
Mohon Maaf readers semua, saya baru bisa up, semoga kalian suka dengan cerita saya.
Jangan lupa vote like dan komentar.
Raya memilih bungkam seraya berpaling menyembunyikan wajah. Dia tak mau medengar apa yang akan dikatakan azzam .mata besarnya tertutup rapat menyembunyikan dukanya. Dia sangat sakit teringat kejadiaan tadi .setiap bentakan azzam dan indah terngiang kejadian tadi .sangat menyakitkan dipermalukan didepan umum ,tapi apalah daya jika ingat penyakit yang iya pendam selama ini .
Azzam terus mengenggam tangan munggil raya .ingin rasanya ia dekap tubuh munggil raya seraya mengatakan aku mencintaimu .tapi tidak bisa dilalukan oleh azzam ,karna dia takut raya tidak membalas persaannya .
‘’yaa.’’ Panggil azzam sembari menyentuh bahu raya. Tetapi , lagi- lagi tertolak mentah dengan tepisan kasar.
Dengar aku. Tegas azzam sambil melihat tajam kepada raya . raya hanya pasrah karna dia tidak memiliki kekuataan untuk melawan azzam.
‘ jangan pernah berbicara seperti tadi lagi raya ,aku peduli sama kamu ,karna kamu tanggung jawab dikampus sebagai presma. Tegas azzam
‘’ apa dia peduli karna hanya sebatas tanggung jawab dia sebagai presma? Tadi dia bilang mencintai ku dan menyayangi ku . dasar lelaki munafik .batin raya.
Pergilah terimakasih sudah peduli terhadap diriku. Aku bisa sendiri tanpa bantuan dari siapapun .ucap raya ketus
Azzam emosi mendengarkan apa yang dikatakan oleh raya , dia memilih pergi meninggalkan raya sendiri, dia tidak mau meluapkan emosinya terhadap raya dalam keadaannya seperti sekarang .
MESKI BIBIR INI TAK BERKAT, BUKAN BERARTI KU TAK MERASAKAN ADA YANG BERBEDA DIANTARA KITA . batin raya.
Hiks hiks, melihat azzam pergi raya tak bisa menahan tangisnya ,sebenarnya dia tak bermaksud untuk membuat azzam pergi ,tapi dia tidak mau , azzam tau tentang keadaanya ,dan dia takut terlalu berharap .
Zahara pov.
Zahara tidak tau lagi gimana cara mengetahui keadaan raya saat ini, setelah kejadian itu handphone raya tak bisa dihubungi lagi, dia cemas dengan keadaan raya ,tapi dihanya bisa berdoa semoga raya baik baik saja .
__ADS_1
“ ra kamu kenapa sih , dari tadi kemu tak pernah tenang , kenapa ? kata intan sambal menghelus pundak zahara.
“ intan aku kepekiran sama raya , gimana ya keadaannya sekarang , aku takut dia kenapa-napa , hiks hiks sempat dia kenapa-napa akan ku buat perhitungan sama azzam , aku ngak takut sama dia walaupun dia seorang presiden mahasiswa dikampus ini.
“ kamu nggak boleh seperti itu dong , kan kak azzam nya menjalani tugasnya ,wajar dong dia bersikap seperti tadi.kata intan
“ kok kamu ngebelain dia sih intan ,yang jelas dia itu udah ngebentak raya didepan umum, padahal kamu tau kan raya hanya menunduk karna sakit . kata zahara
“ ya kan kak azzam nya nggak tau kalo raya lagi sakit , kamu ngertiin dong , posisi nya sebangai presiden mahasiwa. Nasehat intan kepada zahara.
“terserah kamu lah , tapi aku masih kepikiraan sama raya tan, nanti dia kenapa –napa , trus bunda dan ayah nya nanya aku hanrus jawab apa dong .
“ yaudah kita Tanya kakak senior , mana tau dia tau dimana presiden mahasiswa membawa raya .
“ yaudah .kata zahara pasrah
“ assalamualaikum kak .ucap intan sesopan mungkin .
“ waalaikumusalam dek . jawab teman indah yang bernama putri .
“ kaka apa saya boleh bertanya ? ujar intan lagi
“ mau bertanya apa dek. Jawab putri lagi .
“ mau nanya , maba yang pingsan di podium tadi dibawa kemana ya kak ?. Tanya intan .
“ kamu siapa dia ? tegas indah .
__ADS_1
“ maaf kak dia sahabat kami .ujar zahara ,dia sudah muak melihat wajah indah yang sok berlebihan baginya.
“ CK, sahabat kamu? Gadis yang tak tau aturan , apa dia pura pura pingsan ? kata indah .
Tangan zahara mengepal kuat dibuatnya mendengar apa yang dikatakan indah tentang raya, dia tidak habis pikir gimana sekretasis presiden mahasiwa berpikir sejangkal itu . “ mohon maaf kak kami bertanya baik-baik sama kakak semua, dan kak indah kalo mau bicara coba berfikir lebih dulu , sahabat saya bukan seperti apa yang kaka bicarakan , dia memang sakit .ujar zahara tegas.
Semua orang yang ada disana terdiam , putri teman nya inda tau gimana sifat asli indah, putri menarik nafas panjang . “ oh iya maba yang tadi pingsan ,dibawa ke klinik kampus diujung jalan sana dek , ucap putri lembut .
“ terimakasih kak, kami permisi ujar intan sambal menarik tangan zahara .
Zahra dan intan pergi ke klinik kampus yang di bilang oleh senior putri, zahaba yang tak sabar ingin melihat sahabatnya langsung berlari, dan meninggalkan intan yang berjalan seperti biasa. Saat zahra sudah sampai di depan pintu klinik langkah nya terhenti mendengar percakapan orang yang ada di dalam klinik.
Azzam pov.
Saat raya mengusir azzam keluar, bukan azzam pergi dari sana, azzam duduk di depan klinik, dia tidak tau apa yang harus ia lakukan saat ini.
Tetapi saat dia termenung didepan pintu klinik, dia mendengar isak tangis, azzam dibuat panik langsung masuk kedalam klinik, dan melihat bahu raya bergetar, azzam langsung memeluk raya dari belakang. " kamu kenapa? Jangan menangis seperti ini, ucap azzam menenangkan raya. Tetapi raya hnya diam , dia tidak percaya azzam masih ada disini.
" raya kamu kenapa, apa ada yang sakit? . Ujar azzam lagi.
" kenapa kamu masih disini?. Tanya raya.
" terserah aku dong, jangan banyak pikiran, kamu jujur sama aku, kenapa kamu nangis.
" Tidak usah sok peduli terhadap aku, aku ingin sendiri. Ucap raya cuek
" aku tidak akan meninggalkan kamu, aku peduli sama kamu karna aku mencintaimu dan menyayangimu raya Devita putri. Ucap azzam tegas.
__ADS_1
Zahara yang ada di depan pintu klinik, dibuat tertegun, mendengar kenyataan yang sebenarnya. Dia masih tidak percaya apa yang baru dia dengar.