
Jangan lupa like dan komentar
*
*
*
*
*
**********************
Satu kata yang bisa diungkapkan oleh gadis yang bernama raya, yaitu kata bahagia. Bahagia bisa kuliah dengan beasiswa yang di harapkan, tak henti henti nya rasa syukur diucapkan oleh gadis itu.
Ayah, bunda kaka berangkat ya.
Iya hati hati nak, semangat ya.
Assalamualaikum. Salam ku dan mencium punggung tangan ayah ibu.
Waalaikumusalam.
\#\#\#
Kenapa ya, motornya ngak kayak biasa, batin raya. Raya berhenti, untuk lihat motornya.
Astaga bocor, waktu tinggal sebentar lagi, cemas raya. Raya mencari bengkel untuk menempel ban bocor nya
15 menit kemudian
Raya terpaksa berlari kocar kacir keempat ospek berlangsung. Dia berhenti," sial bisa di hukum aku sama mereka " senior yang sekarang udah berdiri dihadapan raya. Sambil menyuruh maba yang lain berbaris di lapangan kampus.
Senior itu mendekati raya" hai kamu" panggil salah satu dari mereka. Mereka berempat melipat tangan didadanya. 'kenapa kamu terlambat?' bentuk salah satu dari mereka.
" ban motor aku bocor saat perjalanan ke sini kak, jujur raya.
"udah tau salah kamu dimana?. Bentak salah satu dari mereka.
"tau kak, saya terlambat 15 menit, jika ban motor saya tidak bocor maka saya tidak terlambat kak. Ujar raya.
'berani kamu sama senior kamu sendiri ya, maba tidak tau malu.
" maaf kak. Ujar ku seraya menundukkan kepala.
__ADS_1
' angkat kepala kamu. Bentak nya lagi
Sebelum aku mengangkat kepala ku, aku terdekat suara yang aku kenal.
'ada apa ini?. Tanya lelaki, rahang tegas, mata tajam, dan gaya yang bewibawa. Ya raya kenal lelaki yang ada dihadapan nya sekarang, lelaki yang telah mencuri hati nya ketika SMA.
Lelaki itu menatap raya dengan tatapan tajam, raya hanya bisa menunduk dan meremas tangan nya sekuat mungkin.
'ini yang terlambat zam. Ujar salah satu dari mereka.
'nama kamu siapa dan dari jurusan mana?. Tanya salah satu senior cantik disebelah lelaki yang sekarang masih menatap nya.
" namaku RAYA DEVITA PUTRI kak, dari jurusan akuntansi.
'berarti kamu adik angkatan saya dengan azzam. Ya raya tau nama lelaki itu azzam. Tapi dia tidak tau tau jika satu kampus dan jurusan sama seperti azzam.
' kalian tolong urus dia, saya dan indah ingin ketempat rektor. Ujar azzam yang langsung berlalu pergi bersama indah.
'baik lah kalau tetap akan menerima hukuman atas keterlambatan mu. Baik kak saya akan lakukan hukumnya kak.
'untung bukan azzam yang menghukum kamu. Ucap senior bernafas lega. Raya pun bersyukur bukan azzam yang menghukumnya, ditetapkan seperti itu aja udah mau pingsan.
' baiklah sekarang kamu berdiri didepan gedung F selama 3 jam kedepan, tidak ada membantah dan tangan memegang teliga. Ujar senior nya yg selalu membentak nya dari tadi.
" baik kak, tidak ada tawaran" raya hanya pasrah walaupun dia tidak bisa belama lama berpanas.
Raya melaksanakan hukumnya dengan berdiri ditengah lapangan sambil memegang telinganya, baru selama 2 jam dengan cuaca sangat panas. Semua orang memperhatikan nya dan ada juga menertawakan raya.
Tanpa sadar air matanya sudah mengalir, karena merasakan kepala yang sangat sakit. Bukan karena dia dihukum.
'Raya '. Mendengar nama nya dipanggil raya mendongakkan kepalanya.
' zahara'.
Dari jauh seorang lelaki yang memperhatikan nya dari tadi. Dia juga tidak tega melihat orang yang dia cintai menjalani hukum merdiri di tengah lapangan yang sangat panas, di juga tau orang yang dia cintai tidak bisa lama " terkena cahaya matahari.
Di satu sisi, zahaba tidak tega melihat sahabatnya kena hukuman. Dengan wajah yang sudah pucat, zahara juga tau ini kelemahan sahabat nya, sungguh zahara ingin menolong sahabat nya, tak dia tidak bisa apa apa
'kamu ngapain disana, mau kena hukuman juga?. Seketika mata zahara melotot tidak percaya apa yang dia lihat sekarang. Azzam lelaki yang dicintai oleh sahabat nya secara diam.
' tidak kak saya permisi. Ujar zahara, dan sekilas melihat raya, semoga kamu baik baik saja ya.
Selelah melihat zahara pergi, raya hanya diam, badan nya tak mampu lagi bertahan kepala sakit, seketika mata sudah mulai kabur.
Brukh.....
Azzam yang melihat raya jatuh pingsan, langsung berlari dan berjongkok dihadapan raya, rasa panik menghampirinya, azzam langsung mengendong raya ke klinik kampus. Melihat presma mengendong seseorang wanita membuat para wanita iri, karna sebelum itu presma anti wanita.
****
__ADS_1
Azzam melihat wajah pucat raya, ada rasa kasihan terhadap gadisnya. Ya gadisnya walaupun mereka tidak meliki hubungan apa apa, tetapi Azzam tetap menganggap bahwa raya gadisnya, yang berbeda dengan wanita lain. Azzam seolah olah tidak memiliki rasa terhadap raya, karna Azzam terpaksa melakukan semua itu karna dia telah berjanji dalam diri nya, jika suatu saat dia di pertemukan kembali, maka dia akan menyatakan se jujur ya.
Tapi sekarang dia dipertemukan kembali, ya ketika melihat seseorang yang di bentak oleh temannya, betapa terkejut dia melihat wajah yang selama ini ia rindu ada dihadapkan nya dengan situasi yang tak tepat, tapi Azzam berpura-pura tidak peduli, hanya diam.
"bun da. Ucap raya lemah.
'kamu sudah sadar?, raya hanya diam, melihat siapa yang ada didekatnya.
'kamu istirahat aja dulu, tadi kamu pingsan di lapangan saat melaksanakan hukuman terlambat kamu. Ujar Azzam.
"siapa yang membawa aku kesini". Masih dengan suara lemah.
'aku, tapi jangan dipikirin lagi, tidak baik kondisi kamu masih lemah.
Tiba tiba seorang cewek masuk ka dalam klinik, sambil bertanya.
' Azzam aku sudah mencari kamu dimana saja, tapi kamu disini, kok lama sih. Azzam hanya diam melihat siapa yang masuk, tanpa menjawab pertanyaan indah, ya indah cewe yang ada disamping Azzam pagi tadi.
"kak aku mau keluar dari sini, aku tidak apa apa. Ujar raya tapi langsung dicegah oleh Azzam.
'tidak, kamu istirahat sebentar lagi, nanti aku antar kamu pulang. Tegas Azzam.
"ngak usah kak, aku ngak mau merepotkan kak, aku bisa pulang sendiri bawa motor aku.
'jangan membantah saya RAYA DEVITA PUTRI. suara tegas Azzam dan tatapan tajam.
Disisi lain indah hanya diam, mendengar suara tegas Azzam membuat dia merinding, dia tau Azzam, yang tak mau di bantah. Tapi indah heran kenapa Azzam bisa peduli sekali sama cewe yang ada dihadapan nya.
"kak azzam". Suara yang dirindukan oleh Azzam selama 2 tahun, yang tak pernah ketemu lagi. Ia hanya menoleh.
"kak terima kasih sudah bantu raya", Azzam hanya diam mengangguk, dan langsung mendekati raya dan menahan bahu gadisnya.
'tatap aku ' mendengar ucapan Azzam, raya yang ragu untuk Menatap nya hanya diam menunduk. ' tatap aku raya ' raya yang takut langsung menatap mata yang dia rindu selama ini. ' besok sebelum pergi kekampus makan terlebih dahulu ' ngerti'. Singkat tapi terdengar sangat tajam. Raya hanya mengangguk.
'aku antar kamu pulang. Azzam mengehelus kepala yang masih berbalut jilbab.
Tiba tiba indah berbicara ' Azzam kalo kamu yang pergi siapa yang mengurus ospek ini. Kan dia bisa pulang sendiri, manja amat. Ujar indah
Indah jaga ucapan mu, sebentar lagi mau istirahat makan, aku akan antar dia,. Ujar Azzam tegas.
Hati raya meronta senang, diperhatikan oleh orang yang ia cintai, rasa syukur karena dia bisa pingsan dan bisa dekat sama azzam. Batin raya.
Saat raya mau berdiri, badan nya hampir jatuh karna kakinya tak mampu menahan tubuh nya sendiri. Dan refleks azzam langsung menahan agar tidak jatuh ke lantai.
'kamu masih lemah, biar aku gendong kamu sampai ke mobil. Katanya dengan tegas. Mendengar apa yang diucapkan oleh azzam, raya hanya mampu menundukkan kepalanya.
***********
Vote like dan komen untuk karya nya author " PACARKU PRESIDEN MAHASISWA" agar updatenya tambah semangat biar cepat tamat dan ada karya lain lagi.
__ADS_1
Terimakasih guys ☺️☺️☺️☺️...