"Bolehkah saya meminta sesuatu, ini tentang pekerjaan di sini."


"Silahkan."


"Karena saya harus merombak taman ini dan menata ulang, saya membutuhkan tempat tinggal yang sewaktu-waktu bisa saya jangkau, dan jaraknya lebih dekat, karena anda tahu kan inspirasi bisa saja tiba-tiba muncul dan dengan cepat juga bisa menghilang. Saya lebih senang tentang penggunaan efisien waktu."


"Aahh... Mungkin maksud Harry adalah ini, anda selalu meminta sesuatu yang aneh, tentu saja anda bisa tinggal di sini, dan pelayan akan menyiapkan kamar untuk anda." Kata Alaris.


"Terimakasih Nona, tapi kalau boleh tahu Harry berbicara apa lagi tentang saya?" Tanya Leon.


"Tidak ada hanya itu."


"Ahh, sebenarnya saya ingin memberikan nasehat sedikit pada anda Nona."


"Apa itu."


"Berhati-hatilah dengan Harry, dia bisa melukai orang dengan wajah tersenyum, dia kejam dan jauh lebih licik dari yang bisa di bayangkan oleh orang lain."


Alaris tercengang mendengar perkataan Leon.


''Bukankah mereka teman? Kenapa Leon membicarakan keburukan Harry.'


"Kami hanya berbicara sekedarnya, dan tidak ada hubungan lebih."


"Syukurlah, saya hanya khawatir, karena sekali dia menginginkan sesuatu, itu tidak akan pernah dia lepaskan."


"Seperti perusahaan milik William? Aku tahu hubungan nya dengan William tidak baik."


"Bukan, ku pikir ada sesuatu yang jauh lebih berharga untuk dia dapatkan. Jadi, anda harus berhati-hati." Kata Leon.


"Aku akan mengingat itu, terimakasih."


"Bertahun-tahun lamanya, Harry...."


"Nyonya, maaf menganggu anda, tapi ada panggilan penting dari Brida." Kata Samantha yang berlari tergopoh menghampiri Alaris.


Kalimat Leon terputus.


Wajah Alaris mendadak tegang, melihat bagaimana Samantha berlari tergopoh, pasti ini adalah berita penting dari Brida.

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2