
Ungkapan
Jangan lupa like dan komentar.
************
"Rayaaaa......" teriak azzam sangat keras, semua orang pun kaget karena raya pingsan dan hidung mengeluarkan darah segar. Azzam langsung mendekap badan raya, di iringi air mata sudah keluar begitu saja, sungguh puluhan melihat orang yang disayang keadaan nya sudah kacau.
Perlahan adzan berdiri dan membawa raya ke klinik.
Semua orang tak percaya presiden mahasiswa menangis hanya melihat seorang gadis yang telah iya bentak, ada hubungan apa presiden mahasiswa dengan gadis itu, semua pemikiran itu ada di semua orang, termasuk indah yang melihat langsung bagaimna azzam khawatir dengan keadaan raya.
Azzam merutuki diri nya sendiri pasalnya dia sangat menyesal karna telah membentak orang yang ia cintai ,’’ YA allah , maaf kan akutelah melukai mu.
“bagaimana kondisi teman saya dokter.”
Azzam hanya bertanya singkat dengan aksen dingin. Dia tetap tenang walau hati dan jantung tidak menentu .ia memang irit berbicara panjang lebar .sikap dingin dan tegas adalah ciri kas seorang azzam.
Dokter wanita di klinik itu tersenyum melihat presiden mahasiswa universitas cemas terhadap seorang wanita .’ Alhamdulillah keadaanya sekarang sudah membaik dari pada saat dibawa keruang ini ,tetapi mari ikut saya keruangan saya ,ada yang saya Tanya sama anda presma.
“baik dokter.
********
“ baiklah presma , apa anda kenal saya wanita tadi?
Ya saya kenal, memang apa yang terjadi denga dia ,soalnya di juga pingsan dok.tanya azzam dengan suara tegas.
__ADS_1
“gini , firasat saya mengatakan ,dia memiliki penyakit yang serius ,saya tidak bisa mempastikan penyakit apa yang diognosa oleh dia karna alat dikilnik ini terbatas .
Trus apa yamh bisa saya lakukan dok.
Jika keadaanya msaih belum stabil saat siuman nanti , tolong bawa langsung ke rumah sakit .biar dapat pertolongan disana.dan dirawat dengan alat medis yang lenhkap dan dokter yang ahli dalam bidangnya .
Azzam pusing sendiri , apa yang ditutupi oleh raya ,pada akhirnya ia pamit untuk melihat keadaan raya di ruangan nya .senyum harudan miris terukir melihat dua kali raya terkulai lemah ,dengan infus melingkupi tangannya .azzam tidak tega melihat raya begitu lemah. Andai rasa sakit bisa ditukar,azzam rela merasakan sakit asal jangan orang ia cintai .
Tangan besar azzam teruluru untuk ,mengusap kepala raya yang terbalut jilbab,azzam memilih duduk disisi brankar, perasaannya campur aduk mrlihat raya yang pucat .semoga raya cepat pulih,perlahan tangan azzam menggenggam tangan mungil raya.
****
Perlahan tetapi pasti jari lentik bergerak dan mata yang tertutup menunjukkan akan terbuka, benar saja raya siuman dari tidur lelapnya .tubuhnya sudah mulai membaik menerima perawatan medis , dan raya sadar dimana dirinya ,sontak dia mengingat keadaanya tadi pagi, apalagi dibentak oleh orang yang ia cintai ,sakit ? ya gimana padahal dia tadi tidak folis kerena penyakit kambuh.
Azzam baru kembali membeli teh panas dari kantin sontak menengok kearah raya, saat mendengar tangisan memilikan .dia berlari , menghampiri raya, lalu menangkup pipi .rasa bersalah membuat sesak sampai dirinya tidak mampu berkata apa apa .
Raya menepis tangan yang menangkup pipinya,” kenapa anda disini ?.
“ ya anda tidak pantas disini , pergilah saya ingin sendiri!
“jika saya tidak mau pergi ,kamu bisa apa? Ucap azzam sudah mulai tegas , ia tidak tau kenapa raya ketus terhadap dirinya.
Raya hanya diam, ia masih teringat bagaimana dipermalukan di depan umun , rasa harga diri tidak ada lagi , apa lagi dibentak ,padahal dia ingin sekali menikmati ospek tapi apa boleh buat , penyakit selama ini membuat nya seperti ini , jika dia bisa memintak dia tidak ingin memiliki penyakit yang ia pendam selama ini dan ia sudah berusaha untuk berobat tanpa sepengetahuan orang tua nya.
“ raya” panggil azzam
“….”
__ADS_1
Raya saya ingin bertanya sama kamu ?
“…”
“ penyakit apa yang kamu derita selama ini raya devita putri. Tegas azzam .
Raya terkejut ,bagaimana azzam tau dia memiliki penyakit , apa azzam tau penyakit apa yang ia derita selama ini , tetapi raya tetap diam.
‘ raya ‘ jawab pertanya an saya , tegas azzam lagi.
Raya menoleh ke arah azzam . ‘ tidak urusan anda preseiden mahasiswa, urusan anda mengurus ospek selama tiga hari kedepan bukan .ketus raya.
Azzam mendengar nya langsung emosi ,apa yang ia bilang tidak urusan dia ,padahal rasa takut menghatui diri azzam. Azzam mencekram tangan mungil raya dan memdekatkan wajah nya ke wajah raya. “ apa kata kamu , tidak urusan saya, haaa. Kau tau rasa khawatir saya terhadap kamu .
Ke napa kamu khewatir kan aku tuan azzam. Ucap raya terbata bata.
“ kerna aku mencintai dan menyanyangimu raya ,ucap tegas azzam
Rasa tidak percaya apa yang didengar raya .dia acuh tak acuh apa yang diucapkan oleh azzam .’haha ha bohong kamu tuan azzam , ucap raya dengan suara bergetar .
‘terserah kamu raya, aku mencintai dirimu sejak kita masih SMA .
Hiks hiks
Kau tak pantas mencintai aku azzam , aku hanya wanita lemah yang penyakitan ,tak pantas untuk seorang presiden mahasiswa, hiks hiks .air mata tak bisa dibendung lagi ,ingat penyakit yang ia derita ,tak tau kapan sembuh atau tak bisa sembuh.
Dada azzam sesak mendengar semua ucapan raya ,ia lansung memeluk tubuh mungil raya ‘jangan pernah berbicara seperti itu lagi , aku tak suka , apa kamu ngerti ? Tanya azzam, raya hanya mengangguk.
__ADS_1
Perlahan azzam melepaskan pelukan nya, menghapus air mata raya.
Dengar aku......